Bodo/Glimt Ditahan Imbang Lille 0-0, Rekor Enam Kemenangan Kandang Terhenti
Norwegia (buseronline.com) Bodo/Glimt gagal memanfaatkan keuntungan bermain di kandang sendiri saat menjamu Lille dalam lanjutan matchday
Olahraga 32 menit lalu
Pekanbaru (buseronline.com) - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengembangkan perkara dugaan tindak pidana korupsi di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau Tahun Anggaran 2025.
Dilansir dari laman KPK, dalam pengembangan tersebut, KPK menetapkan MJN, yang merupakan ajudan (ADC) Gubernur Riau, sebagai tersangka.
Sebelumnya, KPK telah lebih dahulu menetapkan tiga tersangka lain, yakni AW selaku Gubernur Riau, MAS selaku Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (PUPR PKPP), serta DAN selaku Tenaga Ahli Gubernur.
Baca Juga: Bareskrim Polri Musnahkan 1,02 Kg Sabu Hasil Ungkap Jaringan Narkoba di Riau
Atas penetapan tersebut, MJN langsung dilakukan penahanan selama 20 hari pertama, terhitung sejak 13 April hingga 2 Mei 2026, di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Cabang Gedung ACLC (C1) KPK.
Dalam konstruksi perkara, KPK mengungkap bahwa kasus ini bermula dari permintaan uang oleh AW kepada sejumlah perangkat daerah di Pemerintah Provinsi Riau.
Permintaan tersebut terjadi dalam tiga tahap sepanjang Juni hingga November 2025. Hasil penyidikan menunjukkan bahwa MJN diduga memiliki peran penting sebagai pihak yang menyalurkan uang kepada Gubernur.
Baca Juga: KPK Soroti Risiko Korupsi dalam Pengembangan KEK Galang Batang
Pada tahap pertama, MJN mendistribusikan uang sebesar Rp950 juta kepada AW. Selanjutnya, pada tahap kedua, ia kembali menyalurkan dana sebesar Rp450 juta.
Sementara itu, pada tahap ketiga, terkumpul uang sebesar Rp750 juta dari sejumlah perangkat daerah. Dana tersebut kemudian diamankan oleh tim KPK sebagai barang bukti dalam kegiatan penyelidikan tertutup pada 3 November 2025.
Atas perbuatannya, MJN disangkakan melanggar sejumlah ketentuan dalam undang-undang pemberantasan korupsi, yakni Pasal 12 huruf e dan/atau Pasal 12 huruf f serta Pasal 12B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001.
Selain itu, MJN juga dijerat dengan Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP terkait penyertaan tindak pidana, bersama dengan tersangka lainnya, yakni AW, MAS, dan DAN.
Norwegia (buseronline.com) Bodo/Glimt gagal memanfaatkan keuntungan bermain di kandang sendiri saat menjamu Lille dalam lanjutan matchday
Olahraga 32 menit lalu
Istanbul (buseronline.com) Galatasaray berhasil meraih kemenangan penting saat menjamu VfB Stuttgart dalam lanjutan fase liga Liga Champio
Olahraga satu jam lalu
Jakarta (buseronline.com) Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyampaikan keprihatinan atas dugaan tindak pidana penyadapan, pen
Regional 9 jam lalu
Tarutung (buseronline.com) Bupati Tapanuli Utara, Dr Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat SSi MSi menyambut antusias pelaksanaan Konsultasi
Regional 12 jam lalu
Semarang (buseronline.com) Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersiap menyambut masuknya investasi asing senilai total Rp9,7 triliun dari sej
Ekonomi 13 jam lalu
Jakarta (buseronline.com) Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) kembali melakukan rotasi dan mutasi jabatan terhadap lima perwira t
Hukum & Peristiwa 14 jam lalu
Jakarta (buseronline.com) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI terus memperkuat kompetensi dan kesejahteraan guru
Pendidikan 14 jam lalu
Jakarta (buseronline.com) Polri memastikan akan mendalami berbagai keluhan terkait penggeledahan Pondok Pesantren Hamalatul Quran di Kabup
Hukum & Peristiwa 15 jam lalu
Semarang (buseronline.com) Sebanyak 20.521 Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) di Jawa Tengah telah bertransformasi dengan menerapkan enam bi
Kesehatan 16 jam lalu
Medan (buseronline.com) Farianda Putra Sinik SE menunjukkan keseriusannya untuk kembali maju sebagai calon Ketua Persatuan Wartawan Indone
Regional 16 jam lalu