<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?><rss version="2.0">
    <channel>
        
        <title></title>
        
        <link>https://www.buseronline.com/</link>
        <description>Buseronline.com, menyajikan berita Terbaru, Terkini Indonesia seputar nasional, hukum, politik, ekonomi, internasional, olahraga, pendidikaan</description>
        <lastBuildDate>Sun, 20 Sep 2026 23:38:18 +0700+0700</lastBuildDate>
        <language>id-ID</language>

            <item>
            <guid isPermaLink="false">Pemprov Jateng Bebaskan Denda Pajak Kendaraan hingga Desember 2026</guid>
            <pubDate>Sun, 20 Sep 2026 19:25:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Pemprov Jateng Bebaskan Denda Pajak Kendaraan hingga Desember 2026]]></title>
            <description><![CDATA[Semarang (buseronline.com)  Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) memberikan relaksasi pajak kendaraan bermotor dengan membebask]]></description>
            <content><![CDATA[<p><a href="https://www.buseronline.com/tag/semarang/" target="_blank">Semarang</a> (buseronline.com) - Pemerintah Provinsi <a href="https://www.buseronline.com/tag/jawa-tengah/" target="_blank">Jawa Tengah</a> (Pemprov Jateng) memberikan relaksasi <a href="https://www.buseronline.com/tag/pajak/" target="_blank">pajak</a> kendaraan bermotor dengan membebaskan sanksi administrasi atau denda serta <a href="https://www.buseronline.com/tag/pajak/" target="_blank">pajak</a> progresif. Program tersebut berlaku mulai 21 September hingga 28 Desember 2026.</p><p><div>[adsense]</div>Dilansir dari laman Jatengprov, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi <a href="https://www.buseronline.com/tag/jawa-tengah/" target="_blank">Jawa Tengah</a> <a href="https://www.buseronline.com/tag/muhamad-masrofi/" target="_blank">Muhamad Masrofi</a> mengatakan kebijakan ini diberikan untuk meningkatkan kepatuhan masyarakat dalam membayar <a href="https://www.buseronline.com/tag/pajak/" target="_blank">pajak</a> kendaraan bermotor.</p><p>&quot;Bapak Gubernur Ahmad Luthfi memberikan insentif atau relaksasi terhadap yang menunggak <a href="https://www.buseronline.com/tag/pajak/" target="_blank">pajak</a> kendaraan bermotor, dengan membebaskan denda <a href="https://www.buseronline.com/tag/pajak/" target="_blank">pajak</a> kendaraan bermotor. Yang kedua adalah membebaskan <a href="https://www.buseronline.com/tag/pajak/" target="_blank">pajak</a> progresif,&quot; kata Masrofi, pada 18 September 2026.</p><p><div>[adsense]</div>Menurut Masrofi, pembebasan <a href="https://www.buseronline.com/tag/pajak/" target="_blank">pajak</a> progresif berlaku untuk kepemilikan kendaraan bermotor kedua, ketiga, keempat, kelima, dan seterusnya selama program berlangsung.</p><p>Dengan kebijakan tersebut, masyarakat yang memiliki lebih dari satu kendaraan tidak dikenakan <a href="https://www.buseronline.com/tag/pajak/" target="_blank">pajak</a> progresif hingga 28 Desember 2026. Program ini menjadi bagian dari upaya Pemprov Jateng menekan tunggakan sekaligus meningkatkan kepatuhan wajib <a href="https://www.buseronline.com/tag/pajak/" target="_blank">pajak</a>.</p><p><div>[adsense]</div>Sebelumnya, pada Februari 2026, pemerintah daerah juga memberikan relaksasi berupa diskon <a href="https://www.buseronline.com/tag/pajak/" target="_blank">pajak</a> sebesar 5 persen. &quot;Ini kami lakukan agar kepatuhan <a href="https://www.buseronline.com/tag/pajak/" target="_blank">pajak</a>, pembayaran <a href="https://www.buseronline.com/tag/pajak/" target="_blank">pajak</a> kendaraan bermotor di Provinsi <a href="https://www.buseronline.com/tag/jawa-tengah/" target="_blank">Jawa Tengah</a> meningkat,&quot; ujarnya.</p><p>Masrofi menyebut tingkat kepatuhan pembayaran <a href="https://www.buseronline.com/tag/pajak/" target="_blank">pajak</a> kendaraan bermotor di <a href="https://www.buseronline.com/tag/jawa-tengah/" target="_blank">Jawa Tengah</a> saat ini mencapai 54 persen. Dari sekitar 17 juta kendaraan yang beredar, sekitar 11 juta kendaraan tercatat aktif membayar <a href="https://www.buseronline.com/tag/pajak/" target="_blank">pajak</a>.</p><p><div>[adsense]</div>Sementara itu, berdasarkan hasil audit 2025, tunggakan <a href="https://www.buseronline.com/tag/pajak/" target="_blank">pajak</a> yang menjadi pendapatan provinsi mencapai Rp2,4 triliun. Ditambah tunggakan yang menjadi pendapatan pemerintah kabupaten/kota sekitar Rp900 miliar, total tunggakan mencapai sekitar Rp3,3 triliun.</p><p>&quot;Jadi 54 persen kepatuhannya itu. Memang kita masih di bawah Yogyakarta yang sekitar 67 sampai 68 persen, tetapi berdasarkan hasil survei Jasa Raharja Pusat, kita menempati ranking dua,&quot; kata Masrofi.</p><p><div>[adsense]</div>Dia menjelaskan, sekitar 80 persen kendaraan di <a href="https://www.buseronline.com/tag/jawa-tengah/" target="_blank">Jawa Tengah</a> merupakan kendaraan roda dua. Karena itu, tunggakan <a href="https://www.buseronline.com/tag/pajak/" target="_blank">pajak</a> kendaraan roda dua menjadi bagian terbesar dari total tunggakan.</p><p>Pemprov Jateng menargetkan program pembebasan sanksi administrasi tersebut dapat meningkatkan penerimaan <a href="https://www.buseronline.com/tag/pajak/" target="_blank">pajak</a> sekitar Rp150 miliar hingga Rp200 miliar.</p><p><div>[adsense]</div>&quot;Dengan adanya program pembebasan sanksi administrasi, tentu saja target kita rencananya ada peningkatan angkanya sekitar Rp150 sampai Rp200 miliar,&quot; imbuhnya.</p><p><div>[adsense]</div><hr>Masrofi menegaskan, relaksasi tidak menghapus pokok <a href="https://www.buseronline.com/tag/pajak/" target="_blank">pajak</a> kendaraan bermotor. Kebijakan hanya menghapus sanksi administrasi atau denda, termasuk sanksi administrasi yang berkaitan dengan SWDKLLJ sesuai ketentuan. &quot;Pokok <a href="https://www.buseronline.com/tag/pajak/" target="_blank">pajak</a>nya tidak terhapus, tapi dendanya yang dihapus,&quot; tegasnya.</p><p><div>[adsense]</div>Dia mengajak masyarakat memanfaatkan program tersebut untuk melunasi tunggakan <a href="https://www.buseronline.com/tag/pajak/" target="_blank">pajak</a> kendaraan bermotor selama masa relaksasi.</p><p>Menurutnya, penerimaan <a href="https://www.buseronline.com/tag/pajak/" target="_blank">pajak</a> nantinya akan kembali kepada masyarakat melalui berbagai program pembangunan di <a href="https://www.buseronline.com/tag/jawa-tengah/" target="_blank">Jawa Tengah</a>, termasuk sektor infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan.</p><p><div>[adsense]</div>&quot;Semua <a href="https://www.buseronline.com/tag/pajak/" target="_blank">pajak</a> yang diterima akan kembali untuk kepentingan rakyat,&quot; pungkasnya. (R)</p><p><div>[adsense]</div></p>]]></content>
            <enclosure url="https://www.buseronline.com/cdn/https://www.buseronline.com/cdn/uploads/images/2026/09/a8baa56554f96369ab93e4f3bb068c22_whatsapp-image-20260919-at-2211551.jpeg" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.buseronline.com/ekonomi/102316/pemprov-jateng-bebaskan-denda-pajak-kendaraan-hingga-desember-2026/</link>
            <author><![CDATA[arie]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">KPK Temukan 41 Anomali Tata Kelola Pemda Sumut, PBJ Paling Rawan</guid>
            <pubDate>Sun, 20 Sep 2026 18:50:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[KPK Temukan 41 Anomali Tata Kelola Pemda Sumut, PBJ Paling Rawan]]></title>
            <description><![CDATA[Medan (buseronline.com)  Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menemukan 41 anomali dalam tata kelola pemerintah daerah (pemda) di Sumatera Ut]]></description>
            <content><![CDATA[<p>Medan (buseronline.com) - Komisi Pemberantasan Korupsi (<a href="https://www.buseronline.com/tag/kpk/" target="_blank">KPK</a>) menemukan 41 anomali dalam tata kelola pemerintah daerah (pemda) di <a href="https://www.buseronline.com/tag/sumatera-utara/" target="_blank">Sumatera Utara</a> (Sumut). Anomali tersebut tersebar pada tiga area kritis, yakni perencanaan, penganggaran, serta pengadaan barang dan jasa (PBJ).</p><p><div>[adsense]</div>Wakil Ketua <a href="https://www.buseronline.com/tag/kpk/" target="_blank">KPK</a> Johanis Tanak menyampaikan temuan tersebut dalam Rapat Koordinasi Penguatan Tata Kelola Pemerintah Daerah dan Pencegahan Korupsi dalam Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah di Provinsi Sumut, di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumut, Medan, pada 17 September 2026.</p><p>Dari 41 anomali yang ditemukan, sebanyak 10 berada pada area perencanaan, 12 pada penganggaran, dan 19 lainnya pada sektor PBJ. &quot;Anomali adalah alarm, bukan vonis. Tapi, alarm yang diabaikan dapat berkembang menjadi penyimpangan sehingga pencegahan harus bekerja sebelum perkara terjadi, salah satunya dengan penguatan APIP yang dapat menjadi early warning system di daerah,&quot; kata Tanak.</p><p><div>[adsense]</div>Dilansir dari laman <a href="https://www.buseronline.com/tag/kpk/" target="_blank">KPK</a>, menurut Tanak, risiko tata kelola dapat muncul jauh sebelum anggaran dibelanjakan. Persoalan bahkan dapat terjadi sejak pemerintah daerah menentukan kebutuhan dan menyusun program pembangunan.</p><p>Dalam perencanaan, <a href="https://www.buseronline.com/tag/kpk/" target="_blank">KPK</a> menemukan ketidaksesuaian RPJMD atau RKPD dengan program dan kegiatan yang dianggarkan. Selain itu, terdapat kegiatan baru yang muncul pada tahap akhir pembahasan APBD serta usulan yang belum sepenuhnya didasarkan pada data, kebutuhan riil, dan prioritas pembangunan.</p><p><div>[adsense]</div><a href="https://www.buseronline.com/tag/kpk/" target="_blank">KPK</a> juga mengingatkan agar Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) DPRD, hibah, bantuan sosial, dan bantuan keuangan tetap terintegrasi dengan prioritas pembangunan dan didukung proses verifikasi yang memadai.</p><p>&quot;Kalau kebutuhan sudah direkayasa sejak hulu, pengendalian di hilir menjadi jauh lebih sulit. Karena itu, pengawasan tidak boleh hanya melihat uang sudah dibelanjakan, namun menguji sejak awal alasan perencanaan kegiatan dan kebutuhannya,&quot; ujar Tanak.</p><p><div>[adsense]</div>Pada area penganggaran, <a href="https://www.buseronline.com/tag/kpk/" target="_blank">KPK</a> mengidentifikasi pergeseran anggaran yang signifikan dan berulang antara APBD awal dan perubahan APBD.</p><p>Ditemukan pula penambahan anggaran tanpa perubahan volume atau target output yang proporsional, ketidakwajaran antara besaran anggaran dan volume kegiatan, perbedaan serapan anggaran dengan capaian fisik, hingga penumpukan realisasi pada akhir tahun.</p><p><div>[adsense]</div>&quot;Anggaran besar tidak otomatis menunjukkan keberhasilan pembangunan. Yang harus dilihat apakah anggaran tersebut menjawab kebutuhan masyarakat, dilaksanakan akuntabel, dan bermanfaat sesuai target,&quot; katanya.</p><p>Sektor PBJ menjadi area dengan jumlah anomali terbanyak, yakni 19 temuan. Persoalan tersebut ditemukan mulai dari perencanaan paket, penyusunan spesifikasi dan harga, pemilihan penyedia, pelaksanaan kontrak hingga pengawasan.</p><p><div>[adsense]</div>Beberapa di antaranya berupa keterlambatan perencanaan atau pengumuman Rencana Umum Pengadaan (RUP), pemaketan pekerjaan yang berpotensi dipecah menjadi beberapa paket sejenis, spesifikasi teknis yang mengarah pada produk atau penyedia tertentu, serta Harga Perkiraan Sendiri (HPS) yang tidak didukung survei atau pembanding harga yang memadai.</p><p>&quot;Temuan ini memperlihatkan pola berulang, hubungan antaraktor, potensi penyalahgunaan wewenang, keuntungan atau manfaat yang timbul, hingga dampak kerugian atau inefisiensi. Ini harus segera dibenahi agar tidak menjadi fraud,&quot; tegas Tanak.</p><p><div>[adsense]</div>Dari 41 anomali tersebut, <a href="https://www.buseronline.com/tag/kpk/" target="_blank">KPK</a> memetakan lima risiko besar yang perlu menjadi perhatian pemerintah daerah, yakni korupsi dan penyalahgunaan kewenangan, kerugian keuangan daerah, pemborosan dan ketidakefisienan APBD, kegagalan pencapaian target dan manfaat pembangunan, serta risiko hukum dan reputasi pemda.</p><p><div>[adsense]</div><hr>Tanak menegaskan pemetaan risiko tersebut bukan semata-mata untuk mencari kesalahan, tetapi mendorong pemerintah daerah melakukan koreksi sedini mungkin.</p><p><div>[adsense]</div>&quot;Kalau tidak segera dibenahi, yang hilang bukan hanya uang, namun manfaat pembangunan yang seharusnya diterima masyarakat,&quot; ujarnya.</p><p><a href="https://www.buseronline.com/tag/kpk/" target="_blank">KPK</a> juga mendorong Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) hadir sejak tahap perencanaan sebagai sistem peringatan dini atau early warning system.</p><p><div>[adsense]</div>Penguatan APIP diperlukan karena masih terdapat tantangan berupa alokasi anggaran pengawasan yang belum optimal, keterbatasan jumlah dan kompetensi SDM APIP, serta tantangan menjaga independensi dan objektivitas dalam menjalankan pengawasan.</p><p>APIP didorong memperkuat pengawasan berbasis risiko dengan memanfaatkan hasil pemeriksaan, pengaduan masyarakat, informasi perkara, analisis data, serta berbagai indikator red flag.</p><p><div>[adsense]</div>&quot;Kalau risiko dapat diselesaikan melalui perbaikan tata kelola, jangan sampai persoalan berkembang menjadi perkara,&quot; jelas Tanak.</p><p><a href="https://www.buseronline.com/tag/kpk/" target="_blank">KPK</a> mendorong pemerintah daerah di Sumut melakukan sejumlah perbaikan, mulai dari memperkuat komitmen dan keteladanan pimpinan, memperbaiki perencanaan serta penganggaran berbasis kebutuhan dan data, hingga memperkuat pengendalian terhadap Pokir, hibah, bansos, dan bantuan keuangan.</p><p><div>[adsense]</div>Transparansi dan akuntabilitas PBJ juga perlu ditingkatkan. Selain itu, pengendalian internal dan manajemen risiko harus diperkuat, terutama pada organisasi perangkat daerah (OPD) dengan tingkat risiko tinggi.</p><p><a href="https://www.buseronline.com/tag/kpk/" target="_blank">KPK</a> turut mendorong optimalisasi APIP melalui peningkatan independensi dan kompetensi, monitoring berbasis data, serta tindak lanjut hasil pengawasan yang menyelesaikan akar masalah dan mencegah terjadinya pengulangan.</p><p><div>[adsense]</div>&quot;Ini perlu didukung digitalisasi, integrasi sistem, transparansi dan audit trail, serta budaya integritas dan pengendalian konflik kepentingan di seluruh perangkat daerah,&quot; ujar Tanak.</p><p>Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus menegaskan APIP harus menjadi mitra pemerintah daerah dalam mendeteksi dan memperbaiki penyimpangan sejak dini.</p><p><div>[adsense]</div>&quot;Bila ada penyimpangan, sebelum ke APH ada opsi pengembalian. Bila juga tidak dilaksanakan, barulah ke APH. APIP itu partner pemda, jadi bukan yang harus dihindari,&quot; kata Wiyagus.</p><p>Sementara itu, Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution menyatakan komitmen pemerintahannya untuk memperbaiki tata kelola dan memperkuat integritas.</p><p><div>[adsense]</div>Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan komitmen bersama pencegahan korupsi antara <a href="https://www.buseronline.com/tag/kpk/" target="_blank">KPK</a>, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), dan 33 bupati/wali kota se-Sumut.</p><p><div>[adsense]</div><hr>&quot;Bersama kepala daerah lainnya, kami berkomitmen memperbaiki bersama, mengantisipasi dan mencegah korupsi. Kehadiran <a href="https://www.buseronline.com/tag/kpk/" target="_blank">KPK</a> mengingatkan kembali untuk terus meningkatkan integritas,&quot; ujar Bobby.</p><p><div>[adsense]</div>Rangkaian kegiatan di Sumut merupakan kolaborasi <a href="https://www.buseronline.com/tag/kpk/" target="_blank">KPK</a>, Kemendagri, dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk memperkuat tata kelola pemerintah daerah, koordinasi antarlembaga, pemerataan pembangunan, serta peningkatan kualitas pelayanan masyarakat.</p><p>Program tersebut telah berlangsung sejak Agustus 2026 dan dilaksanakan secara bertahap dalam 10 klaster wilayah. Lima klaster yang telah menjadi sasaran kegiatan yakni Jawa Timur dan Bali, Kalimantan, Jawa Tengah dan Yogyakarta, Nusa Tenggara Barat, serta Sumut.</p><p><div>[adsense]</div>Selanjutnya, kegiatan akan dilanjutkan ke Sumatera Barat, Jawa Barat dan Banten, Sulawesi Selatan, Maluku, serta DKI Jakarta. (P3)</p><p></p><p><div>[adsense]</div></p>]]></content>
