Jumat, 29 Mei 2026

Diabetes Tipe 2 Kini Menyerang Remaja, Gaya Hidup Jadi Sorotan Utama

Jumat, 29 Mei 2026 18:00 WIB
Diabetes Tipe 2 Kini Menyerang Remaja, Gaya Hidup Jadi Sorotan Utama
Wakil Menteri Kesehatan RI Dante Saksono Harbuwono (pegang mic) dalam acara Canisius Health Expo 2026 di Kolese Kanisius, Jakarta, Minggu (24/5/2026).

Jakarta (buseronline.com) - Penyakit diabetes tipe 2 yang selama ini identik dengan kelompok usia lanjut kini mulai banyak ditemukan pada remaja, bahkan siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Dilansir dari laman Kemkes, kondisi ini menjadi perhatian serius Kementerian Kesehatan RI di tengah perubahan pola hidup generasi muda.

Wakil Menteri Kesehatan RI Dante Saksono Harbuwono menyampaikan bahwa peningkatan kasus ini tidak hanya dipengaruhi faktor genetik, tetapi terutama oleh gaya hidup tidak sehat yang semakin umum di kalangan remaja.

"Dulu diabetes tipe 2 identik dengan usia 40-50 tahun ke atas, tetapi sekarang kita mulai menemukannya pada remaja, bahkan anak SMP," ujar Dante dalam acara Canisius Health Expo 2026 di Kolese Kanisius, Jakarta, Minggu.

Ia menjelaskan, kebiasaan minim aktivitas fisik, tingginya penggunaan gawai, kurang tidur, serta konsumsi makanan dan minuman tinggi gula menjadi faktor utama meningkatnya risiko diabetes pada usia muda. Selain itu, tekanan psikologis pada remaja juga turut memperburuk kondisi kesehatan.

Menurutnya, diabetes tipe 2 pada usia muda cenderung berkembang lebih cepat dan lebih agresif dibandingkan pada orang dewasa. Karena itu, ia menekankan pentingnya pencegahan sejak dini melalui perubahan kebiasaan di lingkungan keluarga.

"Pencegahan harus dimulai sekarang. Makan bersama, tidur cukup, mengurangi waktu di depan layar, dan aktif bergerak bersama keluarga," katanya.

Pemerintah saat ini telah menjalankan program Cek Kesehatan Gratis bagi jutaan pelajar serta memperkenalkan sistem label "nutri-level" pada produk makanan dan minuman untuk membantu masyarakat memahami kandungan gizi.

Dari hasil pemeriksaan kesehatan di sekolah, juga ditemukan sejumlah masalah lain pada remaja seperti hipertensi, anemia, hingga gangguan kesehatan gigi.

Kegiatan Canisius Health Expo 2026 sendiri turut menghadirkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis dan konsultasi dokter spesialis bagi masyarakat, sebagai bentuk kolaborasi antara alumni dan institusi pendidikan dalam meningkatkan kesadaran kesehatan.

Wamenkes mengingatkan bahwa kesehatan merupakan modal utama dalam meraih masa depan. "Tubuh adalah modal pertama dari semua cita-cita yang ingin dicapai," ujarnya. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Filantropi Dinilai Jadi Katalis Penguatan Layanan Kesehatan Ibu dan Anak
Wamenkes Dorong Penguatan Sistem Peringatan Dini Polusi Udara
Kemenkes RI Ingatkan Bahaya Obesitas bagi Kesehatan Masyarakat
Wamenkes Dorong Penguatan Layanan Kesehatan Syariah yang Holistik
Kemenkes Benahi Total Program Internsip Dokter
Kemenkes Dorong Siswa Jadi “First Aider” Kesehatan Mental Lewat Bedah Buku
komentar
beritaTerbaru