Semarang (buseronline.com) - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) terus memperkuat dukungan terhadap program wajib belajar 13 tahun yang dicanangkan pemerintah pusat, termasuk satu tahun pendidikan prasekolah melalui Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).
Dilansir dari laman Jatengprov, salah satu langkah yang dilakukan adalah mengembangkan program
PAUD Emas (PAUD Berbasis Masyarakat untuk Generasi Indonesia Emas) yang mengedepankan keterlibatan masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan anak usia dini.
Bunda PAUD Jawa Tengah Nawal Arafah Yasin mengatakan program tersebut menjadi strategi untuk meningkatkan partisipasi anak usia 0-6 tahun dalam layanan pendidikan prasekolah.
Program ini juga merupakan bagian dari visi "Ngopeni Bocah, Nglakoni Wajib Setahun Prasekolah" yang diusung Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen.
"Sebanyak 90 persen PAUD di Jawa Tengah masih didominasi pihak swasta. Karena itu, kami menghadirkan program yang tumbuh dari bawah melalui swadaya masyarakat," kata Nawal saat menghadiri kegiatan Praktik Pembelajaran Mendalam, Coding, dan Robotic bagi tenaga pendidik PAUD di Wisma Perdamaian, Semarang, Rabu.
Menurutnya, pendekatan berbasis masyarakat terbukti efektif dalam memperluas akses pendidikan anak usia dini. Angka partisipasi anak usia 0-6 tahun yang mengikuti PAUD meningkat dari 47 persen pada 2024 menjadi 53 persen pada 2025.
Nawal mencontohkan keberadaan PAUD Tirta Kenanga di Semarang Barat yang operasionalnya didukung oleh swadaya masyarakat setempat melalui hasil pengelolaan sumur artesis.
Selain itu,
Pemprov Jateng juga mengoptimalkan peran Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) sebagai pusat layanan terpadu yang tidak hanya melayani kesehatan ibu dan anak, tetapi juga mendukung pembelajaran anak usia dini.
Saat ini terdapat 49.149 Posyandu yang tersebar di seluruh Jawa Tengah. Menurut Nawal, keberadaan Posyandu menjadi potensi besar dalam memperluas akses pendidikan prasekolah.
beritaTerkait
komentar