            <enclosure url="https://www.buseronline.com/cdn/https://www.buseronline.com/cdn/uploads/images/2026/09/6cdd60ea0045eb7a6ec44c54d29ed402_whatsapp-image-20260919-at-221200.jpeg" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.buseronline.com/hukum/102315/kpk-temukan-41-anomali-tata-kelola-pemda-sumut-pbj-paling-rawan/</link>
            <author><![CDATA[arie]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Kemenkes Ungkap 41 Persen Anak Sekolah Alami Karies Gigi dari Hasil CKG</guid>
            <pubDate>Sun, 20 Sep 2026 18:10:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Kemenkes Ungkap 41 Persen Anak Sekolah Alami Karies Gigi dari Hasil CKG]]></title>
            <description><![CDATA[Jakarta (buseronline.com)  Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mengungkapkan sebanyak 41 persen anak sekolah yang menjalani pemeriksaan mel]]></description>
            <content><![CDATA[<p>Jakarta (buseronline.com) - Kementerian Kesehatan (<a href="https://www.buseronline.com/tag/kemenkes/" target="_blank">Kemenkes</a>) RI mengungkapkan sebanyak 41 persen anak sekolah yang menjalani pemeriksaan melalui program Cek Kesehatan Gratis (<a href="https://www.buseronline.com/tag/ckg/" target="_blank">CKG</a>) mengalami karies atau gigi berlubang.</p><p><div>[adsense]</div>Dilansir dari laman Kemkes, temuan tersebut disampaikan Wakil Menteri Kesehatan RI Prof <a href="https://www.buseronline.com/tag/dante-saksono-harbuwono/" target="_blank">Dante Saksono Harbuwono</a> saat menghadiri Kick-off Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN) 2026 di SDN Menteng 01, Jakarta, pada 17 September 2026.</p><p>Dante mengatakan, pemeriksaan gigi menjadi salah satu prioritas dalam program <a href="https://www.buseronline.com/tag/ckg/" target="_blank">CKG</a>. Tingginya angka karies pada anak sekolah menunjukkan pentingnya penguatan upaya promotif dan preventif sejak usia dini.</p><p><div>[adsense]</div>&quot;Berita baiknya, pemeriksaan gigi adalah salah satu prioritas pemerintah dalam program Cek Kesehatan Gratis. Namun, kabar kurang baiknya, dari hasil pemeriksaan <a href="https://www.buseronline.com/tag/ckg/" target="_blank">CKG</a> anak sekolah, masalah karies justru menjadi yang paling banyak ditemukan. Kami mencatat 41 persen anak sekolah yang diperiksa mengalami gigi karies,&quot; ujar Dante.</p><p>Menurutnya, masalah kesehatan gigi tidak seharusnya baru ditangani ketika anak sudah mengalami sakit. Pemeriksaan gigi secara rutin setiap enam bulan diperlukan untuk mendeteksi gangguan sejak dini.</p><p><div>[adsense]</div>&quot;Intervensi kesehatan gigi yang paling tepat adalah melalui promotif dan preventif, bukan menunggu sakit kemudian mengobatinya,&quot; katanya.</p><p>Dante menilai sekolah memiliki peran penting dalam membangun kebiasaan menjaga kesehatan gigi dan mulut. Fasilitas dan kegiatan seperti UKS, dokter kecil, pramuka, serta kegiatan edukasi lainnya dapat dimanfaatkan untuk menanamkan perilaku hidup sehat kepada siswa.</p><p><div>[adsense]</div>Sekolah juga didorong memberikan edukasi mengenai cara menyikat gigi yang benar, pemilihan makanan yang baik untuk kesehatan gigi, serta penggunaan pasta gigi berfluoride. Para siswa bahkan dapat dilibatkan sebagai &quot;detektif gigi berlubang&quot; untuk membantu mengenali tanda-tanda masalah gigi di lingkungan sekolah.</p><p>Selain pemeriksaan rutin, Dante mengingatkan masyarakat untuk membiasakan anak menyikat gigi pada waktu yang tepat, yakni setelah sarapan dan sebelum tidur malam.</p><p><div>[adsense]</div>&quot;Kebiasaan sederhana tersebut perlu dibangun sejak anak-anak agar menjadi bagian dari perilaku hidup sehat.&quot;</p><p><div>[adsense]</div><hr>BKGN 2026 mengusung tema &quot;Gigi Kuat, Senyum Sehat, Indonesia Hebat&quot; dengan subtema &quot;Periksa, Tindak Lanjut, Jaga Kesehatan Gigi dan Mulut.&quot;</p><p><div>[adsense]</div>Kegiatan ini merupakan kolaborasi <a href="https://www.buseronline.com/tag/kemenkes/" target="_blank">Kemenkes</a> RI, Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PB PDGI), Asosiasi Fakultas Kedokteran Gigi Indonesia (AFDOKGI), Asosiasi Rumah Sakit Gigi dan Mulut Pendidikan Indonesia, serta sejumlah mitra swasta.</p><p>Wakil Ketua PB PDGI, drg. Tari Tritarayati, mengatakan BKGN telah menjadi bagian dari kolaborasi dalam mendekatkan edukasi dan pelayanan kesehatan gigi kepada masyarakat sejak pertama kali dilaksanakan pada 2010.</p><p><div>[adsense]</div>&quot;Kami ingin memperkuat upaya promotif dan preventif agar kepedulian terhadap kesehatan gigi tidak berhenti pada pemeriksaan, tetapi dilanjutkan dengan perawatan dan kebiasaan menjaga kesehatan gigi,&quot; ujar Tari.</p><p>Memasuki penyelenggaraan ke-17, BKGN 2026 diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran masyarakat, khususnya anak-anak usia sekolah, mengenai pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut.</p><p><div>[adsense]</div>Kick-off BKGN 2026 di SDN Menteng 01 diisi dengan edukasi kesehatan gigi, pemeriksaan gigi gratis, serta praktik menyikat gigi bersama para siswa. (R)</p><p></p><p><div>[adsense]</div></p>]]></content>
            <enclosure url="https://www.buseronline.com/cdn/https://www.buseronline.com/cdn/uploads/images/2026/09/2b24d495052a8ce66358eb576b8912c8_whatsapp-image-20260919-at-2211511.jpeg" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.buseronline.com/kesehatan/102314/kemenkes-ungkap-41-persen-anak-sekolah-alami-karies-gigi-dari-hasil-ckg/</link>
            <author><![CDATA[arie]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Kemendikdasmen Perkuat Diplomasi Indonesia-Prancis Lewat Bahasa dan Sastra</guid>
            <pubDate>Sun, 20 Sep 2026 17:30:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Kemendikdasmen Perkuat Diplomasi Indonesia-Prancis Lewat Bahasa dan Sastra]]></title>
            <description><![CDATA[Semarang (buseronline.com)  Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI memperkuat hubungan bilateral Indonesia dan Pranc]]></description>
            <content><![CDATA[<p><a href="https://www.buseronline.com/tag/semarang/" target="_blank">Semarang</a> (buseronline.com) - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (<a href="https://www.buseronline.com/tag/kemendikdasmen/" target="_blank">Kemendikdasmen</a>) RI memperkuat hubungan bilateral Indonesia dan Prancis melalui diplomasi bahasa dan sastra.</p><p><div>[adsense]</div>Dilansir dari laman <a href="https://www.buseronline.com/tag/kemendikdasmen/" target="_blank">Kemendikdasmen</a>, langkah tersebut diwujudkan melalui dukungan terhadap Program Residensi Rimbaud yang mempertemukan penulis internasional dengan masyarakat, akademisi, dan komunitas sastra di Indonesia.</p><p>Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Hafidz Muksin mewakili Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah menyambut penulis Prancis Louis-Philippe Dalembert di <a href="https://www.buseronline.com/tag/semarang/" target="_blank">Semarang</a>, pada 11 September 2026.</p><p><div>[adsense]</div>Dalembert merupakan penulis pertama yang mengikuti Program Residensi Rimbaud, sebuah program yang digagas Kedutaan Besar Prancis dan Institut fran&ccedil;ais d&#039;Indon&eacute;sie (IFI) bersama Pemerintah Kota <a href="https://www.buseronline.com/tag/semarang/" target="_blank">Semarang</a>.</p><p>Program tersebut menjadi wadah pertukaran budaya sekaligus membuka kesempatan bagi penulis internasional untuk mengenal Indonesia secara lebih dekat melalui interaksi dengan masyarakat dan komunitas sastra.</p><p><div>[adsense]</div>Hafidz Muksin mengatakan, keterlibatan <a href="https://www.buseronline.com/tag/kemendikdasmen/" target="_blank">Kemendikdasmen</a> dalam program tersebut merupakan bagian dari upaya memperluas peran bahasa dan sastra sebagai instrumen diplomasi.</p><p>&quot;Badan Bahasa secara terbuka mendukung Louis-Philippe Dalembert dalam menghasilkan karya sastra selama berada di <a href="https://www.buseronline.com/tag/semarang/" target="_blank">Semarang</a>. Melalui Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah, kami akan membantu memberikan informasi serta fasilitasi yang berkaitan dengan bahasa Indonesia, bahasa daerah, dan literasi,&quot; ujar Hafidz.</p><p><div>[adsense]</div>Program Residensi Rimbaud mengambil nama dari penyair Prancis Arthur Rimbaud. <a href="https://www.buseronline.com/tag/semarang/" target="_blank">Semarang</a> dipilih sebagai lokasi residensi karena memiliki keterkaitan sejarah dengan penyair tersebut.</p><p>Rimbaud tercatat pernah tiba di <a href="https://www.buseronline.com/tag/semarang/" target="_blank">Semarang</a> pada 1876 dan kemudian melakukan perjalanan menuju Salatiga. Jejak sejarah tersebut menjadi salah satu latar belakang yang memperkuat hubungan antara program residensi dengan Kota <a href="https://www.buseronline.com/tag/semarang/" target="_blank">Semarang</a>.</p><p><div>[adsense]</div>Selama tiga bulan, mulai September hingga November 2026, Louis-Philippe Dalembert akan menjalani proses kreatif di <a href="https://www.buseronline.com/tag/semarang/" target="_blank">Semarang</a>. Novelis dan penyair kelahiran Haiti yang kini bermukim di Paris itu dijadwalkan berkarya di sejumlah lokasi, termasuk Lawang Sewu.</p><p><div>[adsense]</div><hr>Selain berkarya, Dalembert juga akan berinteraksi dengan penulis, mahasiswa, peneliti, pembaca, serta komunitas sastra melalui diskusi dan lokakarya.</p><p><div>[adsense]</div>Interaksi tersebut diharapkan dapat memperkaya proses kreatif sekaligus menciptakan ruang pertukaran pengetahuan dan pengalaman antara masyarakat Indonesia dan penulis internasional.</p><p><a href="https://www.buseronline.com/tag/kemendikdasmen/" target="_blank">Kemendikdasmen</a> memandang bahasa dan sastra memiliki peran penting dalam membangun hubungan antarmasyarakat lintas negara. Melalui karya sastra, pengalaman dan kekayaan budaya suatu bangsa dapat diperkenalkan kepada masyarakat internasional dengan perspektif yang lebih mendalam.</p><p><div>[adsense]</div>Dalam program ini, dukungan Badan Bahasa akan dilakukan melalui Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah. Dukungan tersebut mencakup informasi dan fasilitasi mengenai bahasa Indonesia, bahasa daerah, serta literasi yang dapat membantu proses kreatif Dalembert selama berada di <a href="https://www.buseronline.com/tag/semarang/" target="_blank">Semarang</a>.</p><p>Karya yang dihasilkan selama program residensi juga diharapkan dapat menjadi salah satu medium untuk memperkenalkan kekayaan tradisi dan budaya Indonesia kepada pembaca internasional.</p><p><div>[adsense]</div>Program Residensi Rimbaud sebelumnya diluncurkan di kediaman Duta Besar Prancis untuk Indonesia di Jakarta pada 10 September 2026.</p><p>Duta Besar Prancis untuk Indonesia Fabien Penone menyampaikan bahwa program tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat kerja sama kebudayaan antara Indonesia dan Prancis.</p><p><div>[adsense]</div>Program tersebut juga sejalan dengan Deklarasi Bersama Strategi Kebudayaan atau Borobudur Declaration, yang disepakati dalam kunjungan Presiden Prancis Emmanuel Macron ke Indonesia pada Mei 2025.</p><p>Ke depan, Kedutaan Besar Prancis dan IFI berencana mengembangkan program residensi serupa di berbagai wilayah Indonesia. Program tersebut nantinya tidak hanya berfokus pada penulisan, tetapi juga mencakup kegiatan penerjemahan.</p><p><div>[adsense]</div>Dukungan <a href="https://www.buseronline.com/tag/kemendikdasmen/" target="_blank">Kemendikdasmen</a> terhadap Residensi Rimbaud menjadi bagian dari upaya menempatkan bahasa dan sastra sebagai instrumen diplomasi pendidikan dan kebudayaan.</p><p>Kehadiran penulis internasional di Indonesia diharapkan tidak hanya menghasilkan karya sastra, tetapi juga membuka ruang pertukaran pengetahuan, memperkenalkan kekayaan bahasa dan budaya Indonesia kepada dunia, serta memperkuat jejaring kerja sama kebahasaan dan kesastraan antara Indonesia dan Prancis. (R)</p><p><div>[adsense]</div></p>]]></content>
            <enclosure url="https://www.buseronline.com/cdn/https://www.buseronline.com/cdn/uploads/images/2026/09/2723d092b63885e0d7c260cc007e8b9d_whatsapp-image-20260919-at-2211531.jpeg" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.buseronline.com/pendidikan/102313/kemendikdasmen-perkuat-diplomasi-indonesiaprancis-lewat-bahasa-dan-sastra/</link>
            <author><![CDATA[arie]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">TPID Sumut Dorong Penguatan Tata Kelola SPPG untuk Jaga Mutu MBG dan Stabilitas Harga Pangan</guid>
            <pubDate>Sun, 20 Sep 2026 16:40:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[TPID Sumut Dorong Penguatan Tata Kelola SPPG untuk Jaga Mutu MBG dan Stabilitas Harga Pangan]]></title>
            <description><![CDATA[Medan (buseronline.com)  Tim Pengendali Inflasi Daerah Sumatera Utara (TPID Sumut) mendorong penguatan tata kelola Satuan Pelayanan Pemenuh]]></description>
