Jakarta (buseronline.com) - Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ahmad Luthfi meraih penghargaan dalam ajang National Governance Award 2026 atas dinilai progresif dalam penanganan stunting di wilayahnya.
Dilansir dari laman
Jatengprov, penghargaan tersebut diserahkan Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat RI, Abdul Muhaimin Iskandar, dalam acara yang berlangsung di The Ritz-Carlton Hotel Jakarta, Jumat malam.
Ahmad Luthfi mengatakan, penghargaan ini menjadi bentuk pengakuan atas kerja kolaboratif seluruh pihak dalam memperkuat layanan kesehatan dasar di Jawa Tengah. Ia menegaskan, inovasi dan sinergi lintas sektor akan terus diperkuat untuk menekan angka stunting.
"Kolaborasi dengan 369 rumah sakit yang terintegrasi dengan puskesmas, laboratorium, hingga pemangku kepentingan di tingkat desa menjadi kunci," ujarnya.
Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), prevalensi stunting di Jawa Tengah pada 2024 turun menjadi 17,1 persen dari sebelumnya 20,7 persen. Angka tersebut juga lebih baik dibandingkan rata-rata nasional yang berada di angka 19,8 persen.
Berbagai intervensi dilakukan Pemprov
Jateng, antara lain skrining anemia pada remaja putri, pemberian tablet tambah darah, layanan pemeriksaan kehamilan, hingga pemberian makanan tambahan bagi ibu hamil dengan kekurangan energi kronis (KEK).
Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah, Yunita Dyah Kusminar, menyebut program dokter spesialis keliling (Speling) menjadi salah satu faktor penting dalam peningkatan akses layanan kesehatan.
"Program ini berdampak pada penurunan stunting. Saat ini sekitar 1,9 juta balita telah dipantau melalui sistem e-PPGBM," katanya.
Program Speling sendiri menghadirkan layanan dokter spesialis langsung ke desa-desa, sekaligus mengintegrasikan skrining, pengobatan, hingga rujukan rumah sakit. Hingga April 2026, program tersebut telah menjangkau lebih dari 1.000 desa di ratusan kecamatan.
Selain itu, capaian program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Jawa Tengah juga menjadi yang tertinggi secara nasional. Pada 2025, realisasi mencapai 37,73 persen atau sekitar 14,29 juta orang, melampaui target nasional.
Menteri Dalam Negeri RI, Tito Karnavian, menegaskan bahwa kinerja pemerintah daerah sangat menentukan capaian pembangunan nasional. "Kinerja nasional merupakan akumulasi dari pusat dan daerah. Jika satu daerah turun, maka akan berdampak pada capaian nasional," ujarnya.
Dalam ajang tersebut, Kabupaten Kebumen dan Kabupaten Sragen juga turut meraih penghargaan pada kategori berbeda. Penghargaan diberikan dalam enam sektor strategis, mulai dari pertumbuhan ekonomi hingga kepemimpinan strategis, melalui proses penilaian berbasis data dan evaluasi dewan juri. (R)
beritaTerkait
komentar