Medan (buseronline.com) - Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Medan resmi dimulai secara serentak, Senin. Pembukaan MPLS Ramah ditandai dengan upacara bendera di UPT SMP Negeri 3 Medan, Jalan Pelajar, Kecamatan Medan Kota.
Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas yang diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Aspemsos) Setda Kota Medan Muhammad Sofyan memimpin upacara sekaligus membacakan amanat Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Prof Abdul Mu'ti.
Dalam amanatnya, Muhammad Sofyan menyampaikan bahwa MPLS tahun ini mengusung tema "Hari Baru, Aman dan Nyaman di Sekolah". Tema tersebut menegaskan pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk kekerasan.
"Tidak boleh ada kekerasan, tidak boleh ada perundungan (bullying), tidak boleh ada perpeloncoan, dan tidak boleh ada tindakan yang membuat teman merasa takut atau dikucilkan," ujar Muhammad Sofyan.
Ia juga mengajak para siswa baru untuk menumbuhkan semangat kebersamaan melalui aksi sederhana, seperti menyapa teman baru, mengajak bermain teman yang masih sendiri, serta membiasakan penggunaan tiga kata sakti, yakni tolong, maaf, dan terima kasih. Selain itu, siswa diminta berani melapor kepada guru apabila melihat adanya perlakuan tidak baik terhadap teman.
Kepada para guru dan tenaga kependidikan, Muhammad Sofyan berpesan agar memberikan sambutan terbaik kepada peserta didik baru. Menurutnya, hari pertama sekolah akan menjadi pengalaman yang dikenang sepanjang hidup seorang anak.
"Sesuai pesan Presiden RI, saya mengajak seluruh siswa di Kota Medan untuk berkomitmen pada lima hal utama, yakni beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, menghormati dan mencintai orang tua serta guru, belajar dengan sungguh-sungguh, rukun dengan teman, dan mencintai tanah air Indonesia," katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan Barli Mulia Nasution mengatakan pihaknya telah melakukan sosialisasi secara masif kepada para orang tua murid mengenai pelaksanaan
MPLS Ramah melalui berbagai media, termasuk media sosial dan pertemuan daring.
"Kita harapkan orang tua murid memahami konsep MPLS Ramah ini, sehingga anak-anak mereka merasa nyaman untuk bersekolah," ujar Barli.
Ia menegaskan seluruh satuan pendidikan di bawah naungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan wajib menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan bebas dari tindakan kekerasan maupun perundungan.
beritaTerkait
komentar