            <content><![CDATA[<p><a href="https://www.buseronline.com/tag/medan/" target="_blank">Medan</a> (buseronline.com) - Tim Pengendali Inflasi Daerah Sumatera Utara (<a href="https://www.buseronline.com/tag/tpid/" target="_blank">TPID</a> <a href="https://www.buseronline.com/tag/sumut/" target="_blank">Sumut</a>) mendorong penguatan tata kelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur gizi Program Makan Bergizi Gratis (<a href="https://www.buseronline.com/tag/mbg/" target="_blank">MBG</a>).</p><p><div>[adsense]</div>Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan kualitas dan keamanan makanan yang disalurkan kepada masyarakat sekaligus menjaga stabilitas harga pangan di <a href="https://www.buseronline.com/tag/sumut/" target="_blank">Sumut</a>.</p><p>Staf Ahli Bidang Pendidikan, Kesehatan, Infrastruktur dan Pemberdayaan Masyarakat Provinsi <a href="https://www.buseronline.com/tag/sumut/" target="_blank">Sumut</a> Alfi Syahriza mengatakan tata kelola SPPG harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari perencanaan menu, pemilihan sumber bahan baku hingga pengaturan jadwal distribusi.</p><p><div>[adsense]</div>Menurutnya, pengelolaan yang baik akan menentukan efisiensi penggunaan bahan pangan serta menjaga konsistensi standar keamanan dan kualitas gizi di setiap titik penyaluran.</p><p>&quot;Tata kelola dapur yang baik, mulai dari perencanaan menu, penentuan sumber bahan baku, hingga jadwal distribusi akan menentukan bagaimana kebutuhan penggunaan bahan baku pangan sekaligus seberapa konsisten standar keamanan dan kualitas gizi bisa dipertahankan di setiap titik penyaluran,&quot; kata Alfi dalam kegiatan Peningkatan Tata Kelola SPPG untuk Jaminan Mutu <a href="https://www.buseronline.com/tag/mbg/" target="_blank">MBG</a> dan Stabilitas Harga Pangan <a href="https://www.buseronline.com/tag/sumut/" target="_blank">Sumut</a> 2026 di Asrama Haji <a href="https://www.buseronline.com/tag/medan/" target="_blank">Medan</a>, pada 18 September 2026.</p><p><div>[adsense]</div>Alfi mengatakan <a href="https://www.buseronline.com/tag/tpid/" target="_blank">TPID</a> <a href="https://www.buseronline.com/tag/sumut/" target="_blank">Sumut</a> mendukung penguatan tata kelola SPPG, termasuk dengan mendorong keterlibatan petani, peternak, nelayan, UMKM dan pelaku usaha pangan lokal dalam rantai pasok <a href="https://www.buseronline.com/tag/mbg/" target="_blank">MBG</a>.</p><p>Pelibatan tersebut, kata dia, tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan bahan pangan program <a href="https://www.buseronline.com/tag/mbg/" target="_blank">MBG</a>, tetapi juga dapat menjaga kestabilan harga serta menggerakkan perekonomian masyarakat daerah.</p><p><div>[adsense]</div>&quot;Dengan begitu, manfaat <a href="https://www.buseronline.com/tag/mbg/" target="_blank">MBG</a> tidak hanya dirasakan dari sisi pemenuhan gizi, tetapi juga mampu menggerakkan perekonomian masyarakat daerah,&quot; ujarnya.</p><p>Selain ketersediaan bahan pangan, aspek mutu dan keamanan makanan juga menjadi perhatian. Alfi menegaskan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) tidak boleh sekadar menjadi persyaratan administratif.</p><p><div>[adsense]</div>Ia meminta standar higiene dan sanitasi diterapkan sebagai budaya kerja di setiap SPPG, mulai dari pemilihan bahan pangan, penyimpanan, pengolahan, kebersihan peralatan hingga proses distribusi.</p><p>&quot;Kualitas harus dijaga sejak awal proses, bukan hanya diperiksa ketika makanan sudah siap disajikan,&quot; tegasnya.</p><p><div>[adsense]</div>Alfi juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah kabupaten/kota, sektor kesehatan dan pendidikan, dunia usaha serta akademisi dalam mendukung keberhasilan program <a href="https://www.buseronline.com/tag/mbg/" target="_blank">MBG</a>.</p><p>Optimalisasi pangan lokal juga perlu dilakukan dengan melibatkan petani, peternak, nelayan dan UMKM sebagai bagian dari rantai pasok SPPG.</p><p><div>[adsense]</div><hr>&quot;Kerjakan amanah ini dengan disiplin, ketelitian, integritas, dan hati. Setiap makanan yang disiapkan adalah makanan untuk keluarga kita sendiri,&quot; pesannya.</p><p><div>[adsense]</div>Sementara itu, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi <a href="https://www.buseronline.com/tag/sumut/" target="_blank">Sumut</a>, Iman Gunadi, mengatakan program <a href="https://www.buseronline.com/tag/mbg/" target="_blank">MBG</a> memiliki peran strategis dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pemenuhan kebutuhan gizi.</p><p>Namun, meningkatnya kebutuhan pangan untuk mendukung program tersebut perlu diantisipasi agar pertumbuhan permintaan tetap sejalan dengan ketersediaan pasokan dan stabilitas harga.</p><p><div>[adsense]</div>&quot;Besarnya kebutuhan pangan dalam pelaksanaan program ini dapat menjadi penggerak ekonomi yang menghubungkan kebutuhan konsumsi dengan potensi produksi lokal. Namun, peningkatan permintaan tersebut perlu dikelola secara cermat agar tidak menimbulkan tekanan terhadap keseimbangan pasokan dan harga pangan,&quot; kata Iman.</p><p>Menurutnya, diversifikasi menu, pemanfaatan pangan lokal serta penguatan tata kelola dan rantai pasok menjadi langkah penting agar program <a href="https://www.buseronline.com/tag/mbg/" target="_blank">MBG</a> dapat berjalan beriringan dengan upaya menjaga stabilitas harga dan ketahanan pangan daerah. (P3)</p><p><div>[adsense]</div></p>]]></content>
            <enclosure url="https://www.buseronline.com/cdn/https://www.buseronline.com/cdn/uploads/images/2026/09/76dc611d6ebaafc66cc0879c71b5db5c_whatsapp-image-20260919-at-221155.jpeg" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.buseronline.com/ekonomi/102312/tpid-sumut-dorong-penguatan-tata-kelola-sppg-untuk-jaga-mutu-mbg-dan-stabilitas-harga-pangan/</link>
            <author><![CDATA[arie]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Indonesia Siapkan 20 Kompetitor untuk WorldSkills Competition 2026 di Shanghai</guid>
            <pubDate>Sun, 20 Sep 2026 15:50:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Indonesia Siapkan 20 Kompetitor untuk WorldSkills Competition 2026 di Shanghai]]></title>
            <description><![CDATA[Jakarta (buseronline.com)  Indonesia terus mematangkan persiapan menghadapi WorldSkills Competition (WSC) 2026 yang akan berlangsung di Sha]]></description>
            <content><![CDATA[<p>Jakarta (buseronline.com) - Indonesia terus mematangkan persiapan menghadapi <a href="https://www.buseronline.com/tag/worldskills-competition/" target="_blank">WorldSkills Competition</a> (WSC) 2026 yang akan berlangsung di <a href="https://www.buseronline.com/tag/shanghai/" target="_blank">Shanghai</a>, Republik Rakyat Tiongkok.</p><p><div>[adsense]</div>Dilansir dari laman Kemendikdasmen, sebanyak 20 kompetitor dan 17 expert disiapkan untuk membawa nama Indonesia dalam kompetisi keterampilan vokasi tingkat dunia tersebut.</p><p>Para kompetitor berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari siswa dan alumni SMK hingga peserta dari institusi pendidikan dan mitra industri.</p><p><div>[adsense]</div>Mereka telah menjalani pembinaan intensif yang tidak hanya berfokus pada kemampuan teknis, tetapi juga mental, kedisiplinan, fokus, dan ketelitian. Persiapan teknis dimulai melalui Competition Preparation Week pada Februari 2026.</p><p>Selanjutnya, para kompetitor mengikuti berbagai simulasi yang dibuat menyerupai kondisi pertandingan sebenarnya agar terbiasa menghadapi tekanan waktu, standar kerja, serta tuntutan presisi dalam kompetisi.</p><p><div>[adsense]</div>Salah satu kompetitor Indonesia, Kanya Anggrek Gunawan, alumnus SMK Raden Umar Said (RUS) Kudus, Jawa Tengah, akan berlaga di bidang 3D Game Art. Ia mengaku bangga sekaligus antusias mendapat kesempatan mewakili Indonesia.</p><p>&quot;Persiapan yang kami jalani cukup panjang dan banyak hal yang saya pelajari, bukan hanya tentang kompetensi, tetapi juga bagaimana menjaga fokus, disiplin, dan mental dalam menghadapi kompetisi,&quot; ujar Kanya di Jakarta, pada 15 September 2026.</p><p><div>[adsense]</div>Kanya berharap seluruh persiapan yang telah dilakukan dapat membantunya tampil maksimal dan memberikan hasil terbaik bagi Indonesia.</p><p>Bidang 3D Game Art menjadi tantangan tersendiri bagi Kanya karena merupakan bidang yang untuk pertama kalinya diikuti Indonesia dalam ajang tersebut.</p><p><div>[adsense]</div>Sementara itu, kompetitor bidang Auto Body Repair, Dewangga Pratama Putra dari SMK Krian 2 Sidoarjo, Jawa Timur, telah menjalani persiapan sekitar enam bulan bersama industri.</p><p>Pelatihan dilakukan di dua lokasi dengan dukungan peralatan dan lingkungan yang disesuaikan dengan kebutuhan kompetisi.</p><p><div>[adsense]</div>&quot;Untuk target saya, yang paling utama adalah Gold Medal, tapi yang paling minimum adalah Medal of Excellence,&quot; kata Dewangga.</p><p>Ia berharap keterampilan yang diperoleh selama persiapan dan kompetisi nantinya dapat dibagikan kepada siswa di sekolahnya. Menurutnya, pengalaman tersebut penting untuk mendorong munculnya generasi penerus di bidang auto body repair.</p><p><div>[adsense]</div>Persiapan juga dilakukan oleh tim Robot Systems Integration. Ekspert bidang tersebut, Reza Pahlevi, mengatakan tim yang didampinginya merupakan juara pertama ASEAN Skills 2025 di Filipina.</p><p>Menjelang WSC 2026, tim menjalani pelatihan selama sekitar tiga hingga empat bulan di training center industri. Menurut Reza, bidang Robot Systems Integration semakin penting seiring perkembangan robotik dan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI).</p><p><div>[adsense]</div>&quot;Kalau kita tidak meng-upskilling, tidak me-reskilling kita, kita akan ketinggalan zaman, ketinggalan teknologi yang nantinya akan diambil oleh AI dan robotik yang ada di dunia. Jadi, kita harus persiapkan ke era baru yaitu robotik dan AI,&quot; ujarnya.</p><p>Reza optimistis timnya mampu memberikan hasil terbaik di <a href="https://www.buseronline.com/tag/shanghai/" target="_blank">Shanghai</a>. Meski terdapat keterbatasan penggunaan peralatan yang sama persis dengan perangkat kompetisi, pelatihan terus dilakukan agar kompetitor mampu beradaptasi dengan kondisi pertandingan.</p><p><div>[adsense]</div>&quot;Targetnya di WorldSkills 2026 ini, tetap kita optimistis kita bisa bawa pulang emas pertama untuk Indonesia tahun ini di bidang Robot Systems Integration,&quot; katanya.</p><p><div>[adsense]</div><hr>Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq berharap kontingen Indonesia dapat menunjukkan kemampuan terbaik sekaligus membawa pulang pengalaman yang dapat dibagikan kepada masyarakat pendidikan dan vokasi di Indonesia.</p><p><div>[adsense]</div>Fajar menekankan bahwa keberhasilan dalam kompetisi tidak hanya ditentukan oleh perolehan medali. Menurutnya, proses pembinaan, pengalaman, serta mentalitas yang terbentuk selama mengikuti kompetisi juga menjadi bagian penting dari sebuah keberhasilan.</p><p>&quot;Juara itu bukan semata-mata kita ranking 1, ranking 2, atau ranking 3, ataupun tidak semata-mata kita meraih medali atau tidak, tetapi itu juara menyangkut soal mentalitas, menyangkut soal cara pandang hidup,&quot; ujarnya.</p><p><div>[adsense]</div>Ia berpesan kepada seluruh kontingen agar tetap bangga dengan proses yang telah dilalui dan membawa pulang pengetahuan serta pengalaman dari <a href="https://www.buseronline.com/tag/shanghai/" target="_blank">Shanghai</a> untuk ditularkan kepada komunitas pendidikan dan vokasi di tanah air.</p><p>&quot;Apa pun hasilnya, pulanglah kembali ke tanah air dengan kebanggaan, dengan tanggung jawab bahwa apa yang telah dicapai di <a href="https://www.buseronline.com/tag/shanghai/" target="_blank">Shanghai</a>, apa yang telah dilihat dan dipelajari di <a href="https://www.buseronline.com/tag/shanghai/" target="_blank">Shanghai</a> itu perlu ditularkan, disebarkan di Indonesia, terutama di komunitas masing-masing,&quot; pungkasnya. (R)</p><p><div>[adsense]</div></p>]]></content>
            <enclosure url="https://www.buseronline.com/cdn/https://www.buseronline.com/cdn/uploads/images/2026/09/2723d092b63885e0d7c260cc007e8b9d_whatsapp-image-20260919-at-221152.jpeg" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.buseronline.com/pendidikan/102311/indonesia-siapkan-20-kompetitor-untuk-worldskills-competition-2026-di-shanghai/</link>
            <author><![CDATA[arie]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Kemenkes Luncurkan Playbook Respons Cepat Tangani Hoaks Kesehatan</guid>
            <pubDate>Sun, 20 Sep 2026 15:10:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Kemenkes Luncurkan Playbook Respons Cepat Tangani Hoaks Kesehatan]]></title>
            <description><![CDATA[Jakarta (buseronline.com)  Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memperkuat sistem penanganan hoaks kesehatan dengan meluncurkan Playbook Respon]]></description>
            <content><![CDATA[<p><a href="https://www.buseronline.com/tag/jakarta/" target="_blank">Jakarta</a> (buseronline.com) - Kementerian Kesehatan (<a href="https://www.buseronline.com/tag/kemenkes/" target="_blank">Kemenkes</a>) memperkuat sistem penanganan hoaks kesehatan dengan meluncurkan Playbook Respons Cepat Penanganan Hoaks Kesehatan.</p><p><div>[adsense]</div>Dilansir dari laman Kemkes, langkah tersebut dilakukan untuk menghadapi penyebaran disinformasi kesehatan yang semakin masif dan berpotensi memengaruhi keputusan masyarakat dalam menjaga kesehatan.</p><p>Wakil Menteri Kesehatan RI Prof Dante Saksono Harbuwono mengatakan, pola konvensional dalam menangani disinformasi tidak lagi cukup untuk menghadapi perkembangan penyebaran hoaks saat ini.</p><p><div>[adsense]</div>Hal tersebut disampaikan Dante saat meresmikan Playbook Penanganan Hoaks Kesehatan dalam Lokakarya Penanganan Hoaks Kesehatan Nasional di Auditorium Dr J Leimena, Gedung Adhyatma Kementerian Kesehatan, pada 17 September 2026.</p><p>"Kementerian Kesehatan terus memperkuat sistem penanganan hoaks, mulai dari penataan regulasi dan tata kelola, penguatan koordinasi lintas sektor, pengembangan kanal penanganan hoaks yang terintegrasi, hingga penyusunan Playbook Respons Cepat Penanganan Hoaks Kesehatan," ujar Dante.</p><p><div>[adsense]</div>Menurutnya, playbook tersebut menjadi instrumen untuk mengubah pola penanganan hoaks yang selama ini bersifat ad hoc menjadi mekanisme yang lebih terstruktur dan terorganisasi.</p><p>&quot;Playbook ini adalah instrumen untuk mewujudkan cara kerja yang lebih terstruktur, dari yang selama ini masih ad hoc menjadi mekanisme,&quot; katanya.</p><p><div>[adsense]</div><a href="https://www.buseronline.com/tag/kemenkes/" target="_blank">Kemenkes</a> menilai penanganan hoaks semakin penting karena disinformasi dapat berdampak langsung terhadap perilaku kesehatan masyarakat.</p><p>Sepanjang 2025 hingga 2026, <a href="https://www.buseronline.com/tag/kemenkes/" target="_blank">Kemenkes</a> mencatat adanya wabah atau kejadian luar biasa (KLB) campak di sejumlah daerah yang mengakibatkan 72 anak meninggal dunia.</p><p><div>[adsense]</div>Selain campak, penyakit polio yang dapat menyebabkan lumpuh layu akut juga kembali mewabah di Papua, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.</p><p><a href="https://www.buseronline.com/tag/kemenkes/" target="_blank">Kemenkes</a> menyebut penurunan kekebalan masyarakat menjadi salah satu kondisi yang memungkinkan virus menyebar lebih cepat.</p><p><div>[adsense]</div>Penyakit tersebut dapat menyebabkan kesakitan, disabilitas permanen, hingga kematian. Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah penurunan cakupan imunisasi anak secara beruntun.