Yogyakarta (buseronline.com) - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI mendorong lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) untuk memanfaatkan peluang kerja di sektor caregiver atau tenaga pendamping lanjut usia, baik di dalam negeri maupun mancanegara.
Dilansir dari laman
Kemendikdasmen, langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten, profesional, dan berkarakter guna memenuhi meningkatnya kebutuhan tenaga perawatan lansia di berbagai negara.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI Abdul Mu'ti mengatakan fenomena aging society atau meningkatnya jumlah penduduk lanjut usia telah terjadi di sejumlah negara, seperti Jepang, Korea Selatan, Tiongkok, dan Singapura.
Kondisi tersebut membuka peluang kerja yang cukup besar bagi tenaga profesional Indonesia, khususnya lulusan SMK yang memiliki kompetensi di bidang perawatan dan pendampingan lansia.
Mu'ti mengungkapkan, peluang tersebut mulai terlihat dari keberangkatan sekitar 3.000 lulusan SMK yang sebagian besar dipersiapkan untuk bekerja di Jepang. Mayoritas lulusan akan mengisi posisi caregiver di rumah sakit maupun layanan pendampingan di rumah.
Menurutnya, menjadi seorang caregiver tidak cukup hanya memiliki keterampilan teknis. Profesi ini juga membutuhkan kemampuan komunikasi, kesabaran, empati, serta pemahaman terhadap kondisi psikologis orang yang didampingi.
"Caregiver harus mampu memberikan pelayanan tanpa membuat orang yang didampingi merasa tidak berdaya. Ada keterampilan mendengarkan, kesabaran, empati, dan kemampuan memahami kebutuhan setiap individu yang harus dibangun," ujar Mu'ti.
Ia menambahkan, pemahaman terhadap budaya, kebiasaan, dan sistem hukum negara tujuan juga menjadi bekal penting bagi lulusan SMK yang ingin bekerja di luar negeri.
beritaTerkait
komentar