Sabtu, 07 November 2026

KPK Ajak Generasi Muda Jadikan Integritas sebagai Kebiasaan

Senin, 21 September 2026 18:55 WIB
KPK Ajak Generasi Muda Jadikan Integritas sebagai Kebiasaan
Talkshow bertajuk “Think Big, Act Right: Membentuk Generasi Muda dengan Integritas dan Kepemimpinan dalam Membangun Masa Depan” yang digelar di Universitas Udayana, Badung, Bali, Kamis (17/9/2026).

Badung (buseronline.com) - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengajak generasi muda, khususnya mahasiswa, menjadikan integritas sebagai kebiasaan dalam mengambil keputusan dan bertindak di kehidupan sehari-hari.

Dilansir dari laman KPK, pesan tersebut disampaikan dalam talkshow bertajuk "Think Big, Act Right: Membentuk Generasi Muda dengan Integritas dan Kepemimpinan dalam Membangun Masa Depan" yang digelar di Universitas Udayana, Badung, Bali, pada 17 September 2026.

Talkshow yang menjadi bagian dari rangkaian Diseminasi Antikorupsi SINTESIS KPK 2026 tersebut diikuti sekitar 140 mahasiswa Universitas Udayana.

Kegiatan menghadirkan Pimpinan KPK Ibnu Basuki Widodo, Guru Besar sekaligus Dosen Hukum Tata Negara Fakultas Hukum Universitas Udayana I Dewa Gede Palguna, serta Delegasi SINTESIS KPK 2026 dari Provinsi Bali, I Gede Karang Bagus Prema.

Ibnu Basuki Widodo mengatakan pemberantasan korupsi tidak hanya mengandalkan penindakan. Pendidikan dan pencegahan juga harus dilakukan secara berkelanjutan.

Menurutnya, ketiga pendekatan tersebut merupakan bagian dari Strategi Trisula Pemberantasan Korupsi yang mencakup pendidikan masyarakat, pencegahan, dan penindakan.

"Integritas bukan sekadar pengetahuan mengenai korupsi. Integritas adalah kebiasaan mengambil keputusan yang benar, meskipun tidak selalu mudah dan tidak selalu diawasi," ujar Ibnu.

Ia menjelaskan, korupsi dapat muncul dalam berbagai bentuk dan dipengaruhi sejumlah faktor, mulai dari kebutuhan, keserakahan hingga kelemahan sistem.

Karena itu, budaya antikorupsi perlu dibangun melalui pembentukan karakter sekaligus penguatan sistem yang mampu mencegah terjadinya korupsi.

Di lingkungan pendidikan, Ibnu mengingatkan agar integritas menjadi bagian dari kehidupan seluruh warga kampus.

Berdasarkan Survei Penilaian Integritas (SPI) Pendidikan 2024, masih ditemukan persoalan integritas akademik, seperti perilaku menyontek serta pemberian hadiah atau gratifikasi yang dianggap wajar oleh sebagian pihak.

"Anak muda dapat memulai gerakan antikorupsi dari lingkungan yang paling dekat. Perubahan tidak harus selalu menunggu seseorang menjadi pejabat atau pemegang jabatan formal," katanya.

Ibnu juga mendorong civitas akademika menerapkan prinsip No Bribery, No Gift, No Kickback, dan No Luxurious Hospitality. Masyarakat juga dapat berkontribusi dalam pemberantasan korupsi dengan memanfaatkan kanal pengaduan resmi KPK.

Editor
: Administrator
beritaTerkait
KPK Evaluasi Program Ber-Aksi 2026, Kabupaten Asahan Penuhi 15 Indikator Antikorupsi
KPK Ajak Mahasiswa ISI Bali Kampanyekan Antikorupsi Lewat Karya Komik
KPK Gelar Festival Film Antikorupsi 2026, Sebanyak 46 Film Pendek Siap Ditayangkan
KPK Tekankan Budaya Antikorupsi, Integritas Jadi Fondasi Poltekkes Semarang Menuju Kampus Internasional
KPK Raih Penghargaan Nagara Dana Abisatya dari Kemenkeu atas Pemulihan Aset Korupsi
KPK Minta BUMN dan Swasta Perkuat Integritas untuk Cegah Korupsi
komentar
beritaTerbaru