</p><p>Data Direktorat Pengelolaan Imunisasi <a href="https://www.buseronline.com/tag/kemenkes/" target="_blank">Kemenkes</a> menunjukkan cakupan imunisasi nasional turun dari 95 persen pada 2023 menjadi 87 persen pada 2024 dan 80 persen pada 2025.</p><p><div>[adsense]</div>Untuk membangun perlindungan masyarakat, cakupan imunisasi minimal 90&ndash;95 persen secara universal dan merata hingga tingkat kabupaten/kota diperlukan.</p><p>Penurunan cakupan imunisasi tersebut juga dikaitkan dengan maraknya penyebaran hoaks kesehatan, mulai dari isu imunisasi, tuberkulosis (TB), air susu ibu (ASI), hingga informasi mengenai vitamin dan suplemen.</p><p><div>[adsense]</div>Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mencatat hoaks kesehatan sebagai salah satu kategori dengan jumlah sebaran yang tinggi.</p><p>Sepanjang Agustus 2018 hingga September 2026, terdeteksi sebanyak 2.622 hoaks kesehatan yang beredar di berbagai platform digital. Isu imunisasi menjadi salah satu topik dengan jumlah hoaks tertinggi.</p><p><div>[adsense]</div>Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik <a href="https://www.buseronline.com/tag/kemenkes/" target="_blank">Kemenkes</a>, Aji Muhawarman, mengatakan dampak hoaks tidak hanya berkaitan dengan pemahaman dan opini masyarakat, tetapi juga dapat memengaruhi keputusan dan tindakan seseorang.</p><p>"Hoaks ini tidak hanya memengaruhi pemahaman atau opini, tapi juga sudah membuat orang membuat keputusan yang salah dan bertindak yang salah. Hoaks itu bisa menyebabkan kesakitan, kecacatan bahkan kematian," ujar Aji.</p><p><div>[adsense]</div>Untuk mempercepat penanganan, <a href="https://www.buseronline.com/tag/kemenkes/" target="_blank">Kemenkes</a> bersama Komdigi dan Pokja RCCE telah menyiapkan infrastruktur serta mekanisme terpadu untuk merespons isu kesehatan secara cepat dan terukur.</p><p><div>[adsense]</div><hr><a href="https://www.buseronline.com/tag/kemenkes/" target="_blank">Kemenkes</a> juga telah memetakan peran lintas fungsi di kementerian dan lembaga, termasuk pembagian tugas, hasil yang diharapkan, waktu pelaksanaan, serta standar operasional prosedur (SOP).</p><p><div>[adsense]</div>Selain itu, <a href="https://www.buseronline.com/tag/kemenkes/" target="_blank">Kemenkes</a> tengah menyiapkan microsite yang akan menjadi kanal pelaporan hoaks sekaligus menyediakan informasi dan konten terbaru hasil penanganan tim respons.</p><p>"Jadi nanti microsite ini bisa untuk di sisi hulu untuk orang melaporkan, ada juga nanti di sisi hilir orang bisa mendapatkan artikel-artikel terbaru atau konten-konten terkini yang memang kita sudah lakukan oleh tim respons," kata Aji.</p><p><div>[adsense]</div><a href="https://www.buseronline.com/tag/kemenkes/" target="_blank">Kemenkes</a> berharap peluncuran Playbook Respons Cepat Penanganan Hoaks Kesehatan dapat membuat respons terhadap disinformasi menjadi lebih cepat, terukur, dan terkoordinasi.</p><p>Masyarakat juga diimbau untuk tidak langsung mempercayai informasi kesehatan yang beredar di media sosial. Setiap informasi perlu disaring dan dibandingkan dengan sumber resmi serta fakta berbasis ilmiah.</p><p><div>[adsense]</div>Langkah tersebut diharapkan dapat membantu memutus rantai penyebaran hoaks sekaligus melindungi masyarakat dari dampak keputusan kesehatan yang keliru. (R)</p><p><div>[adsense]</div></p>]]></content>
            <enclosure url="https://www.buseronline.com/cdn/https://www.buseronline.com/cdn/uploads/images/2026/09/903ce9225fca3e988c2af215d4e544d3_whatsapp-image-20260919-at-221151.jpeg" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.buseronline.com/kesehatan/102310/kemenkes-luncurkan-playbook-respons-cepat-tangani-hoaks-kesehatan/</link>
            <author><![CDATA[arie]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Indonesia Kirim 20 Kompetitor ke WorldSkills Competition 2026 di Shanghai</guid>
            <pubDate>Sun, 20 Sep 2026 14:20:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Indonesia Kirim 20 Kompetitor ke WorldSkills Competition 2026 di Shanghai]]></title>
            <description><![CDATA[Jakarta (buseronline.com)  Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI melepas kontingen Indonesia yang akan berlaga dala]]></description>
            <content><![CDATA[<p>Jakarta (buseronline.com) - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (<a href="https://www.buseronline.com/tag/kemendikdasme/" target="_blank">Kemendikdasme</a>n) RI melepas kontingen Indonesia yang akan berlaga dalam <a href="https://www.buseronline.com/tag/worldskills-competition/" target="_blank">WorldSkills Competition</a> (WSC) ke-48 di Shanghai, Republik Rakyat Tiongkok.</p><p><div>[adsense]</div>Dilansir dari laman <a href="https://www.buseronline.com/tag/kemendikdasme/" target="_blank">Kemendikdasme</a>n, Indonesia mengirimkan sebanyak 20 kompetitor yang akan bertanding dalam 17 bidang keahlian. Selain itu, sebanyak 17 eksper (expert) turut disiapkan untuk menjalankan fungsi teknis dan penilaian selama kompetisi berlangsung.</p><p>Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) RI Fajar Riza Ul Haq mengatakan, keikutsertaan Indonesia dalam WSC bukan hanya menjadi kesempatan untuk meraih prestasi, tetapi juga menjadi momentum untuk mengukur kualitas pendidikan vokasi Indonesia dengan perkembangan keterampilan dan teknologi di tingkat dunia.</p><p><div>[adsense]</div>&quot;Ajang di Shanghai nanti akan menjadi semacam standardisasi dari kualitas pendidikan vokasi yang ada di Indonesia,&quot; ujar Fajar di Jakarta, pada 15 September 2026.</p><p>Menurut Fajar, berbagai bidang yang dipertandingkan dalam WSC dapat memberikan gambaran mengenai jenis keahlian yang akan dibutuhkan di masa mendatang.</p><p><div>[adsense]</div>Karena itu, pendidikan vokasi Indonesia perlu terus beradaptasi agar tetap relevan dengan perkembangan dunia kerja, termasuk di tengah kemajuan kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI).</p><p>&quot;Dari cabang-cabang yang dipertandingkan di Shanghai, saya rasa kita bisa meneropong bahwa prodi-prodi atau keahlian-keahlian yang akan relevan di masa depan itu apa dan saya rasa itu harus direspons oleh pendidikan vokasi di Indonesia,&quot; katanya.</p><p><div>[adsense]</div>Fajar menambahkan, perkembangan AI tidak serta-merta menghilangkan kebutuhan terhadap tenaga kerja dengan keterampilan teknis. Sejumlah bidang seperti kelistrikan, plumbing, bangunan, dan konstruksi masih menjadi bagian dari kompetisi WSC.</p><p>&quot;Di tengah gempuran kecerdasan buatan, pekerjaan-pekerjaan yang sifatnya teknis itu masih punya tempat,&quot; ujarnya.</p><p><div>[adsense]</div>Sementara itu, Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus (Dirjen Dikmen Diksus) Tatang Muttaqin mengatakan, para anggota kontingen Indonesia telah menjalani proses persiapan dan pelatihan yang panjang.</p><p>Para kompetitor berasal dari murid dan alumni SMK serta talenta dari berbagai institusi mitra industri. Mereka menjalani pelatihan selama enam bulan hingga mendekati satu tahun melalui proses seleksi dan pembinaan yang ketat.</p><p><div>[adsense]</div>&quot;Mereka berangkat bukan sekadar membawa koper. Namun, mereka membawa nama Indonesia. Mereka juga tidak datang dengan tiba-tiba, ada latihan yang cukup panjang, dengan seleksi yang ketat, ada perjuangan, ada kesalahan yang berulang kali dilakukan sampai pada titik menjadi ahli,&quot; kata Tatang.</p><p>Menurut Tatang, WSC merupakan panggung keterampilan terbesar di dunia yang menuntut peserta memiliki kemampuan presisi, kecepatan, kreativitas, sekaligus mampu memenuhi standar dan tolok ukur keterampilan dunia.</p><p><div>[adsense]</div>Ia berharap para peserta tidak hanya menjadikan medali sebagai tujuan utama dalam kompetisi di Shanghai.</p><p><div>[adsense]</div><hr>&quot;Tentu kita ingin medali, tapi jangan hanya pulang membawa medali. Pulanglah membawa pengalaman, pulanglah membawa teknologi, pulanglah membawa standar dunia,&quot; tegasnya.</p><p><div>[adsense]</div>Tatang mengatakan, pengalaman yang diperoleh para kompetitor dan eksper selama mengikuti WSC di Shanghai diharapkan dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi pengembangan pendidikan vokasi di Indonesia.</p><p>Menurutnya, keberhasilan kontingen Indonesia bukan hanya ketika mampu meraih prestasi di podium, tetapi juga ketika pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan pelatihan bagi jutaan murid SMK di Tanah Air.</p><p><div>[adsense]</div>&quot;Karena kemenangan terbesar bukan hanya ketika merah putih berkibar di podium. Kemenangan terbesar adalah ketika pengalaman dari Shanghai mengubah cara kita mendidik dan melatih jutaan murid SMK di tanah air,&quot; pungkasnya. (R)</p><p><div>[adsense]</div></p>]]></content>
            <enclosure url="https://www.buseronline.com/cdn/https://www.buseronline.com/cdn/uploads/images/2026/09/f899139df5e1059396431415e770c6dd_whatsapp-image-20260919-at-221153.jpeg" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.buseronline.com/pendidikan/102309/indonesia-kirim-20-kompetitor-ke-worldskills-competition-2026-di-shanghai/</link>
            <author><![CDATA[arie]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Rico Waas: Pembinaan UMKM Harus Ciptakan Pelaku Usaha Mandiri dan Berpenghasilan</guid>
            <pubDate>Sun, 20 Sep 2026 13:25:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Rico Waas: Pembinaan UMKM Harus Ciptakan Pelaku Usaha Mandiri dan Berpenghasilan]]></title>
            <description><![CDATA[Medan (buseronline.com)  Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menegaskan pembinaan terhadap pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UM]]></description>
            <content><![CDATA[<p>Medan (buseronline.com) - Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menegaskan pembinaan terhadap pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (<a href="https://www.buseronline.com/tag/umkm/" target="_blank">UMKM</a>) di Kota Medan tidak boleh berhenti pada pemberian pelatihan.</p><p><div>[adsense]</div>Pembinaan harus mampu menciptakan pelaku usaha yang mandiri sekaligus menghasilkan pendapatan secara berkelanjutan.</p><p>Hal itu disampaikan <a href="https://www.buseronline.com/tag/rico-waas/" target="_blank">Rico Waas</a> saat menerima audiensi jajaran pengurus Mercy Corps Indonesia di Rumah Dinas Wali Kota Medan, pada 18 September 2026.</p><p><div>[adsense]</div>Rico mengatakan, Pemko Medan berkomitmen melakukan perubahan terhadap pola pembinaan <a href="https://www.buseronline.com/tag/umkm/" target="_blank">UMKM</a> dengan menerapkan pendampingan secara menyeluruh dari hulu hingga hilir (end-to-end).</p><p>Menurutnya, pelaku <a href="https://www.buseronline.com/tag/umkm/" target="_blank">UMKM</a> harus mendapatkan pendampingan mulai dari tahap awal membangun usaha, menentukan model bisnis, menjalankan operasional, hingga mampu menghasilkan pendapatan.</p><p><div>[adsense]</div>&quot;Yang terpenting dalam membantu <a href="https://www.buseronline.com/tag/umkm/" target="_blank">UMKM</a> ialah secara end-to-end, artinya kita harus menyiapkan role model bisnisnya. Ke depan saya tidak ingin hanya memberikan pelatihan saja, tetapi harus kita siapkan mulai dari awal membuka usaha hingga menghasilkan income,&quot; ujar Rico.</p><p>Ia menambahkan, perhatian pemerintah tidak hanya ditujukan kepada pelaku <a href="https://www.buseronline.com/tag/umkm/" target="_blank">UMKM</a> yang sudah menjalankan usaha. Masyarakat yang belum memiliki usaha namun memiliki keinginan untuk berwirausaha juga harus mendapatkan pendampingan.</p><p><div>[adsense]</div>Rico meminta perangkat daerah dan para pemangku kepentingan terkait untuk membimbing calon pelaku usaha sejak menentukan ide bisnis, menyusun sistem operasional, hingga mendapatkan akses permodalan.</p><p>&quot;Masyarakat yang ingin memulai usaha perlu dibimbing sejak tahap penentuan ide bisnis, penyusunan sistem operasional, hingga akses permodalan,&quot; katanya.</p><p><div>[adsense]</div>Sementara itu, Program Director Mercy Corps Indonesia Andi Ikhwan menjelaskan, audiensi tersebut bertujuan memaparkan capaian program pada tahun pertama sekaligus menyampaikan rencana agenda diseminasi pembelajaran bagi pelaku <a href="https://www.buseronline.com/tag/umkm/" target="_blank">UMKM</a>.</p><p>Kegiatan tersebut rencananya akan dilaksanakan pada 30 September mendatang. &quot;Program pelatihan ini dirancang untuk memperkuat kapasitas wirausaha lokal, dengan fokus utama pada pengelolaan keuangan dan akses pembiayaan,&quot; jelas Andi.</p><p><div>[adsense]</div>Andi berharap Wali Kota Medan dapat hadir dalam kegiatan tersebut.</p><p>Turut mendampingi Wali Kota Medan dalam audiensi tersebut Ketua TP PKK Kota Medan Ny Airin <a href="https://www.buseronline.com/tag/rico-waas/" target="_blank">Rico Waas</a>, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Citra Effendi Capah, serta Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan Kota Medan Hendra Ridho Gunawan Siregar. (P3)</p><p><div>[adsense]</div></p>]]></content>
            <enclosure url="https://www.buseronline.com/cdn/https://www.buseronline.com/cdn/uploads/images/2026/09/e00da03b685a0dd18fb6a08af0923de0_whatsapp-image-20260919-at-221154.jpeg" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.buseronline.com/ekonomi/102308/rico-waas-pembinaan-umkm-harus-ciptakan-pelaku-usaha-mandiri-dan-berpenghasilan/</link>
            <author><![CDATA[arie]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">KPK Minta Pengendalian Gratifikasi di Kampus Tak Sekadar Seremonial</guid>
            <pubDate>Sun, 20 Sep 2026 12:30:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[KPK Minta Pengendalian Gratifikasi di Kampus Tak Sekadar Seremonial]]></title>
            <description><![CDATA[Malang (buseronline.com)  Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendorong perguruan tinggi memastikan Program Pengendalian Gratifikasi (PPG) t]]></description>
