Jumat, 10 Juli 2026

Pemprov Jateng Pastikan APBD dan Program Pembangunan Berdampak Nyata bagi Masyarakat

Jumat, 10 Juli 2026 19:05 WIB
Pemprov Jateng Pastikan APBD dan Program Pembangunan Berdampak Nyata bagi Masyarakat
Gubernur Jawa Tengah Komjen Pol (P) Drs Ahmad Luthfi SH SSt MK saat menghadiri Rapat Paripurna Persetujuan Perda Pertanggungjawaban APBD Tahun Anggaran 2025 bersama DPRD Jawa Tengah di Gedung Berlian, Kota Semarang, Rabu (8/7/2026).

Semarang (buseronline.com) - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) berkomitmen memastikan setiap rupiah dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) serta berbagai program pembangunan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, meski di tengah tekanan fiskal dan ketidakpastian geopolitik global.

Komitmen tersebut disampaikan Gubernur Jawa Tengah Komjen Pol (P) Drs Ahmad Luthfi SH SSt MK saat menghadiri Rapat Paripurna Persetujuan Peraturan Daerah (Perda) Pertanggungjawaban APBD Tahun Anggaran 2025 bersama DPRD Jawa Tengah di Gedung Berlian, Kota Semarang, Rabu.

"Program-program ini harus bisa kita lakukan dan berdaya guna bagi masyarakat," ujar Ahmad Luthfi dilansir dari laman Jatengprov.

Menurutnya, pembangunan di Jawa Tengah tidak dapat hanya bergantung pada APBD. Karena itu, pemerintah daerah terus mendorong penguatan sektor investasi, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), dan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) sebagai penopang perekonomian daerah.

Gubernur mengungkapkan, realisasi investasi Jawa Tengah sepanjang 2025 mencapai Rp110 triliun dengan penyerapan tenaga kerja hampir 276 ribu orang. Sementara pada triwulan I 2026, nilai investasi yang masuk mencapai hampir Rp23 triliun dan mampu menyerap sekitar 92 ribu tenaga kerja.

Dalam kesempatan tersebut, Ahmad Luthfi juga menyampaikan apresiasi kepada pimpinan dan anggota DPRD Jawa Tengah atas pembahasan dan persetujuan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pertanggungjawaban APBD Tahun Anggaran 2025 menjadi Peraturan Daerah.

Berdasarkan laporan pertanggungjawaban APBD, realisasi pendapatan daerah pada 2025 mencapai Rp23,761 triliun, sedangkan realisasi belanja daerah tercatat sebesar Rp23,871 triliun.

Dari struktur anggaran tersebut, terdapat defisit sebesar Rp109,86 miliar. Namun, defisit itu ditutup melalui pembiayaan netto sebesar Rp577,04 miliar sehingga menghasilkan Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) sebesar Rp467,18 miliar.

Selain itu, nilai kekayaan daerah Provinsi Jawa Tengah pada 2025 tercatat mencapai Rp42,669 triliun atau meningkat Rp2,408 triliun dibandingkan tahun sebelumnya.

Ketua DPRD Jawa Tengah Sumanto menyatakan bahwa Laporan Pertanggungjawaban APBD 2025 yang disampaikan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah sesuai dengan hasil pembahasan DPRD dan pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Gubernur Jateng Perkuat Pencegahan LGBTQ Lewat Edukasi dan Layanan Konseling
SPMB PAUD Utamakan Pendekatan Ramah Anak, Orientasi Jadi Sarana Kenali Karakter Murid
Pemprov Jateng Petakan Peran Rumah Sakit Daerah, Tak Lagi Fokus Kejar Klasifikasi
NTP Jawa Tengah Naik 0,75 Persen pada Juni 2026, Daya Beli Petani Meningkat
Jateng Tetap Jadi Magnet Investasi, Gubernur Ahmad Luthfi: Iklim Usaha Kondusif
Target Akseptor KB Pria di Kabupaten Semarang Tercapai, Animo MOP Terus Meningkat
komentar
beritaTerbaru