Garut (buseronline.com) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut terus memperkuat upaya penanganan stunting melalui intervensi terpadu lintas sektor.
Dilansir dari laman Jabarprov, langkah tersebut dilakukan setelah prevalensi
stunting di
Garut turun menjadi 14,2 persen berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Garut Leli Yuliani mengatakan berdasarkan data pelaporan bidan tahun 2025, angka stunting kembali menurun menjadi 12,4 persen. Capaian itu dinilai melampaui target nasional yang sebelumnya diproyeksikan tercapai pada 2029.
"Angka ini sebetulnya merupakan target yang memang harusnya di tahun 2029, namun alhamdulillah di tahun 2024 sudah tercapai," ujar Leli saat kegiatan pemaparan Analisis Situasi dan Advokasi Lintas Sektor di UPT Labkesda Kabupaten
Garut, Selasa.
Menurut Leli, Dinas Kesehatan Kabupaten Garut telah menyiapkan empat langkah utama dalam pencegahan stunting. Program tersebut meliputi pemberian tablet tambah darah bagi remaja putri, pemeriksaan rutin ibu hamil, pemenuhan imunisasi dasar lengkap, hingga pengawasan kebersihan lingkungan dan kualitas sumber air.
Ia menjelaskan, program pencegahan difokuskan sejak masa remaja hingga anak balita agar penanganan tidak terlambat saat gangguan tumbuh kembang mulai muncul.
"Jika ditemukan balita terdampak stunting, segera bawa ke Posyandu dan laporkan ke Puskesmas agar mendapat penanganan kolaboratif," tegasnya.
Sementara itu, Wakil Direktur Satu Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya, Asep Kuswandi, menekankan pentingnya penggunaan basis data yang sama oleh seluruh pemangku kepentingan agar intervensi di lapangan lebih tepat sasaran.
Menurutnya, persoalan stunting tidak hanya dipengaruhi pola asuh keluarga, tetapi juga kondisi lingkungan, sanitasi, serta akses layanan kesehatan masyarakat.
"Kami berharap adanya kolaborasi dari seluruh multi sektor dan komitmen bersama untuk mengatasi penurunan
stunting di Jawa Barat, khususnya di Kabupaten
Garut," ujar Asep.
Pemkab Garut pun terus mendorong keterlibatan tenaga kesehatan, Posyandu, sekolah, dan masyarakat agar angka stunting dapat terus ditekan serta kualitas kesehatan anak semakin meningkat. (R)
beritaTerkait
komentar