Minggu, 23 Agustus 2026

Pertumbuhan Ekonomi Jawa Tengah Triwulan I 2026 Tembus 5,89 Persen, Lampaui Nasional

Kamis, 07 Mei 2026 16:16 WIB
Pertumbuhan Ekonomi Jawa Tengah Triwulan I 2026 Tembus 5,89 Persen, Lampaui Nasional
Kepala BPS Jawa Tengah, Ali Said dalam siaran pers daring, Selasa (5/5/2026).

Semarang (buseronline.com) - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah pada triwulan I 2026 mencapai 5,89 persen secara tahunan (year on year/YoY). Angka tersebut melampaui pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di level 5,61 persen.

Dilansir dari laman Jatengprov, Kepala BPS Jawa Tengah, Ali Said menyampaikan bahwa capaian ini menjadi yang tertinggi sejak 2011. Pernyataan tersebut disampaikan dalam siaran pers daring, Selasa.

"Pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah triwulan I 2026 secara year on year tercatat 5,89 persen. Pertumbuhan ini lebih tinggi dari nasional yang mencapai 5,61 persen, dan merupakan pertumbuhan tertinggi sejak tahun 2011," ujar Ali.

Ia menjelaskan, pertumbuhan ekonomi tersebut didorong oleh sejumlah faktor utama. Salah satunya adalah peningkatan investasi yang tumbuh 5,35 persen pada periode Januari-Maret 2026. Selain itu, program Makan Bergizi Gratis (MBG) turut memberikan kontribusi signifikan.

Jumlah penerima program tersebut meningkat dari 6,7 juta menjadi 9,01 juta orang, seiring bertambahnya Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang mencapai 3.958 unit pada triwulan I 2026.

Di sisi lain, aktivitas perdagangan luar negeri di Kawasan Ekonomi Khusus juga menunjukkan peningkatan tajam. Ekspor tercatat tumbuh 56,51 persen, sementara impor melonjak hingga 292,11 persen dibandingkan triwulan sebelumnya.

Momentum Hari Raya Idulfitri turut mendorong pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan mobilitas masyarakat. Arus mudik dan balik yang tinggi berdampak pada peningkatan aktivitas ekonomi di berbagai sektor.

Secara sektoral, pertumbuhan tertinggi terjadi pada kategori penyediaan akomodasi dan makan minum yang tumbuh 14,14 persen. Disusul sektor konstruksi sebesar 11,91 persen, serta transportasi dan pergudangan sebesar 9,83 persen.

"Peningkatan aktivitas akomodasi dan makan minum didorong oleh kenaikan tingkat okupansi hotel serta konsumsi masyarakat selama Ramadan dan Idulfitri, serta program MBG," jelas Ali.

Sementara itu, sektor konstruksi mengalami pertumbuhan seiring masifnya pembangunan Koperasi Desa Merah Putih. Adapun sektor transportasi dan pergudangan meningkat akibat lonjakan trafik perjalanan selama periode mudik Lebaran 2026.

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Jateng Jadikan Desa Kepyar Proyek Percontohan Pengentasan Kemiskinan
Pemprov Jateng Tingkatkan Literasi melalui Transformasi Perpustakaan
Gubernur Jateng Tegaskan Tak Boleh Ada Korupsi dalam Pengelolaan Anggaran Daerah
UMKM Jawa Tengah Olah Limbah Jadi Produk Kreatif, Tembus Pasar Internasional
Pemprov Jateng Buka Beasiswa Mahasantri dan Santri Penggerak 2026
Omzet Galeri UKM Jateng Tembus Rp439 Juta dalam Enam Bulan, Bakal Direbranding
komentar
beritaTerbaru