Sabtu, 25 April 2026

Komunikasi Publik Jadi Tantangan Utama Program Imunisasi Nasional

Sabtu, 25 April 2026 18:50 WIB
Komunikasi Publik Jadi Tantangan Utama Program Imunisasi Nasional
Forum Tematik Bakohumas Kementerian Kesehatan dalam rangka Pekan Imunisasi Dunia 2026 di Kantor Ditjen SDM Kesehatan, Jakarta, Selasa (21/4/2026).

Jakarta (buseronline.com) - Wakil Menteri Kesehatan RI Dante Saksono Harbuwono menegaskan bahwa tantangan utama dalam menyukseskan program imunisasi nasional saat ini terletak pada aspek komunikasi publik.

Hal tersebut disampaikannya dalam Forum Tematik Badan Koordinasi Hubungan Masyarakat (Bakohumas) Kementerian Kesehatan dalam rangka Pekan Imunisasi Dunia 2026 di Kantor Ditjen SDM Kesehatan, Jakarta, Selasa.

Dilansir dari laman Kemkes, dalam sambutannya, Dante mengungkapkan bahwa arus mis informasi dan disinformasi yang masif menjadi hambatan serius dalam meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap vaksin.

Isu terkait keamanan, kehalalan, hingga narasi menyesatkan dinilai turut memengaruhi partisipasi imunisasi. "Transformasi sistem kesehatan yang sedang kita jalankan menempatkan komunikasi publik sebagai pilar penting yang membutuhkan orkestrasi kuat, terstruktur, dan serempak," ujarnya.

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman menyampaikan bahwa keengganan masyarakat terhadap imunisasi berdampak pada meningkatnya jumlah anak tanpa imunisasi atau zero dose.

Menurutnya, kondisi ini dipicu oleh disrupsi informasi, minimnya edukasi, serta keterbatasan izin dari keluarga. Data Kementerian Kesehatan menunjukkan cakupan imunisasi bayi dan baduta hingga 2025 masih belum merata di berbagai daerah.

Cakupan imunisasi anak sekolah juga belum mencapai target nasional, dengan sebagian wilayah masih berada di bawah 88 persen. Sementara itu, jumlah anak dengan status zero dose DPT-HB-Hib pada 2025 mencapai 991.022, meningkat dibanding tahun sebelumnya.

Forum Bakohumas tahun ini mengangkat tema "Sinergi Humas Pemerintah untuk Program Imunisasi yang Lebih Kuat dan Terpercaya". Kegiatan ini bertujuan memperkuat kapasitas komunikasi publik sekaligus memperluas sinergi lintas sektor.

Aji menekankan pentingnya peran strategis humas pemerintah dalam menangkal hoaks, bahkan mengibaratkannya sebagai "ikan sapu-sapu" di ekosistem digital yang membersihkan informasi menyesatkan serta memperkuat penyebaran pesan positif.

Sementara itu, Direktur Kemitraan Komunikasi Lembaga dan Kehumasan dan Digital, Maroli J Indarto menyoroti fenomena infodemic yang membuat hoaks lebih cepat menyebar dibandingkan fakta medis.

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Wamenkes Tekankan Peran Strategis Laboratorium Kesehatan dalam Transformasi Sistem Nasional
Kemenkes Terapkan Label “Nutri Level” pada Pangan Siap Saji, Fokus Tekan Konsumsi GGL Berlebih
Anak Donorkan Hati untuk Ayah, Transplantasi di RSUP Fatmawati Berjalan Sukses
RSUP Fatmawati Perkuat Layanan Transplantasi Hati Lewat Kolaborasi Internasional
komentar
beritaTerbaru