Kamis, 17 September 2026

Pemerintah Targetkan Produksi E20 dalam Dua Tahun, Siapkan 2 Juta Hektare Lahan Tebu

Kamis, 17 September 2026 20:32 WIB
Pemerintah Targetkan Produksi E20 dalam Dua Tahun, Siapkan 2 Juta Hektare Lahan Tebu
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan.

Jakarta (buseronline.com) - Pemerintah Indonesia menargetkan produksi bahan bakar dengan campuran etanol 20 persen atau E20 dapat terealisasi dalam dua tahun mendatang. Target tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam rapat terbatas yang dipimpin langsung Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan, Presiden Prabowo telah menginstruksikan jajaran terkait untuk menyiapkan langkah konkret guna mencapai target produksi E20. Persiapan tersebut mencakup penyediaan lahan untuk pengembangan bahan baku etanol hingga pembangunan industri pengolahannya.

"Ratas dipimpin Bapak Presiden langsung, kita membahas agar dua tahun mendatang kita sudah bisa produksi paling kurang E20. Oleh karena itu, tadi Mentan diminta menyiapkan rencana termasuk lahan dan seterusnya," ujar Zulkifli Hasan seusai rapat.

Menurut Zulkifli, tebu menjadi komoditas yang paling memungkinkan untuk dikembangkan sebagai bahan baku etanol. Pemerintah menyiapkan lahan sekitar 2 juta hektare yang tersebar di sejumlah wilayah Indonesia.

Lahan tersebut berada di Jawa, Sumatra, Kalimantan hingga Papua. "Mengonversi etanol itu yang paling memungkinkan ternyata dari tebu. Menyiapkan lahannya lebih kurang 2 juta hektare, ada yang dari luar Jawa, ada yang dari Jawa, ada dari Sumatera akan disiapkan," kata Zulkifli.

Untuk pembangunan industri pengolahan etanol, pemerintah akan melibatkan Danantara. Pengembangan industri tersebut diharapkan berjalan seiring dengan penyediaan bahan baku dari perkebunan tebu.

Zulkifli mengatakan, berdasarkan hasil kajian pemerintah, target produksi E20 dalam dua tahun masih memungkinkan untuk dicapai. Namun, ketersediaan lahan menjadi salah satu tantangan utama yang harus segera diselesaikan.

"Setelah kita kaji dan seterusnya dimungkinkan dalam dua tahun mendatang crude oil kita sudah bisa dicampur dengan E20 itu, dalam dua tahun. Memang yang menjadi titik bottleneck adalah lahan," ujarnya.

Pemerintah, lanjut Zulkifli, telah memetakan sejumlah wilayah yang berpotensi dikembangkan sebagai kawasan tanaman tebu. Pengembangan tidak hanya berfokus di Pulau Jawa, tetapi juga diarahkan ke wilayah lain seperti Sumatera, Kalimantan dan Papua.

Pemilihan tebu sebagai bahan baku utama etanol dilakukan setelah pemerintah mempertimbangkan komoditas lainnya, termasuk jagung dan singkong.

Menurut Zulkifli, penggunaan jagung dan singkong dalam skala besar menghadapi sejumlah kendala, terutama dari sisi produksi dan mekanisasi.

"Kalau jagung nggak mungkin, nggak masuk hitungannya. Ya kemudian singkong, singkong juga dihitung-hitung itu tidak mudah. Tidak mudah panennya dan seterusnya karena tidak bisa mekanisasi. Ketemu tebu," tuturnya.

Pemerintah menegaskan bahwa kebutuhan etanol untuk program E20 nantinya akan dipenuhi dari produksi dalam negeri. Program tersebut juga akan dikembangkan secara bertahap menuju tingkat pencampuran etanol yang lebih tinggi.

"E20 dalam negeri semuanya. Bertahap kita akan menuju E50, seperti B50. Tapi yang pertama ini E20, jangka panjang akan menuju E50," ujar Zulkifli. (DKI1)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Pemkab Taput Perkuat Promosi Pariwisata dan UMKM Lewat Media Sosial
15 Kegiatan Pemulihan Pascabencana di Taput Rampung, Dua Segera Tuntas
Bupati Taput Dorong Modernisasi Pertanian, Tanam Jagung 10 Hektare di Sijaba
Dinas Pertanian Toba Susun Aturan Pola Tanam, Targetkan Peningkatan Produksi Pertanian
Bupati Taput Jonius Hutabarat Serap Aspirasi Warga di Pekan Hutajulu
Bupati Taput Tinjau Jalan Hotmix Parmonangan-Hutajulu, Pangkas Waktu Tempuh 30 Menit
komentar
beritaTerbaru