Minggu, 26 Juli 2026

Kemenkes, LKPP, dan Telkom Perkuat E-Katalog Kesehatan untuk Dorong Efisiensi Pengadaan Obat

Minggu, 26 Juli 2026 11:35 WIB
Kemenkes, LKPP, dan Telkom Perkuat E-Katalog Kesehatan untuk Dorong Efisiensi Pengadaan Obat
Kemenkes RI bersama LKPP dan PT Telkom Indonesia memperkuat kolaborasi dalam pengembangan Katalog Elektronik Sektoral Kesehatan (E-Katalog Versi 6) guna meningkatkan transparansi, efisiensi, dan akuntabilitas pengadaan obat serta BMHP.

Jakarta (buseronline.com) - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI bersama Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) dan PT Telkom Indonesia memperkuat kolaborasi dalam pengembangan Katalog Elektronik Sektoral Kesehatan (E-Katalog Versi 6) guna meningkatkan transparansi, efisiensi, dan akuntabilitas pengadaan obat serta bahan medis habis pakai (BMHP).

Dilansir dari laman Kemkes, komitmen tersebut mengemuka dalam pertemuan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dengan Kepala LKPP Sarah Sadiqa serta Direktur Enterprise & Business Service PT Telkom Indonesia Veranita Yosephine di Kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta.

Penguatan kerja sama ini merupakan tindak lanjut program efisiensi belanja kesehatan yang dijalankan Kemenkes sejak 2025 melalui konsolidasi pengadaan obat dan BMHP di rumah sakit.

Berdasarkan Analisis Beban Farmasi Rumah Sakit Kemenkes, kebijakan tersebut menghasilkan potensi penghematan lebih dari Rp1,8 triliun dalam dua tahun pelaksanaan atau setara 38,70 persen dari total nilai belanja awal.

Dalam pertemuan tersebut, ketiga pihak menyepakati hasil konsolidasi pengadaan Kemenkes akan ditampilkan pada E-Katalog Versi 6. Selain itu, fitur best price atau harga acuan akan tersedia pada halaman produk dan dapat diakses publik tanpa perlu masuk (login) ke sistem.

Pengembangan fitur tersebut ditargetkan rampung pada pekan pertama Agustus 2026 sehingga diharapkan semakin banyak pemerintah daerah bergabung dalam konsolidasi pengadaan mulai September 2026.

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengatakan strategi konsolidasi merupakan langkah konkret pemerintah dalam meningkatkan efektivitas pembiayaan kesehatan sekaligus mengurangi disparitas harga obat di rumah sakit.

"Dalam rangka meningkatkan efektivitas dan efisiensi pembiayaan obat dan bahan medis habis pakai (BMHP) serta mengurangi disparitas harga obat yang tinggi di rumah sakit, Kementerian Kesehatan menyelenggarakan konsolidasi pengadaan obat dan BMHP," ujar Budi.

Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa Kemenkes Zulvia Dwi Kurnaini mengatakan sinergi lintas lembaga menjadi kunci untuk memastikan penguatan E-Katalog Kesehatan berjalan sesuai kebutuhan Kementerian Kesehatan.

"Kerja sama hari ini menjadi salah satu jalur untuk memastikan Kementerian Kesehatan memperoleh dukungan penuh dari LKPP dan PT Telkom Indonesia, agar penguatan E-Katalog Kesehatan dapat terlaksana dengan baik dan sistem yang disiapkan sesuai dengan kebutuhan Kementerian Kesehatan," kata Zulvia.

Editor
: Administrator
beritaTerkait
KPK Libatkan Generasi Muda Perkuat Budaya Antikorupsi Lewat SINTESIS 2026
Indonesia-Australia Luncurkan Program KITA SEHAT Senilai AUD100 Juta
KPK dan ANRI Resmi Luncurkan Pusdankor, Jadikan Arsip Sejarah sebagai Senjata Pencegahan Korupsi
Jumlah Dokter Jantung Intervensi Meningkat 3,2 Kali Lipat, Kemenkes Percepat Pemerataan Layanan Jantung
Kemenkes Tarik Investasi Takeda, Perkuat Hilirisasi Industri Kesehatan Nasional
Ditpamobvit Baharkam Polri dan PT ABB Perkuat Sistem Pengamanan Objek Vital Nasional
komentar
beritaTerbaru