            <content><![CDATA[<p>Malang (buseronline.com) - Komisi Pemberantasan Korupsi (<a href="https://www.buseronline.com/tag/kpk/" target="_blank">KPK</a>) mendorong perguruan tinggi memastikan Program Pengendalian Gratifikasi (<a href="https://www.buseronline.com/tag/ppg/" target="_blank">PPG</a>) tidak berhenti pada pencanangan dan sosialisasi.</p><p><div>[adsense]</div>Dilansir dari laman <a href="https://www.buseronline.com/tag/kpk/" target="_blank">KPK</a>, program tersebut harus benar-benar diterapkan dalam tata kelola dan kehidupan sehari-hari di lingkungan kampus.</p><p>Ketua <a href="https://www.buseronline.com/tag/kpk/" target="_blank">KPK</a> Setyo Budiyanto mengatakan, pengendalian gratifikasi harus mencakup kemampuan perguruan tinggi dalam mengenali risiko, menerima dan mengelola laporan, memberikan tindak lanjut, hingga membangun budaya integritas di kalangan sivitas akademika.</p><p><div>[adsense]</div>Hal itu disampaikan Setyo dalam pencanangan piloting atau program percontohan <a href="https://www.buseronline.com/tag/ppg/" target="_blank">PPG</a> bagi perguruan tinggi negeri (<a href="https://www.buseronline.com/tag/ptn/" target="_blank">PTN</a>) dan perguruan tinggi keagamaan negeri (PTKN) di Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, Jawa Timur, pada 17 September 2026.</p><p>Program percontohan tersebut melibatkan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dan Universitas Brawijaya sebagai perguruan tinggi yang menjadi ruang awal implementasi pengendalian gratifikasi dengan pendampingan <a href="https://www.buseronline.com/tag/kpk/" target="_blank">KPK</a> bersama kementerian terkait.</p><p><div>[adsense]</div>Setyo menegaskan, pencanangan merupakan bagian formal dalam memulai program. Namun, keberhasilan program justru ditentukan oleh implementasi dan dampaknya terhadap tata kelola perguruan tinggi.</p><p>&quot;Pencanangan memang formalitas, tetapi implementasinya, pelaksanaannya, yang paling penting,&quot; ujar Setyo.</p><p><div>[adsense]</div>Menurutnya, pengendalian gratifikasi tidak akan memberikan manfaat apabila hanya diwujudkan dalam dokumen, sosialisasi, atau mekanisme pelaporan tanpa adanya tindak lanjut.</p><p>&quot;Kalau kita hanya mengandalkan program pengendalian gratifikasi, kemudian hanya mengandalkan atau cuma sekadar menunggu laporan, maka ini menjadi barang mati. Fisiknya ada, tapi kemudian tidak ada dampaknya,&quot; katanya.</p><p><div>[adsense]</div>Setyo menjelaskan, gratifikasi di lingkungan perguruan tinggi dapat hadir dalam berbagai bentuk dan tidak selalu berupa uang. Pemberian fasilitas, tiket perjalanan, maupun pemberian lainnya perlu diperhatikan, terutama jika berkaitan dengan jabatan atau kewenangan seseorang.</p><p>Ia mengatakan, pemberian dalam kehidupan sosial terkadang dipandang sebagai tanda terima kasih. Namun, ketika pemberian tersebut berkaitan dengan jabatan, perlu kehati-hatian untuk membedakan pemberian yang diperbolehkan dengan gratifikasi yang berpotensi menjadi persoalan hukum.</p><p><div>[adsense]</div><hr>&quot;Gratifikasi ini kalau dikaitkan dengan adat ketimuran, seringkali beda-beda tipis antara tanda terima kasih dengan versi suap yang sebenarnya diberikan secara terang-terangan,&quot; jelasnya.</p><p><div>[adsense]</div>Karena itu, perguruan tinggi perlu melakukan pemetaan terhadap berbagai potensi gratifikasi, termasuk pemberian yang disampaikan secara tidak langsung melalui keluarga maupun teman.</p><p>Setyo juga menekankan bahwa pengendalian gratifikasi harus menjadi bagian dari tata kelola perguruan tinggi secara menyeluruh.</p><p><div>[adsense]</div>Kampus tidak cukup hanya memiliki mekanisme pelaporan, tetapi harus mampu menindaklanjuti laporan, mencari solusi, memberikan sanksi sesuai ketentuan apabila diperlukan, serta mencegah persoalan serupa terulang.</p><p>&quot;Karena apa? Yang jalan nanti sistem atau ekosistemnya yang akan jalan. Tata kelolanya yang akan berubah menjadi akan lebih baik lagi,&quot; ujarnya.</p><p><div>[adsense]</div>Setyo mengatakan, program integritas perguruan tinggi dikembangkan dengan memetakan berbagai potensi korupsi dan celah risiko yang ada. Pengendalian gratifikasi menjadi salah satu instrumen untuk mengurangi risiko tersebut.</p><p>Menurutnya, program percontohan di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dan Universitas Brawijaya menjadi kesempatan untuk menguji sistem sekaligus menemukan bagian yang masih perlu diperbaiki.</p><p><div>[adsense]</div>&quot;Syukur-syukur kalau ada cacat, ada kekurangan, ada hal-hal yang belum sempurna, dan saya yakin mungkin belum sempurna. Tapi setidaknya itu bisa segera kita evaluasi,&quot; kata Setyo.</p><p>Ia menambahkan, keberhasilan program membutuhkan keterlibatan seluruh unsur perguruan tinggi. <a href="https://www.buseronline.com/tag/kpk/" target="_blank">KPK</a> tidak mungkin hadir setiap saat di setiap kampus sehingga sistem internal dan ekosistem integritas harus mampu berjalan secara mandiri dan berkelanjutan.</p><p><div>[adsense]</div>Pendidikan juga dinilai memiliki peran penting dalam membangun perilaku antikorupsi. Setyo berharap nilai integritas tidak hanya dipahami sebagai aturan, tetapi menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari.</p><p>&quot;Pendidikan adalah bagian yang menjadi prioritas dan syukur-syukur ini nanti bisa menjadi sebuah pijakan. Bisa menjadi gaya hidup,&quot; ujarnya.</p><p><div>[adsense]</div>Perguruan tinggi memiliki posisi strategis karena menjadi tempat pendidikan bagi calon pemimpin, birokrat, profesional, ilmuwan, dan generasi penerus bangsa. Karena itu, nilai integritas dinilai perlu tercermin dalam pembelajaran, tata kelola, maupun perilaku seluruh sivitas akademika.</p><p>Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Ilfi Nur Diana, menyambut program piloting <a href="https://www.buseronline.com/tag/ppg/" target="_blank">PPG</a> sebagai kesempatan untuk memperkuat sistem integritas yang telah dibangun sekaligus mengidentifikasi ruang perbaikan.</p><p><div>[adsense]</div>Menurut Ilfi, perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mencerdaskan bangsa, tetapi juga membangun integritas melalui sistem, perilaku, keteladanan, dan budaya yang dilakukan secara berkelanjutan.</p><p>&quot;Sebab bagi kami integritas bukanlah sebuah slogan, integritas adalah sistem, perilaku, keteladanan, dan budaya yang harus dibangun secara terus-menerus,&quot; ujar Ilfi.</p><p><div>[adsense]</div><hr>Ia menekankan pentingnya keteladanan pimpinan karena perilaku tersebut dapat dilihat dan dirasakan langsung oleh sivitas akademika, termasuk mahasiswa.</p><p><div>[adsense]</div>Ilfi menegaskan, pengendalian gratifikasi bukan hanya program milik <a href="https://www.buseronline.com/tag/kpk/" target="_blank">KPK</a> atau pimpinan perguruan tinggi, tetapi merupakan tanggung jawab seluruh sivitas akademika.</p><p>&quot;Program ini bukan program milik <a href="https://www.buseronline.com/tag/kpk/" target="_blank">KPK</a>, bukan program milik rektor, tetapi program ini milik kita semua, kita akademisinya,&quot; katanya.</p><p><div>[adsense]</div>Pelaksanaan piloting akan dilanjutkan dengan workshop penyusunan program pengendalian gratifikasi bersama <a href="https://www.buseronline.com/tag/kpk/" target="_blank">KPK</a>.</p><p>Workshop tersebut diharapkan menghasilkan sistem yang dapat diterapkan di lingkungan perguruan tinggi, termasuk mekanisme pengenalan gratifikasi, pengelolaan laporan, penentuan langkah terhadap pemberian, serta tindak lanjut setiap laporan.</p><p><div>[adsense]</div>Program percontohan di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dan Universitas Brawijaya juga diharapkan menjadi ruang pembelajaran untuk mengembangkan model penguatan integritas yang dapat diterapkan di perguruan tinggi lainnya.</p><p>Setyo menyebut pengembangan piloting integritas perguruan tinggi telah dimulai sejak 2022. Berbagai masukan dan kontribusi dari pelaksanaan program tersebut kemudian digunakan untuk memperbaiki tata kelola perguruan tinggi.</p><p><div>[adsense]</div>&quot;Mudah-mudahan setelah ini nanti akan menular, ya, akan menyebar ke kampus-kampus yang lain,&quot; pungkas Setyo. (R)</p><p><div>[adsense]</div></p>]]></content>
            <enclosure url="https://www.buseronline.com/cdn/https://www.buseronline.com/cdn/uploads/images/2026/09/202cb962ac59075b964b07152d234b70_whatsapp-image-20260919-at-2211591.jpeg" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.buseronline.com/hukum/102307/kpk-minta-pengendalian-gratifikasi-di-kampus-tak-sekadar-seremonial/</link>
            <author><![CDATA[arie]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Monza Raih Kemenangan Perdana Serie A, Gustavo Varela Jadi Pahlawan</guid>
            <pubDate>Sun, 20 Sep 2026 11:40:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Monza Raih Kemenangan Perdana Serie A, Gustavo Varela Jadi Pahlawan]]></title>
            <description><![CDATA[Monza (buseronline.com)  Monza akhirnya meraih kemenangan perdana di Serie A musim ini setelah mengalahkan Sassuolo dengan skor 21. Bermai]]></description>
            <content><![CDATA[<p><a href="https://www.buseronline.com/tag/monza/" target="_blank">Monza</a> (buseronline.com) - <a href="https://www.buseronline.com/tag/monza/" target="_blank">Monza</a> akhirnya meraih kemenangan perdana di <a href="https://www.buseronline.com/tag/serie-a/" target="_blank">Serie A</a> musim ini setelah mengalahkan <a href="https://www.buseronline.com/tag/sassuolo/" target="_blank">Sassuolo</a> dengan skor 2-1. Bermain di kandang sendiri, <a href="https://www.buseronline.com/tag/monza/" target="_blank">Monza</a> tampil efektif dan mengamankan tiga poin berkat dua gol Gustavo Varela.</p><div>[adsense]</div><p>Hasil ini menjadi angin segar bagi pelatih Ivan Juric yang sebelumnya berada dalam tekanan setelah <a href="https://www.buseronline.com/tag/monza/" target="_blank">Monza</a> hanya mengoleksi satu poin dari empat pertandingan awal.</p><p><a href="https://www.buseronline.com/tag/monza/" target="_blank">Monza</a> tampil tanpa sejumlah pemain penting, termasuk Patrick Ciurria, Jan Ziolkowski, dan Matteo Pessina. Namun, mereka mendapat tambahan kekuatan dengan kembalinya Ricardo Mangas. Noel Tornqvist juga menjalani debutnya di bawah mistar setelah didatangkan dengan status pinjaman dari Como.</p><div>[adsense]</div><p><a href="https://www.buseronline.com/tag/sassuolo/" target="_blank">Sassuolo</a> sebenarnya datang dengan catatan positif. Mereka mengoleksi tujuh poin dari tiga pertandingan terakhir, termasuk kemenangan atas Juventus. Namun, sejumlah pemain utama harus absen karena cedera.</p><p>Pertandingan berlangsung sengit sejak menit awal. <a href="https://www.buseronline.com/tag/monza/" target="_blank">Monza</a> langsung memberikan tekanan melalui Patrick Cutrone dan Jay Robinson. <a href="https://www.buseronline.com/tag/sassuolo/" target="_blank">Sassuolo</a> kemudian membalas dengan menciptakan beberapa peluang berbahaya.</p><div>[adsense]</div><p>Tornqvist tampil gemilang di bawah mistar <a href="https://www.buseronline.com/tag/monza/" target="_blank">Monza</a>. Kiper debutan tersebut beberapa kali menggagalkan peluang Domenico Berardi, Darryl Bakola, dan Kristian Thorstvedt. Ia bahkan sempat mengalami benturan di bagian dahi saat mengamankan salah satu peluang <a href="https://www.buseronline.com/tag/sassuolo/" target="_blank">Sassuolo</a>.</p><p>Setelah bermain imbang tanpa gol pada babak pertama, <a href="https://www.buseronline.com/tag/monza/" target="_blank">Monza</a> akhirnya memecah kebuntuan. Berawal dari sepak pojok, Gustavo Varela menyambut bola dengan sundulan dari jarak dekat.</p><div>[adsense]</div><p>Arijanet Muric gagal menangkap bola dengan sempurna sehingga bola masuk ke gawang <a href="https://www.buseronline.com/tag/sassuolo/" target="_blank">Sassuolo</a>. <a href="https://www.buseronline.com/tag/monza/" target="_blank">Monza</a> unggul 1-0.</p><p>Keunggulan tersebut bertambah setelah Dany Mota Carvalho dijatuhkan Sebastiano Esposito di dalam kotak penalti. Wasit memberikan hadiah penalti kepada <a href="https://www.buseronline.com/tag/monza/" target="_blank">Monza</a>.</p><div>[adsense]</div><p>Varela kembali menjadi eksekutor. Ia menjalankan tugas dengan tenang dan sukses mencetak gol keduanya untuk membawa <a href="https://www.buseronline.com/tag/monza/" target="_blank">Monza</a> menjauh 2-0.</p><p><a href="https://www.buseronline.com/tag/sassuolo/" target="_blank">Sassuolo</a> berusaha mengejar ketertinggalan. Vasilije Adzic sempat mengancam lewat tendangan yang melambung tipis, sedangkan <a href="https://www.buseronline.com/tag/monza/" target="_blank">Monza</a> hampir mencetak gol ketiga melalui Samuele Birindelli yang tembakannya membentur tiang.</p><div>[adsense]</div><p></p><hr><a href="https://www.buseronline.com/tag/sassuolo/" target="_blank">Sassuolo</a> akhirnya memperkecil ketertinggalan melalui Adzic. Pemain tersebut melepaskan tendangan bebas akurat ke sudut atas gawang <a href="https://www.buseronline.com/tag/monza/" target="_blank">Monza</a> yang gagal diantisipasi Tornqvist.</p><div>[adsense]</div><p>Pada masa injury time, <a href="https://www.buseronline.com/tag/sassuolo/" target="_blank">Sassuolo</a> nyaris menyamakan kedudukan. Sundulan Kieron Bowie setelah menerima umpan silang Adzic hanya membentur bagian atas tiang gawang.</p><p><a href="https://www.buseronline.com/tag/monza/" target="_blank">Monza</a> akhirnya mampu mempertahankan keunggulan hingga pertandingan berakhir. Skor 2-1 memastikan kemenangan pertama mereka di <a href="https://www.buseronline.com/tag/serie-a/" target="_blank">Serie A</a> musim ini sekaligus memberikan tiga poin penting bagi pasukan Ivan Juric. (R)</p><div>[adsense]</div><p></p><p></p><div>[adsense]</div>]]></content>
            <enclosure url="https://www.buseronline.com/cdn/https://www.buseronline.com/cdn/uploads/images/2026/09/0aa1883c6411f7873cb83dacb17b0afc_whatsapp-image-20260919-at-2211571.jpeg" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.buseronline.com/olahraga/102306/monza-raih-kemenangan-perdana-serie-a-gustavo-varela-jadi-pahlawan/</link>
            <author><![CDATA[arie]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Brentford Hancurkan Chelsea 3-0, Igor Thiago Cetak Gol Perdana</guid>
            <pubDate>Sun, 20 Sep 2026 10:45:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Brentford Hancurkan Chelsea 3-0, Igor Thiago Cetak Gol Perdana]]></title>
            <description><![CDATA[London (buseronline.com)  Brentford tampil gemilang dengan menghancurkan Chelsea 30 dalam lanjutan Liga Premier Inggris. Kemenangan terseb]]></description>
