Kamis, 05 November 2026

Jateng Borong Penghargaan di National Governance Award 2026, Ahmad Luthfi Diapresiasi atas Penanganan Stunting

Minggu, 26 April 2026 18:10 WIB
Jateng Borong Penghargaan di National Governance Award 2026, Ahmad Luthfi Diapresiasi atas Penanganan Stunting
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi meraih penghargaan dalam ajang National Governance Award 2026 yang diserahkan Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat RI, Abdul Muhaimin Iskandar, dalam acara yang berlangsung di The Ritz-Carlton Hotel Jakarta, Jumat (24/4/2026) malam.

Jakarta (buseronline.com) - Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ahmad Luthfi meraih penghargaan dalam ajang National Governance Award 2026 atas dinilai progresif dalam penanganan stunting di wilayahnya.

Dilansir dari laman Jatengprov, penghargaan tersebut diserahkan Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat RI, Abdul Muhaimin Iskandar, dalam acara yang berlangsung di The Ritz-Carlton Hotel Jakarta, Jumat malam.

Ahmad Luthfi mengatakan, penghargaan ini menjadi bentuk pengakuan atas kerja kolaboratif seluruh pihak dalam memperkuat layanan kesehatan dasar di Jawa Tengah. Ia menegaskan, inovasi dan sinergi lintas sektor akan terus diperkuat untuk menekan angka stunting.

"Kolaborasi dengan 369 rumah sakit yang terintegrasi dengan puskesmas, laboratorium, hingga pemangku kepentingan di tingkat desa menjadi kunci," ujarnya.

Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), prevalensi stunting di Jawa Tengah pada 2024 turun menjadi 17,1 persen dari sebelumnya 20,7 persen. Angka tersebut juga lebih baik dibandingkan rata-rata nasional yang berada di angka 19,8 persen.

Berbagai intervensi dilakukan Pemprov Jateng, antara lain skrining anemia pada remaja putri, pemberian tablet tambah darah, layanan pemeriksaan kehamilan, hingga pemberian makanan tambahan bagi ibu hamil dengan kekurangan energi kronis (KEK).

Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah, Yunita Dyah Kusminar, menyebut program dokter spesialis keliling (Speling) menjadi salah satu faktor penting dalam peningkatan akses layanan kesehatan.

"Program ini berdampak pada penurunan stunting. Saat ini sekitar 1,9 juta balita telah dipantau melalui sistem e-PPGBM," katanya.

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Pemprov Jateng Buka Beasiswa S1 dan S2 untuk Guru Madrasah Diniyah
Gubernur Jateng Dorong MES Perkuat UMKM dan Ekonomi Syariah
Pemprov Jateng Siapkan Kawasan Industri Halal untuk Tarik Investor
Gubernur Jateng: Perubahan APBD 2026 Harus Responsif terhadap Dinamika Ekonomi
Pemprov Jateng Siapkan 10.000 Dosis Vaksin Gratis untuk Cegah Rabies
Sekda Jateng Dorong Sekolah Rakyat Siapkan Masa Depan Peserta
komentar
beritaTerbaru