Minggu, 26 Juli 2026

PAUD Emas Jadi Andalan Jateng Dukung Wajib Belajar 13 Tahun

Jumat, 05 Juni 2026 12:40 WIB
PAUD Emas Jadi Andalan Jateng Dukung Wajib Belajar 13 Tahun
Bunda PAUD Jawa Tengah Nawal Arafah Yasin saat menghadiri kegiatan Praktik Pembelajaran Mendalam, Coding, dan Robotic bagi tenaga pendidik PAUD di Wisma Perdamaian, Semarang, Rabu (3/6/2026).

Semarang (buseronline.com) - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) terus memperkuat dukungan terhadap program wajib belajar 13 tahun yang dicanangkan pemerintah pusat, termasuk satu tahun pendidikan prasekolah melalui Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

Dilansir dari laman Jatengprov, salah satu langkah yang dilakukan adalah mengembangkan program PAUD Emas (PAUD Berbasis Masyarakat untuk Generasi Indonesia Emas) yang mengedepankan keterlibatan masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan anak usia dini.

Bunda PAUD Jawa Tengah Nawal Arafah Yasin mengatakan program tersebut menjadi strategi untuk meningkatkan partisipasi anak usia 0-6 tahun dalam layanan pendidikan prasekolah.

Program ini juga merupakan bagian dari visi "Ngopeni Bocah, Nglakoni Wajib Setahun Prasekolah" yang diusung Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen.

"Sebanyak 90 persen PAUD di Jawa Tengah masih didominasi pihak swasta. Karena itu, kami menghadirkan program yang tumbuh dari bawah melalui swadaya masyarakat," kata Nawal saat menghadiri kegiatan Praktik Pembelajaran Mendalam, Coding, dan Robotic bagi tenaga pendidik PAUD di Wisma Perdamaian, Semarang, Rabu.

Menurutnya, pendekatan berbasis masyarakat terbukti efektif dalam memperluas akses pendidikan anak usia dini. Angka partisipasi anak usia 0-6 tahun yang mengikuti PAUD meningkat dari 47 persen pada 2024 menjadi 53 persen pada 2025.

Nawal mencontohkan keberadaan PAUD Tirta Kenanga di Semarang Barat yang operasionalnya didukung oleh swadaya masyarakat setempat melalui hasil pengelolaan sumur artesis.

Selain itu, Pemprov Jateng juga mengoptimalkan peran Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) sebagai pusat layanan terpadu yang tidak hanya melayani kesehatan ibu dan anak, tetapi juga mendukung pembelajaran anak usia dini.

Saat ini terdapat 49.149 Posyandu yang tersebar di seluruh Jawa Tengah. Menurut Nawal, keberadaan Posyandu menjadi potensi besar dalam memperluas akses pendidikan prasekolah.

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Pemprov Jateng Dorong Peternak Terapkan Silase untuk Jaga Produksi Susu Saat Kemarau
Pemprov Jateng Pastikan APBD dan Program Pembangunan Berdampak Nyata bagi Masyarakat
Gubernur Jateng Perkuat Pencegahan LGBTQ Lewat Edukasi dan Layanan Konseling
Pemprov Jateng Petakan Peran Rumah Sakit Daerah, Tak Lagi Fokus Kejar Klasifikasi
Jateng Perkuat Upaya Pencegahan Perundungan di Sekolah
Pemprov Jateng Dorong Keterlibatan Ayah Lewat Gerakan Ambil Rapor dan Antar Anak Sekolah
komentar
beritaTerbaru