            <content><![CDATA[<p>London (buseronline.com) - <a href="https://www.buseronline.com/tag/brentford/" target="_blank">Brentford</a> tampil gemilang dengan menghancurkan Chelsea 3-0 dalam lanjutan Liga Premier Inggris. Kemenangan tersebut diwarnai gol perdana <a href="https://www.buseronline.com/tag/igor-thiago/" target="_blank">Igor Thiago</a> di kompetisi kasta tertinggi Inggris musim ini.</p><p><div>[adsense]</div><a href="https://www.buseronline.com/tag/brentford/" target="_blank">Brentford</a> baru mampu memecah kebuntuan pada menit ke-61. Jaidon Anthony mencatatkan namanya di papan skor melalui sundulan jarak dekat setelah memanfaatkan bola hasil sepak pojok yang sebelumnya disundul Jannik Schuster ke area tiang jauh.</p><p>Chelsea kemudian berusaha keras mengejar ketertinggalan. Namun, tekanan yang diberikan The Blues justru dimanfaatkan <a href="https://www.buseronline.com/tag/brentford/" target="_blank">Brentford</a> untuk melancarkan serangan balik cepat.</p><p><div>[adsense]</div>Pada menit ke-83, Kevin Schade berhasil lolos dari kawalan dan berhadapan dengan kiper Chelsea, Emi Martinez. Tembakan Schade masih mampu ditepis Martinez, tetapi bola muntah langsung disambar <a href="https://www.buseronline.com/tag/igor-thiago/" target="_blank">Igor Thiago</a> ke dalam gawang yang sudah kosong.</p><p>Gol tersebut menjadi gol pertama <a href="https://www.buseronline.com/tag/igor-thiago/" target="_blank">Igor Thiago</a> di Liga Premier musim ini sekaligus menggandakan keunggulan <a href="https://www.buseronline.com/tag/brentford/" target="_blank">Brentford</a> menjadi 2-0.</p><p><div>[adsense]</div><a href="https://www.buseronline.com/tag/brentford/" target="_blank">Brentford</a> kemudian menutup pertandingan dengan gol ketiga pada masa injury time. Pemain pengganti Fabio Carvalho memanfaatkan umpan silang Schade yang sempat membentur pemain Chelsea di tiang jauh.</p><p>Kemenangan telak tersebut mengantarkan <a href="https://www.buseronline.com/tag/brentford/" target="_blank">Brentford</a> naik ke posisi ketiga klasemen sementara. Sementara itu, Chelsea harus menerima hasil mengecewakan.</p><p><div>[adsense]</div>Kekalahan ini memperpanjang catatan tanpa kemenangan The Blues menjadi tiga pertandingan liga secara beruntun, dengan dua laga di antaranya berakhir dengan kekalahan.</p><p>Chelsea juga untuk pertama kalinya gagal mencetak gol sejak Xabi Alonso menangani tim tersebut. Pada babak pertama, pertandingan berjalan relatif hambar.</p><p><div>[adsense]</div>Chelsea memang lebih dominan dalam penguasaan bola, tetapi kedua tim kesulitan menciptakan peluang berbahaya. Peluang terbaik sebelum jeda datang melalui Pedro Neto dan Morgan Rogers.</p><p><div>[adsense]</div><hr>Memasuki babak kedua, tempo pertandingan meningkat. <a href="https://www.buseronline.com/tag/brentford/" target="_blank">Brentford</a> akhirnya berhasil membuka keunggulan setelah pertahanan Chelsea gagal mengantisipasi sepak pojok.</p><p><div>[adsense]</div>Martinez memilih tidak keluar dari sarangnya untuk mengamankan bola sehingga Anthony leluasa menyundul bola menjadi gol.</p><p>Chelsea terus menekan setelah tertinggal. Namun, dominasi penguasaan bola tidak mampu menghasilkan peluang bersih yang berarti.</p><p><div>[adsense]</div>Situasi tersebut justru membuat pertahanan Chelsea rentan terhadap serangan balik. <a href="https://www.buseronline.com/tag/brentford/" target="_blank">Brentford</a> memanfaatkannya dengan baik melalui gol <a href="https://www.buseronline.com/tag/igor-thiago/" target="_blank">Igor Thiago</a> dan Fabio Carvalho untuk memastikan kemenangan 3-0.</p><p>Hasil ini sekaligus menjadi modal penting bagi <a href="https://www.buseronline.com/tag/brentford/" target="_blank">Brentford</a> untuk mempertahankan posisi di papan atas klasemen Liga Premier Inggris. (R)</p><p><div>[adsense]</div></p><p></p><p><div>[adsense]</div></p>]]></content>
            <enclosure url="https://www.buseronline.com/cdn/https://www.buseronline.com/cdn/uploads/images/2026/09/f0935e4cd5920aa6c7c996a5ee53a70f_whatsapp-image-20260919-at-221156.jpeg" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.buseronline.com/olahraga/102305/brentford-hancurkan-chelsea-30-igor-thiago-cetak-gol-perdana/</link>
            <author><![CDATA[arie]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Tampil dengan 10 Pemain, Elche Tumbangkan Espanyol 3-1</guid>
            <pubDate>Sun, 20 Sep 2026 09:50:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Tampil dengan 10 Pemain, Elche Tumbangkan Espanyol 3-1]]></title>
            <description><![CDATA[RCDE (buseronline.com)  Elche meraih kemenangan perdana pada kompetisi LaLiga 2026/2027 setelah secara mengejutkan menumbangkan Espanyol de]]></description>
            <content><![CDATA[<p>RCDE (buseronline.com) - <a href="https://www.buseronline.com/tag/elche/" target="_blank">Elche</a> meraih kemenangan perdana pada kompetisi LaLiga 2026/2027 setelah secara mengejutkan menumbangkan <a href="https://www.buseronline.com/tag/espanyol/" target="_blank">Espanyol</a> dengan skor 3-1 di RCDE Stadium.</p><p><div>[adsense]</div>Kemenangan tersebut terasa istimewa karena <a href="https://www.buseronline.com/tag/elche/" target="_blank">Elche</a> harus mengakhiri pertandingan dengan hanya 10 pemain setelah salah satu pemainnya diganjar kartu merah oleh wasit.</p><p><a href="https://www.buseronline.com/tag/espanyol/" target="_blank">Espanyol</a> yang tampil di hadapan pendukung sendiri langsung berusaha menguasai pertandingan sejak menit awal. Tim tuan rumah tampil agresif dan beberapa kali membangun serangan ke pertahanan <a href="https://www.buseronline.com/tag/elche/" target="_blank">Elche</a>.</p><p><div>[adsense]</div>Namun, lini belakang <a href="https://www.buseronline.com/tag/elche/" target="_blank">Elche</a> mampu bertahan dengan disiplin. Serangan <a href="https://www.buseronline.com/tag/espanyol/" target="_blank">Espanyol</a> berhasil diredam hingga akhirnya tim tamu mampu memecah kebuntuan melalui Fernando Ni&ntilde;o.</p><p>Gol tersebut membuat <a href="https://www.buseronline.com/tag/elche/" target="_blank">Elche</a> tampil lebih percaya diri. Di sisi lain, <a href="https://www.buseronline.com/tag/espanyol/" target="_blank">Espanyol</a> meningkatkan tekanan untuk mencari gol penyeimbang.</p><p><div>[adsense]</div>Situasi berubah ketika <a href="https://www.buseronline.com/tag/elche/" target="_blank">Elche</a> harus bermain dengan 10 pemain. Keunggulan jumlah pemain membuat <a href="https://www.buseronline.com/tag/espanyol/" target="_blank">Espanyol</a> semakin gencar menyerang dan berhasil mencetak gol balasan sehingga memperkecil ketertinggalan menjadi 1-2.</p><p>Meski kehilangan satu pemain, <a href="https://www.buseronline.com/tag/elche/" target="_blank">Elche</a> tidak bermain bertahan sepenuhnya. Mereka memanfaatkan serangan balik cepat untuk mengejutkan pertahanan <a href="https://www.buseronline.com/tag/espanyol/" target="_blank">Espanyol</a>.</p><p><div>[adsense]</div><hr>Germ&aacute;n Valera menjadi salah satu pemain penting dalam skema tersebut. Pergerakannya yang cepat serta kemampuan membuka ruang membuat lini belakang <a href="https://www.buseronline.com/tag/espanyol/" target="_blank">Espanyol</a> kesulitan mengantisipasi serangan balik <a href="https://www.buseronline.com/tag/elche/" target="_blank">Elche</a>. Valera juga mendapat rating 8,8 dari Sofascore.</p><p><div>[adsense]</div><a href="https://www.buseronline.com/tag/elche/" target="_blank">Elche</a> kemudian memastikan kemenangan setelah Fernando Ni&ntilde;o kembali mencatatkan namanya di papan skor. Gol keduanya membuat <a href="https://www.buseronline.com/tag/elche/" target="_blank">Elche</a> unggul 3-1 sekaligus melengkapi brace sang penyerang.</p><p>Skor tersebut bertahan hingga peluit panjang dibunyikan. <a href="https://www.buseronline.com/tag/elche/" target="_blank">Elche</a> pun membawa pulang tiga poin sekaligus mengakhiri tren tanpa kemenangan pada awal musim.</p><p><div>[adsense]</div>Sebaliknya, <a href="https://www.buseronline.com/tag/espanyol/" target="_blank">Espanyol</a> harus menelan kekalahan di kandang sendiri setelah gagal memanfaatkan keunggulan jumlah pemain untuk membalikkan keadaan. (R)</p><p></p><p><div>[adsense]</div></p>]]></content>
            <enclosure url="https://www.buseronline.com/cdn/https://www.buseronline.com/cdn/uploads/images/2026/09/da4fb5c6e93e74d3df8527599fa62642_whatsapp-image-20260919-at-221158.jpeg" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.buseronline.com/olahraga/102304/tampil-dengan-10-pemain-elche-tumbangkan-espanyol-31/</link>
            <author><![CDATA[arie]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Kapolri Minta Keluhan Masyarakat Jadi Peringatan Dini untuk Pembenahan Polri</guid>
            <pubDate>Sun, 20 Sep 2026 08:55:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Kapolri Minta Keluhan Masyarakat Jadi Peringatan Dini untuk Pembenahan Polri]]></title>
            <description><![CDATA[Jakarta (buseronline.com)  Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo meminta jajaran Polri merespons setiap keluhan dan saran masyarakat]]></description>
            <content><![CDATA[<p>Jakarta (buseronline.com) - <a href="https://www.buseronline.com/tag/kapolri/" target="_blank">Kapolri</a> Jenderal Polisi <a href="https://www.buseronline.com/tag/listyo-sigit-prabowo/" target="_blank">Listyo Sigit Prabowo</a> meminta jajaran Polri merespons setiap keluhan dan saran masyarakat secara cepat dan tepat.</p><p><div>[adsense]</div>Pengaduan masyarakat, menurutnya, tidak hanya menjadi bahan penyelesaian masalah, tetapi juga harus dianalisis sebagai sistem peringatan dini (early warning system) untuk mendorong pembenahan institusi.</p><p>Dilansir dari laman Humas Polri, hal itu disampaikan <a href="https://www.buseronline.com/tag/kapolri/" target="_blank">Kapolri</a> saat menghadiri <a href="https://www.buseronline.com/tag/kompolnas/" target="_blank">Kompolnas</a> Awards 2026, pada 17 September 2026.</p><p><div>[adsense]</div>Sigit mengatakan perkembangan media sosial dan era citizen journalism membuat informasi serta aspirasi masyarakat menyebar semakin cepat.</p><p>Kondisi tersebut juga diikuti meningkatnya harapan publik terhadap Polri agar mampu menjalankan tugas secara responsif, transparan, dan akuntabel.</p><p><div>[adsense]</div>&quot;Setiap saran dan keluhan masyarakat perlu ditindaklanjuti secara cepat dan tepat, tidak hanya untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi, tetapi juga dianalisis sebagai sistem peringatan dini atau early warning system,&quot; ujar Sigit.</p><p>Ia menjelaskan, analisis terhadap pengaduan masyarakat penting dilakukan untuk mengetahui pola dan potensi persoalan yang terjadi berulang. Hasil analisis tersebut selanjutnya dapat digunakan sebagai bahan evaluasi dan perbaikan organisasi.</p><p><div>[adsense]</div>Dalam hal ini, Sigit menilai <a href="https://www.buseronline.com/tag/kompolnas/" target="_blank">Kompolnas</a> memiliki posisi strategis sebagai jembatan antara Polri dan masyarakat. Keluhan, aspirasi, serta ekspektasi publik yang diterima <a href="https://www.buseronline.com/tag/kompolnas/" target="_blank">Kompolnas</a> dapat diteruskan menjadi masukan konkret bagi perbaikan kinerja kepolisian.</p><p>&quot;<a href="https://www.buseronline.com/tag/kompolnas/" target="_blank">Kompolnas</a> bertugas mengawasi, memberikan masukan dan saran strategis, serta menerima aduan dari masyarakat untuk diteruskan kepada Polri guna dilakukan perbaikan,&quot; katanya.</p><p><div>[adsense]</div><a href="https://www.buseronline.com/tag/kapolri/" target="_blank">Kapolri</a> juga meminta hasil pengawasan dan rekomendasi <a href="https://www.buseronline.com/tag/kompolnas/" target="_blank">Kompolnas</a> disinergikan dengan Inspektorat Pengawasan Umum Polri, Divisi Profesi dan Pengamanan Polri, serta fungsi terkait lainnya.</p><p>Menurutnya, sinergi pengawasan eksternal dan internal diperlukan agar setiap rekomendasi benar-benar ditindaklanjuti. Proses tindak lanjut juga harus dapat dipantau secara konkret dan terukur.</p><p><div>[adsense]</div>Selain mengidentifikasi kekurangan, pengawasan juga diharapkan mampu menemukan kinerja positif yang dapat dijadikan contoh. Hal tersebut diwujudkan melalui <a href="https://www.buseronline.com/tag/kompolnas/" target="_blank">Kompolnas</a> Awards 2026 yang memberikan penghargaan kepada satuan kerja dan personel berprestasi.</p><p><div>[adsense]</div><hr>&quot;<a href="https://www.buseronline.com/tag/kompolnas/" target="_blank">Kompolnas</a> tidak hanya berhenti pada evaluasi, tetapi juga ikut memberikan penilaian terhadap satuan kerja. Hari ini penghargaan tidak hanya diberikan kepada satuan kerja, tetapi juga kepada personel,&quot; tutur Sigit.</p><p><div>[adsense]</div>Ia berharap penerima penghargaan dapat menjadi teladan bagi jajaran Polri lainnya. Berbagai inovasi dan praktik terbaik yang telah dilakukan diharapkan dapat didokumentasikan, dikembangkan, serta diterapkan sesuai kebutuhan di masing-masing wilayah.</p><p>&quot;Keberhasilan Polri tidak hanya diukur dari berbagai capaian maupun penghargaan yang diperoleh, tetapi dari sejauh mana kehadiran Polri mampu memberikan rasa aman, kepastian, dan pelayanan yang semakin baik, serta menjaga kepercayaan masyarakat,&quot; pungkasnya. (R)</p><p><div>[adsense]</div></p><p><div>[adsense]</div></p>]]></content>
            <enclosure url="https://www.buseronline.com/cdn/https://www.buseronline.com/cdn/uploads/images/2026/09/7f6ffaa6bb0b408017b62254211691b5_whatsapp-image-20260919-at-221201.jpeg" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.buseronline.com/hukum/102303/kapolri-minta-keluhan-masyarakat-jadi-peringatan-dini-untuk-pembenahan-polri/</link>
            <author><![CDATA[arie]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Monaco Tekuk Lens 2-1, Folarin Balogun Tampil Perdana Musim Ini</guid>
            <pubDate>Sun, 20 Sep 2026 07:45:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Monaco Tekuk Lens 2-1, Folarin Balogun Tampil Perdana Musim Ini]]></title>
            <description><![CDATA[Monaco (buseronline.com)  AS Monaco berhasil melanjutkan tren positif di Ligue 1 setelah mengalahkan Lens dengan skor 21 pada Jumat. Kemen]]></description>
            <content><![CDATA[<p><a href="https://www.buseronline.com/tag/monaco/" target="_blank">Monaco</a> (buseronline.com) - AS <a href="https://www.buseronline.com/tag/monaco/" target="_blank">Monaco</a> berhasil melanjutkan tren positif di <a href="https://www.buseronline.com/tag/ligue-1/" target="_blank">Ligue 1</a> setelah mengalahkan <a href="https://www.buseronline.com/tag/lens/" target="_blank">Lens</a> dengan skor 2-1 pada Jumat. Kemenangan tersebut membuat <a href="https://www.buseronline.com/tag/monaco/" target="_blank">Monaco</a> tetap berada di puncak klasemen sementara.</p><p><div>[adsense]</div>Paris Brunner membuka keunggulan <a href="https://www.buseronline.com/tag/monaco/" target="_blank">Monaco</a> pada babak pertama. Penyerang muda asal Jerman itu kembali menunjukkan ketajamannya dengan mencetak gol keenam dalam tujuh pertandingan sejak awal musim.</p><p><a href="https://www.buseronline.com/tag/lens/" target="_blank">Lens</a> berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-60 melalui sundulan Matthieu Udol. Pertandingan tersebut menjadi laga perdana <a href="https://www.buseronline.com/tag/lens/" target="_blank">Lens</a> setelah klub memecat pelatih Dino Toppmoeller yang baru menangani tim dalam enam pertandingan.</p><p><div>[adsense]</div>Toppmoeller kemudian digantikan Yannick Cahuzac, mantan pemain <a href="https://www.buseronline.com/tag/lens/" target="_blank">Lens</a> yang sebelumnya berada dalam staf kepelatihan klub.</p><p>Namun, debut Cahuzac tidak berjalan sesuai harapan. Pada menit ke-84, bek <a href="https://www.buseronline.com/tag/lens/" target="_blank">Lens</a> Jonathan Gradit justru mencetak gol bunuh diri melalui sundulan yang membuat <a href="https://www.buseronline.com/tag/monaco/" target="_blank">Monaco</a> kembali unggul 2-1.</p><p><div>[adsense]</div>Skor tersebut bertahan hingga pertandingan berakhir. <a href="https://www.buseronline.com/tag/monaco/" target="_blank">Monaco</a> pun mempertahankan rekor tak terkalahkan dengan mengoleksi 13 poin dari lima pertandingan. Mereka unggul tiga poin atas Lille dan Rennes yang berada di posisi terdekat.</p><p>Pertandingan ini juga menjadi momen penting bagi Folarin Balogun. Penyerang berusia 25 tahun itu masuk sebagai pemain pengganti pada menit ke-76 dan mencatatkan penampilan pertamanya bersama <a href="https://www.buseronline.com/tag/monaco/" target="_blank">Monaco</a> musim ini.</p><p><div>[adsense]</div><hr>Balogun sebelumnya terakhir kali tampil ketika membela tim nasional Amerika Serikat di Piala Dunia. Ia mencetak tiga gol selama turnamen dan menjadi salah satu pemain yang mendapat perhatian.</p><p><div>[adsense]</div>Sebelum kembali memperkuat <a href="https://www.buseronline.com/tag/monaco/" target="_blank">Monaco</a>, Balogun hampir pindah ke Everton dengan nilai transfer &pound;40 juta atau sekitar US$54 juta pada hari terakhir bursa transfer. Namun, kepindahan tersebut batal setelah sang pemain mengubah keputusannya pada menit-menit terakhir.</p><p>Persaingan <a href="https://www.buseronline.com/tag/ligue-1/" target="_blank">Ligue 1</a> akan kembali berlanjut pada akhir pekan. Rennes akan bertandang ke markas Lyon pada Sabtu, sedangkan Lille menghadapi Nice pada Minggu. Di hari yang sama, Paris Saint-Germain dijadwalkan menghadapi Marseille. (R)</p><p><div>[adsense]</div></p>]]></content>
