Rabu, 08 Juli 2026

Tangis Haru Siswi Pecah saat Diberi Motivasi Gubernur Jateng Ahmad Luthfi

Sabtu, 09 Mei 2026 19:00 WIB
Tangis Haru Siswi Pecah saat Diberi Motivasi Gubernur Jateng Ahmad Luthfi
Tangis haru pecah saat Gubernur Jateng Ahmad Luthfi memberikan motivasi kepada para siswa sekolah kemitraan di SMK Mitra Karya Mandiri Kabupaten Brebes, Kamis (7/5/2026).

Brebes (buseronline.com) - Tangis haru pecah saat Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ahmad Luthfi memberikan motivasi kepada para siswa sekolah kemitraan di SMK Mitra Karya Mandiri Kabupaten Brebes, Kamis.

Seorang siswi kelas 10 bernama Valentina tak mampu membendung air mata ketika mendengar cerita masa kecil Ahmad Luthfi yang berasal dari keluarga sederhana. Valentina yang duduk di barisan paling depan mengaku teringat perjuangan kedua orang tuanya di rumah.

Siswi asal Desa Grinting, Kecamatan Bulakamba, Brebes itu tampak sesenggukan hingga menarik perhatian gubernur. Ahmad Luthfi kemudian memanggil Valentina ke depan dan menenangkannya.

"Sudah, sudah, jangan nangis. Sini maju, diusap dulu air matanya pakai tisu," kata Ahmad Luthfi sambil memeluk Valentina.

Setelah suasana kembali tenang, Ahmad Luthfi memberikan satu unit sepeda kepada Valentina sebagai bentuk dukungan agar tetap semangat belajar dan mengejar cita-cita.

Usai kegiatan, Valentina mengaku bersyukur bisa melanjutkan pendidikan melalui program sekolah kemitraan yang digagas Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem dan kurang mampu.

"Saya ingat orang tua. Terima kasih Pak Gubernur telah menyekolahkan saya di sini. Saya akan lebih semangat lagi," ujar Valentina.

Selain memberikan motivasi, Ahmad Luthfi juga membagikan sepatu dan perlengkapan sekolah kepada para siswa. Bahkan, ia turut memakaikan sepatu kepada salah seorang siswa kelas 10 SMK Muhammadiyah Mangunsari bernama Abio.

"Kaget. Nggak nyangka dipakaikan sepatu oleh Gubernur. Saya cita-cita mau jadi polisi," kata Abio.

Ahmad Luthfi mengatakan, program sekolah kemitraan merupakan sekolah gratis yang diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem dan kurang mampu. Saat ini terdapat 139 sekolah yang menjadi mitra Pemprov Jawa Tengah dalam program tersebut.

Seluruh kebutuhan siswa, mulai dari pakaian, sepatu, buku hingga kebutuhan praktik kerja lapangan (PKL), dibiayai oleh pemerintah provinsi. "Mereka kita biayai. Mulai pakaian, sepatu, buku, PKL, dan sebagainya. Semua gratis dari Pemprov Jateng," ujar Ahmad Luthfi.

Menurutnya, program sekolah kemitraan yang telah dirintis sejak 2025 itu akan kembali dilanjutkan pada tahun ajaran 2026 sebagai bagian dari upaya pengentasan kemiskinan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Dalam arahannya, Ahmad Luthfi juga meminta para siswa untuk tidak minder dan terus percaya diri dalam meraih cita-cita melalui pendidikan. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Panen Raya Udang Vaname, Pemprov Jateng Siapkan Revitalisasi 72 Ribu Hektare Tambak Pantura
Wagub Jateng: Pendidikan Agama Jadi Kunci Ketenteraman Masyarakat dan Pembangunan SDM
Ratusan Warga Banyumas Antusias Ikuti Program Speling, Wagub Jateng Tinjau Layanan
Pemprov Jateng Petakan Peran Rumah Sakit Daerah, Tak Lagi Fokus Kejar Klasifikasi
APBN Jawa Tengah Tetap Terjaga, Menkeu Purbaya Tinjau Program Prioritas Pemerintah di Semarang
Pemprov Jateng Libatkan 1.645 Mahasiswa KKN UGM Perkuat Program Kecamatan Berdaya
komentar
beritaTerbaru