Ia menyebut meski cakupan imunisasi lengkap anak usia 12-23 bulan telah mencapai 76,9 persen pada 2025, penguatan komunikasi di tingkat akar rumput masih menjadi pekerjaan rumah.
"Humas harus mampu menerjemahkan bahasa medis yang kaku menjadi narasi humanis yang mudah dipahami masyarakat," tegasnya.
Kegiatan tersebut juga diisi diskusi panel bersama Direktur Imunisasi Indri Yogaswari, pakar big data Ismail Fahmi, serta influencer kesehatan Mohamad Hildan.
Diskusi membahas situasi imunisasi nasional hingga strategi komunikasi menghadapi maraknya konten anti-vaksin di media sosial.
Melalui forum ini, humas pemerintah diharapkan semakin proaktif melakukan prebunking atau edukasi dini kepada masyarakat agar mampu mengenali, mencegah, dan melaporkan hoaks, khususnya terkait imunisasi, demi memastikan hak kesehatan anak Indonesia terpenuhi secara merata. (R)
beritaTerkait
komentar