            <enclosure url="https://www.buseronline.com/cdn/https://www.buseronline.com/cdn/uploads/images/2026/09/65ded5353c5ee48d0b7d48c591b8f430_whatsapp-image-20260919-at-221159.jpeg" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.buseronline.com/olahraga/102302/monaco-tekuk-lens-21-folarin-balogun-tampil-perdana-musim-ini/</link>
            <author><![CDATA[arie]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Harry Kane Cetak Sejarah, Jadi Pemain Tercepat Capai 100 Gol Bundesliga</guid>
            <pubDate>Sun, 20 Sep 2026 07:02:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Harry Kane Cetak Sejarah, Jadi Pemain Tercepat Capai 100 Gol Bundesliga]]></title>
            <description><![CDATA[Munich (buseronline.com)  Harry Kane kembali mencatatkan sejarah bersama Bayern Muenchen. Penyerang asal Inggris itu menjadi pemain tercepa]]></description>
            <content><![CDATA[<p>Munich (buseronline.com) - <a href="https://www.buseronline.com/tag/harry-kane/" target="_blank">Harry Kane</a> kembali mencatatkan sejarah bersama <a href="https://www.buseronline.com/tag/bayern-muenchen/" target="_blank">Bayern Muenchen</a>. Penyerang asal Inggris itu menjadi pemain tercepat yang mampu mencapai 100 gol di Bundesliga setelah membantu Bayern menghancurkan Union Berlin dengan skor 7-0.</p><p><div>[adsense]</div>Kane mencapai torehan tersebut hanya dalam 98 pertandingan di kasta tertinggi Liga Jerman. Rekor itu sekaligus mematahkan catatan Dieter Muller yang sebelumnya membutuhkan 129 pertandingan untuk mencetak 100 gol bersama Cologne.</p><p>Dalam pertandingan yang berlangsung dengan nuansa Oktoberfest, Bayern tampil dominan sejak awal. Jamal Musiala membuka keunggulan pada menit ke-18 melalui tembakan dari luar kotak penalti setelah menerima umpan Alphonso Davies.</p><p><div>[adsense]</div>Kane kemudian mencetak gol bersejarah pada menit ke-39 melalui titik penalti. Ia ditunjuk sebagai eksekutor setelah Michael Olise dijatuhkan Tom Rothe di kotak terlarang. Tendangan Kane meluncur mulus ke gawang Union Berlin sekaligus mengantarkannya ke angka 100 gol Bundesliga.</p><p>Sebelum babak pertama berakhir, Olise menggandakan keunggulan Bayern menjadi 3-0 lewat tembakan melengkung dari luar kotak penalti pada menit ke-43.</p><p><div>[adsense]</div>Kane kembali mencetak gol pada menit ke-54. Memanfaatkan umpan silang Olise, ia menyundul bola dengan akurat untuk mengoleksi gol ke-101 di Bundesliga.</p><p><div>[adsense]</div><hr>Torehan tersebut membuat Kane kini telah mencetak 152 gol dalam 154 penampilan di seluruh kompetisi bersama Bayern sejak bergabung pada 2023.</p><p><div>[adsense]</div>Bayern semakin menjauh setelah Ismael Saibari mencetak gol pada menit ke-70. Itu menjadi gol perdana pemain yang didatangkan dari PSV tersebut bersama Bayern.</p><p>Olise kemudian menyempurnakan penampilan gemilangnya dengan mencetak dua gol tambahan dalam waktu tiga menit. Hat-trick tersebut memastikan Bayern menutup pertandingan dengan kemenangan telak 7-0.</p><p><div>[adsense]</div>Kane kini telah mencetak tujuh gol dalam tujuh pertandingan menghadapi Union Berlin. Ketajamannya juga terus berlanjut setelah musim lalu membukukan 61 gol dari 51 pertandingan dan mengawali musim ini dengan enam gol dalam tujuh laga.</p><p>Performa tersebut semakin menguatkan posisi Kane dalam persaingan Ballon d&#039;Or yang akan diumumkan di London pada 26 Oktober mendatang. (R)\</p><p><div>[adsense]</div></p>]]></content>
            <enclosure url="https://www.buseronline.com/cdn/https://www.buseronline.com/cdn/uploads/images/2026/09/a3c65c2974270fd093ee8a9bf8ae7d0b_whatsapp-image-20260919-at-221157.jpeg" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.buseronline.com/olahraga/102301/harry-kane-cetak-sejarah-jadi-pemain-tercepat-capai-100-gol-bundesliga/</link>
            <author><![CDATA[arie]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Bobby Nasution dan 33 Kepala Daerah se-Sumut Teken Komitmen Bersama KPK Cegah Korupsi</guid>
            <pubDate>Sat, 19 Sep 2026 19:20:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Bobby Nasution dan 33 Kepala Daerah se-Sumut Teken Komitmen Bersama KPK Cegah Korupsi]]></title>
            <description><![CDATA[Medan (buseronline.com)  Gubernur Sumut Bobby Nasution bersama 33 kepala daerah seSumut menandatangani komitmen bersama Komisi Pemberantas]]></description>
            <content><![CDATA[<p>Medan (buseronline.com) - Gubernur Sumut <a href="https://www.buseronline.com/tag/bobby-nasution/" target="_blank">Bobby Nasution</a> bersama 33 kepala daerah se-Sumut menandatangani komitmen bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (<a href="https://www.buseronline.com/tag/kpk/" target="_blank">KPK</a>) untuk memperkuat tata kelola pemerintahan dan mencegah terjadinya <a href="https://www.buseronline.com/tag/korupsi/" target="_blank">korupsi</a> di lingkungan pemerintah daerah.</p><p><div>[adsense]</div>Komitmen tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Penguatan Tata Kelola Pemerintah Daerah dan Pencegahan Korupsi dalam Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah di Provinsi Sumut yang berlangsung di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumut, Medan, pada 17 September 2026.</p><p>Bobby mengatakan, upaya pencegahan <a href="https://www.buseronline.com/tag/korupsi/" target="_blank">korupsi</a> harus dilakukan secara komprehensif dan tidak hanya melibatkan pemerintah daerah. Menurutnya, banyak pemangku kepentingan yang memiliki keterkaitan dengan pemerintah daerah sehingga diperlukan kolaborasi untuk memperkuat pencegahan <a href="https://www.buseronline.com/tag/korupsi/" target="_blank">korupsi</a>.</p><p><div>[adsense]</div>&quot;Kami berharap penanganan dan pencegahan <a href="https://www.buseronline.com/tag/korupsi/" target="_blank">korupsi</a> di Sumut dilakukan secara komprehensif karena Sumut dan juga daerah lainnya itu terdiri dari banyak stakeholder dan itu tentu terkait satu sama lain,&quot; kata Bobby.</p><p>Ia menegaskan Pemprov Sumut bersama seluruh kepala daerah dan DPRD se-Sumut berkomitmen memperbaiki tata kelola pemerintahan sekaligus meningkatkan integritas dalam menjalankan tugas pemerintahan.</p><p><div>[adsense]</div>&quot;Kami berkomitmen untuk memperbaiki bersama, mengantisipasi dan mencegah terjadinya <a href="https://www.buseronline.com/tag/korupsi/" target="_blank">korupsi</a>. Kehadiran <a href="https://www.buseronline.com/tag/kpk/" target="_blank">KPK</a> hari ini mengingatkan kami kembali untuk terus meningkatkan integritas,&quot; ujar Bobby.</p><p>Dalam kesempatan yang sama, Pimpinan <a href="https://www.buseronline.com/tag/kpk/" target="_blank">KPK</a> Johanis Tanak menyoroti pentingnya penguatan Aparat Pengawas Intern Pemerintah (APIP) dalam upaya mencegah <a href="https://www.buseronline.com/tag/korupsi/" target="_blank">korupsi</a> di daerah.</p><p><div>[adsense]</div>Johanis berharap posisi APIP diperkuat sehingga dapat menjalankan fungsi pengawasan secara independen dan menjadi sistem peringatan dini (early warning) bagi kepala daerah maupun aparatur sipil negara (ASN).</p><p>&quot;Kita perlu memperkuat posisi APIP, bukan hanya dipilih di daerah, tetapi juga harus mendapat persetujuan dari Kemendagri, jadi tidak bisa diberhentikan oleh kepala daerah atau pejabat,&quot; kata Johanis.</p><p><div>[adsense]</div>Menurutnya, penguatan posisi APIP juga perlu didukung dengan payung hukum yang lebih kuat melalui Peraturan Presiden (Perpres).</p><p>Sementara itu, Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) RI Akhmad Wiyagus mengatakan APIP memiliki peran penting dalam mendeteksi dan menindaklanjuti potensi penyimpangan di lingkungan pemerintah daerah sebelum masuk ke proses hukum.</p><p><div>[adsense]</div><hr>&quot;Kalau APIP-nya berkualitas maka pemerintahan akan berjalan lebih baik. Bila ada penyimpangan sebelum ke APH ada opsi pengembalian, bila juga tidak dilaksanakan barulah ke APH,&quot; ujarnya.</p><p><div>[adsense]</div>Akhmad menegaskan APIP merupakan mitra pemerintah daerah dalam memperbaiki tata kelola pemerintahan, bukan pihak yang harus dihindari.</p><p>Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri Deputi Bidang Koordinasi dan Supervisi <a href="https://www.buseronline.com/tag/kpk/" target="_blank">KPK</a> Ely Kusumastuti, Ketua DPRD Sumut Erni Ariyanti Sitorus, Pj Sekdaprov Sumut Timur Tumanggor, serta pimpinan BPKP dan LKPP.</p><p><div>[adsense]</div>Hadir pula seluruh bupati dan wali kota se-Sumut, pimpinan DPRD kabupaten/kota, serta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait di lingkungan Pemprov Sumut. (P3)</p><p><div>[adsense]</div></p>]]></content>
            <enclosure url="https://www.buseronline.com/cdn/https://www.buseronline.com/cdn/uploads/images/2026/09/b73ce398c39f506af761d2277d853a92_whatsapp-image-20260918-at-233405.jpeg" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.buseronline.com/hukum/102300/bobby-nasution-dan-33-kepala-daerah-sesumut-teken-komitmen-bersama-kpk-cegah-korupsi/</link>
            <author><![CDATA[arie]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Siswa SMP Negeri 1 Medan Raih Medali Emas di MTE 2026 Lewat Batu Bata Kulit Durian</guid>
            <pubDate>Sat, 19 Sep 2026 18:40:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Siswa SMP Negeri 1 Medan Raih Medali Emas di MTE 2026 Lewat Batu Bata Kulit Durian]]></title>
            <description><![CDATA[Medan (buseronline.com)  Kreativitas siswa UPT SMP Negeri 1 Medan dalam memanfaatkan persoalan lingkungan menjadi karya inovatif membuahkan]]></description>
            <content><![CDATA[<p><a href="https://www.buseronline.com/tag/medan/" target="_blank">Medan</a> (buseronline.com) - Kreativitas siswa UPT SMP Negeri 1 <a href="https://www.buseronline.com/tag/medan/" target="_blank">Medan</a> dalam memanfaatkan persoalan lingkungan menjadi karya inovatif membuahkan prestasi di tingkat internasional.</p><p><div>[adsense]</div>Dilansir dari laman Kemendikdasmen, melalui proyek Durabata, siswa UPT SMP Negeri 1 <a href="https://www.buseronline.com/tag/medan/" target="_blank">Medan</a> berhasil meraih Medali Emas pada <a href="https://www.buseronline.com/tag/malaysia-technology-expo/" target="_blank">Malaysia Technology Expo</a> (MTE) 2026 yang digelar di Kuala Lumpur, Malaysia.</p><p>Durabata merupakan inovasi batu bata ramah lingkungan yang memanfaatkan limbah kulit durian dan abu sekam padi.</p><p><div>[adsense]</div>Selain meraih medali emas di <a href="https://www.buseronline.com/tag/mte-2026/" target="_blank">MTE 2026</a>, siswa sekolah tersebut juga memperoleh sertifikat penghargaan dalam World Young Inventors Exhibition (WYIE) ke-10 tahun 2026 melalui inovasi yang memanfaatkan potensi buah pedada dari kawasan hutan bakau.</p><p>Anggota tim proyek ilmiah UPT SMP Negeri 1 <a href="https://www.buseronline.com/tag/medan/" target="_blank">Medan</a>, Aira Haryono mengatakan ide Durabata muncul dari keprihatinan terhadap banyaknya limbah kulit durian yang belum dimanfaatkan secara optimal.</p><p><div>[adsense]</div>&quot;Tujuan kami dalam menciptakan produk ini adalah untuk mengurangi sampah kulit durian yang berserakan, terutama di Indonesia,&quot; kata Aira saat ditemui di sekolahnya, pada 14 September 2026.</p><p>Menurut Aira, kulit durian yang selama ini umumnya dibuang diolah menjadi material yang dapat digunakan sebagai blok beton. Proses tersebut sekaligus menjadi sarana bagi siswa untuk menerapkan pembelajaran berbasis Sains, Teknologi, Teknik, dan Matematika (STEM).</p><p><div>[adsense]</div>Dalam mengembangkan Durabata, siswa tidak hanya mempelajari teori, tetapi juga mengidentifikasi persoalan di lingkungan, mencari solusi, melakukan eksperimen, hingga menghasilkan sebuah produk.</p><p>&quot;STEM diperlukan karena kita perlu terus berinovasi untuk memecahkan masalah yang ada di sekitar kita setiap hari,&quot; ujarnya.</p><p><div>[adsense]</div>Inovasi lain dikembangkan Tim Milea dengan memanfaatkan buah pedada yang berasal dari pohon bakau. Ide tersebut muncul setelah siswa melihat potensi buah pedada yang belum dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat.</p><p>Anggota Tim Milea, Raisya Aurellia, mengatakan inovasi tersebut diharapkan dapat memberikan nilai tambah terhadap potensi sumber daya di kawasan pesisir.</p><p><div>[adsense]</div>&quot;Buah pedada yang dihasilkan oleh pohon bakau belum dimanfaatkan secara optimal. Jadi kami menciptakan inovasi ini untuk membuatnya lebih bermanfaat dan mudah dipasarkan,&quot; kata Raisya.</p><p>Untuk membuat produk tersebut, buah pedada dikupas, dicuci, dipotong, kemudian direbus. Setelah itu, buah disaring untuk mendapatkan ekstraknya.</p><p><div>[adsense]</div>Ekstrak buah pedada kemudian dicampur dengan susu kedelai sebagai sumber lemak, daun pandan sebagai pewarna alami, serta stevia sebagai pemanis. Hasilnya berupa minuman dengan cita rasa menyerupai teh susu.</p><p>Raisya melihat inovasi tersebut masih dapat dikembangkan agar memiliki nilai ekonomi lebih besar bagi masyarakat pesisir.</p><p><div>[adsense]</div><hr>&quot;Mungkin kita bisa membuatnya dalam bentuk bubuk agar lebih praktis, dan kemudian bisa juga digunakan sebagai produk untuk UMKM pesisir,&quot; ujarnya.</p><p><div>[adsense]</div>Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu&#039;ti mengapresiasi kreativitas siswa UPT SMP Negeri 1 <a href="https://www.buseronline.com/tag/medan/" target="_blank">Medan</a> yang mampu mengembangkan karya berbasis STEM dari persoalan nyata di lingkungan sekitar.</p><p>Menurut Abdul Mu&#039;ti, pembelajaran yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari dapat mendorong siswa untuk mengembangkan kreativitas dan kemampuan inovasi.</p><p><div>[adsense]</div>&quot;Prestasi siswa di UPT SMP Negeri 1 <a href="https://www.buseronline.com/tag/medan/" target="_blank">Medan</a> menunjukkan bahwa pembelajaran yang menyerupai kehidupan nyata dapat menumbuhkan kreativitas dan inovasi,&quot; kata Abdul Mu&#039;ti.</p><p>Ia mengatakan, melalui STEM, siswa belajar melihat masalah di sekitarnya, melakukan penelitian, mencoba berbagai solusi, hingga menghasilkan karya yang dapat memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat.</p><p><div>[adsense]</div>Keberhasilan siswa tersebut tidak terlepas dari dukungan pihak sekolah. Guru IPS sekaligus asisten peneliti siswa UPT SMP Negeri 1 <a href="https://www.buseronline.com/tag/medan/" target="_blank">Medan</a>, Malahayati, mengatakan sekolah memberikan waktu dan ruang bagi siswa untuk melakukan kegiatan penelitian.</p><p>&quot;Sekolah mendukung karya ilmiah ini dengan menyediakan waktu bagi anak-anak untuk melakukan kegiatan di sekolah dengan menyediakan ruang. Selain itu, sekolah juga berkolaborasi dengan orang tua,&quot; kata Malahayati.</p><p><div>[adsense]</div>Ia berharap pembelajaran STEM dapat semakin berkembang dan menjadi bagian yang lebih kuat dalam proses pembelajaran di sekolah.</p><p>Menurutnya, STEM tidak hanya berkaitan dengan penguasaan pengetahuan, tetapi juga mendorong siswa berpikir kritis dan mampu menerapkan pengetahuan tersebut untuk menyelesaikan persoalan dalam kehidupan sehari-hari. &quot;Kami berharap STEM dapat dikembangkan secara lebih optimal di sekolah,&quot; ujarnya. (R)</p><p><div>[adsense]</div></p>]]></content>
            <enclosure url="https://www.buseronline.com/cdn/https://www.buseronline.com/cdn/uploads/images/2026/09/85d8ce590ad8981ca2c8286f79f59954_whatsapp-image-20260918-at-2333571.jpeg" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.buseronline.com/pendidikan/102299/siswa-smp-negeri-1-medan-raih-medali-emas-di-mte-2026-lewat-batu-bata-kulit-durian/</link>
            <author><![CDATA[arie]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Alumni SINTESIS KPK Dorong Gerakan Antikorupsi Lewat Distrik Muda</guid>
            <pubDate>Sat, 19 Sep 2026 18:00:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Alumni SINTESIS KPK Dorong Gerakan Antikorupsi Lewat Distrik Muda]]></title>
            <description><![CDATA[Pontianak (buseronline.com)  Alumni program Sinergi Integritas Muda Indonesia (SINTESIS) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) 2026 asal Ponti]]></description>
            <content><![CDATA[<p><a href="https://www.buseronline.com/tag/pontianak/" target="_blank">Pontianak</a> (buseronline.com) - Alumni program Sinergi Integritas Muda Indonesia (<a href="https://www.buseronline.com/tag/sintesis/" target="_blank">SINTESIS</a>) Komisi Pemberantasan Korupsi (<a href="https://www.buseronline.com/tag/kpk/" target="_blank">KPK</a>) 2026 asal <a href="https://www.buseronline.com/tag/pontianak/" target="_blank">Pontianak</a>, Kalimantan Barat, Nana Selviana, mendorong gerakan antikorupsi berbasis anak muda melalui wadah bernama Distrik Muda.</p><p><div>[adsense]</div>Dilansir dari laman <a href="https://www.buseronline.com/tag/kpk/" target="_blank">KPK</a>, Nana menilai upaya pemberantasan korupsi tidak cukup hanya dilakukan melalui seminar maupun kegiatan seremonial. Menurutnya, nilai-nilai antikorupsi perlu diterjemahkan menjadi aksi nyata yang menyentuh persoalan masyarakat.</p><p>Inisiatif Distrik Muda lahir dari pengamatannya terhadap berbagai persoalan integritas di tingkat masyarakat, seperti minimnya transparansi pelayanan publik, belum optimalnya pengawasan keuangan organisasi pemuda, serta keterbatasan pengetahuan masyarakat mengenai prosedur hukum.</p><p><div>[adsense]</div>&quot;Salah satunya mengembangkan Distrik Integritas dan Sekolah Integritas, bagian dari Distrik Muda. Ini adalah ruang anak muda belajar, berkolaborasi, dan menciptakan inisiatif sosial yang relevan dengan kebutuhan masyarakat,&quot; ujar Nana saat dihubungi, pada 15 September 2026.</p><p>Melalui Distrik Integritas, Nana menyiapkan sejumlah program, di antaranya klinik hukum, edukasi, kanal pelaporan, serta forum kolaborasi daerah. Program tersebut diarahkan menjadi ekosistem pencegahan korupsi yang berbasis komunitas.</p><p><div>[adsense]</div>Nana juga mendorong pendampingan dan edukasi mengenai hak-hak administrasi masyarakat, terutama di wilayah yang memiliki keterbatasan akses hukum. Upaya ini diharapkan dapat mencegah masyarakat menjadi korban pemerasan maupun pungutan liar.</p><p>Selain itu, ia mendorong penguatan transparansi, kejujuran dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan organisasi pemuda dan organisasi kampus.</p><p><div>[adsense]</div>Nana juga berupaya mengonsolidasikan komunitas pemuda se-Kalimantan Barat untuk memetakan berbagai persoalan integritas di daerah. Hasil pemetaan tersebut selanjutnya diharapkan dapat menjadi dasar untuk merumuskan Pakta Integritas bersama <a href="https://www.buseronline.com/tag/kpk/" target="_blank">KPK</a> dan pemerintah daerah.</p><p>&quot;Kolaborasi dengan <a href="https://www.buseronline.com/tag/kpk/" target="_blank">KPK</a> menjadi kunci demi memperkuat legitimasi, memperluas jangkauan, dan mempercepat dampak nyata di Kalimantan Barat, sebelum masalah integritas semakin sulit diurai,&quot; katanya.</p><p><div>[adsense]</div>Menurut Nana, kolaborasi diperlukan karena persoalan pembangunan daerah bersifat kompleks dan saling berkaitan. Setiap pihak dapat saling melengkapi untuk menghasilkan solusi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.</p><p>Namun, ia mengakui membangun kepercayaan dan menyatukan kepentingan menjadi tantangan dalam membangun kolaborasi.</p><p><div>[adsense]</div>&quot;Kolaborasi butuh komunikasi terbuka, komitmen jangka panjang, serta kesediaan menempatkan kepentingan bersama di atas kepentingan sektoral,&quot; ujarnya.</p><p>Nana mengatakan, sebelum mengikuti program <a href="https://www.buseronline.com/tag/sintesis/" target="_blank">SINTESIS</a>, dirinya telah cukup dekat dengan berbagai persoalan pembangunan daerah, khususnya terkait keterbatasan akses anak muda terhadap ruang partisipasi yang bermakna.</p><p><div>[adsense]</div>Ia melihat banyak anak muda memiliki gagasan dan kepedulian terhadap daerah, tetapi belum selalu memiliki ruang, pengetahuan dan jejaring untuk mengubah gagasan tersebut menjadi aksi nyata.</p><p>Persoalan pembangunan, lanjut Nana, juga tidak dapat dipisahkan berdasarkan satu sektor. Pendidikan, hukum, lingkungan, ekonomi hingga tata kelola pemerintahan memiliki keterkaitan satu sama lain.</p><p><div>[adsense]</div>&quot;Tantangan yang paling saya rasakan, bagaimana menghadirkan solusi yang tidak bersifat sementara, tapi mampu membangun kapasitas masyarakat dan menciptakan perubahan berkelanjutan,&quot; tuturnya.</p><p><div>[adsense]</div><hr>Bagi Nana, <a href="https://www.buseronline.com/tag/sintesis/" target="_blank">SINTESIS</a> menjadi ruang belajar sekaligus berkontribusi bagi daerah. Melalui program tersebut, ia mempelajari cara mengidentifikasi persoalan pembangunan secara lebih komprehensif, membangun kolaborasi dengan berbagai pihak, serta memahami peran strategis anak muda dalam pembangunan.</p><p><div>[adsense]</div>&quot;Ini bukan sekadar program, namun bertemu orang-orang dari berbagai latar belakang, memperluas perspektif, dan belajar bahwa perubahan dapat dimulai dari keberanian peduli, mendengarkan, dan bekerja bersama,&quot; katanya.</p><p><a href="https://www.buseronline.com/tag/sintesis/" target="_blank">SINTESIS</a> merupakan program penguatan kapasitas dan jejaring pemuda yang diinisiasi <a href="https://www.buseronline.com/tag/kpk/" target="_blank">KPK</a> untuk mendorong keterlibatan generasi muda dalam gerakan antikorupsi.</p><p><div>[adsense]</div>Melalui bootcamp, pelatihan dan kolaborasi lintas daerah, peserta mendapatkan pemahaman mengenai nilai-nilai integritas, pencegahan korupsi, pengawasan publik, advokasi hingga penyusunan laporan pengaduan masyarakat.</p><p>Program tersebut diarahkan agar generasi muda tidak hanya memahami isu antikorupsi secara teori, tetapi juga mampu menerapkannya dalam aksi nyata dan menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing.</p><p><div>[adsense]</div>Sebagai bagian dari penguatan gerakan tersebut, Distrik Muda menggelar Sekolah Integritas pada 16 September 2026 dan Focus Group Discussion (FGD) kolaboratif pada 18 September 2026.</p><p>Kegiatan itu melibatkan Direktorat Pembinaan Peran Serta Masyarakat (Ditpermas) <a href="https://www.buseronline.com/tag/kpk/" target="_blank">KPK</a> dan Inspektorat Provinsi Kalimantan Barat untuk membedah peta risiko integritas serta menyusun draft policy brief sebagai bahan advokasi publik. (R)</p><p><div>[adsense]</div></p>]]></content>
            <enclosure url="https://www.buseronline.com/cdn/https://www.buseronline.com/cdn/uploads/images/2026/09/3988c7f88ebcb58c6ce932b957b6f332_whatsapp-image-20260918-at-2334061.jpeg" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.buseronline.com/hukum/102298/alumni-sintesis-kpk-dorong-gerakan-antikorupsi-lewat-distrik-muda/</link>
            <author><![CDATA[arie]]></author>
        </item>
            <item>
            <guid isPermaLink="false">Rico Waas Ajak Mahasiswa Politeknik Ciptakan Solusi untuk Persoalan Masyarakat</guid>
            <pubDate>Sat, 19 Sep 2026 17:20:00 +0700+0700</pubDate>
            <title><![CDATA[Rico Waas Ajak Mahasiswa Politeknik Ciptakan Solusi untuk Persoalan Masyarakat]]></title>
            <description><![CDATA[Medan (buseronline.com)  Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengajak mahasiswa politeknik dari berbagai daerah di Indonesia memanfaat]]></description>
            <content><![CDATA[<p><a href="https://www.buseronline.com/tag/medan/" target="_blank">Medan</a> (buseronline.com) - Wali Kota <a href="https://www.buseronline.com/tag/medan/" target="_blank">Medan</a> Rico Tri Putra Bayu Waas mengajak mahasiswa politeknik dari berbagai daerah di Indonesia memanfaatkan lingkungan kampus sebagai ruang untuk melakukan riset dan menciptakan solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.</p><p><div>[adsense]</div>Hal itu disampaikan Rico saat menjamu peserta Musyawarah Nasional (Munas) Forum Komunikasi Mahasiswa Politeknik se-Indonesia (<a href="https://www.buseronline.com/tag/fkmpi/" target="_blank">FKMPI</a>) XXVII di Pendopo Rumah Dinas Wali Kota <a href="https://www.buseronline.com/tag/medan/" target="_blank">Medan</a>, pada 17 September 2026 malam.</p><p>Pertemuan tersebut turut dihadiri Sekretaris Jenderal <a href="https://www.buseronline.com/tag/fkmpi/" target="_blank">FKMPI</a> Muhammad Iqbaal, Presiden Mahasiswa Politeknik Negeri <a href="https://www.buseronline.com/tag/medan/" target="_blank">Medan</a> Muhammad Ahmad Arya Attallah, Ketua Pelaksana Munas <a href="https://www.buseronline.com/tag/fkmpi/" target="_blank">FKMPI</a> Moreno Aulya Septyawan, para asisten dan pimpinan perangkat daerah Pemko <a href="https://www.buseronline.com/tag/medan/" target="_blank">Medan</a>, serta seluruh peserta Munas <a href="https://www.buseronline.com/tag/fkmpi/" target="_blank">FKMPI</a> XXVII.</p><p><div>[adsense]</div>Suasana jamuan berlangsung akrab. Rico menyapa para delegasi mahasiswa yang datang dari berbagai daerah, seperti Padang, Pontianak, Surabaya, Lhokseumawe, Semarang, Bali, Ketapang, Kupang, Batam, Jakarta Timur, Jember, Riau, Madiun, Payakumbuh, Palembang hingga <a href="https://www.buseronline.com/tag/medan/" target="_blank">Medan</a>.</p><p>Rico mengatakan berbagai persoalan masyarakat, mulai dari kemacetan, sampah, kemiskinan, pendidikan, kesehatan, lapangan pekerjaan hingga mitigasi bencana, membutuhkan gagasan dan inovasi.</p><p><div>[adsense]</div>Menurutnya, mahasiswa politeknik yang memiliki pembelajaran berbasis praktik memiliki peluang untuk menghasilkan inovasi yang dapat diterapkan secara langsung dalam kehidupan masyarakat.</p><p>&quot;Ini inkubasinya yang terbaik adalah di dalam dunia kampus, di mana kita belajar, melakukan riset dan menciptakan solusi di sana,&quot; ujar Rico.</p><p><div>[adsense]</div>Rico kemudian mencontohkan persoalan persampahan di Kota <a href="https://www.buseronline.com/tag/medan/" target="_blank">Medan</a>. Ia menyebut produksi sampah di kota tersebut mencapai lebih dari 1.500 ton per hari.</p><p>Persoalan itu, kata dia, membutuhkan penanganan dari hulu hingga hilir, termasuk pengurangan dan pemilahan sampah.</p><p><div>[adsense]</div>Pemko <a href="https://www.buseronline.com/tag/medan/" target="_blank">Medan</a> juga tengah menyiapkan pengolahan sampah menjadi energi listrik atau waste to energy di kawasan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Terjun.</p><p>Pembangunan fasilitas tersebut ditargetkan mulai dikick-off pada akhir 2026 dan diharapkan dapat diluncurkan pada akhir 2027.</p><p><div>[adsense]</div>Selain persampahan, Rico mendorong mahasiswa untuk mengikuti perkembangan teknologi, terutama kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).</p><p>Ia menyebut perkembangan AI berlangsung cepat dan telah diterapkan dalam berbagai bidang, termasuk kesehatan, ekonomi dan pelayanan publik.</p><p><div>[adsense]</div>&quot;Sekarang siapkan diri, siapkan materi pembelajarannya, dan apa yang harus dilakukan. Bagaimana memfasilitasi artificial intelligence tadi ke dalam program-program terbaru,&quot; katanya.</p><p><div>[adsense]</div><hr>Rico juga mengungkapkan bahwa Pemko <a href="https://www.buseronline.com/tag/medan/" target="_blank">Medan</a> tengah mengembangkan sistem informasi satu data. Sistem tersebut nantinya diharapkan dapat membantu memetakan berbagai persoalan yang ada di Kota <a href="https://www.buseronline.com/tag/medan/" target="_blank">Medan</a>.</p><p><div>[adsense]</div>Dengan data yang lebih terintegrasi, berbagai permasalahan dan potensi kota dapat dilihat secara lebih terukur sehingga dapat menjadi bahan dalam menyusun berbagai program dan inovasi.</p><p>Di hadapan peserta Munas <a href="https://www.buseronline.com/tag/fkmpi/" target="_blank">FKMPI</a> XXVII, Rico berharap forum tersebut tidak sekadar menjadi agenda organisasi, tetapi juga menghasilkan pengalaman dan gagasan yang dapat dibawa pulang ke daerah masing-masing.</p><p><div>[adsense]</div>&quot;Jangan nanti kopi sudah habis, sate Padang sudah habis, durian sudah tersisa tinggal biji-bijinya, Bika Ambon sudah tidak ada lagi, tapi bawa pulangnya tidak ada yang dibawa pulang,&quot; ucapnya.</p><p>Rico berharap seluruh peserta membawa pulang pelajaran, wawasan dan motivasi untuk mengembangkan diri serta memberikan kontribusi bagi daerah masing-masing. (P3)</p><p><div>[adsense]</div></p>]]></content>
            <enclosure url="https://www.buseronline.com/cdn/https://www.buseronline.com/cdn/uploads/images/2026/09/a0a080f42e6f13b3a2df133f073095dd_whatsapp-image-20260918-at-233358.jpeg" type="image/png" length="0"/>
            <link>https://www.buseronline.com/pendidikan/102297/rico-waas-ajak-mahasiswa-politeknik-ciptakan-solusi-untuk-persoalan-masyarakat/</link>
            <author><![CDATA[arie]]></author>
        </item>
        </channel>
</rss>