Kamis, 05 November 2026

Kemendikdasmen Dorong Lulusan SMK Isi Peluang Kerja Caregiver di Luar Negeri

Kamis, 05 November 2026 17:50 WIB
Kemendikdasmen Dorong Lulusan SMK Isi Peluang Kerja Caregiver di Luar Negeri
Mendikdasmen RI Abdul Mu’ti.

Yogyakarta (buseronline.com) - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI mendorong lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) untuk memanfaatkan peluang kerja di sektor caregiver atau tenaga pendamping lanjut usia, baik di dalam negeri maupun mancanegara.

Dilansir dari laman Kemendikdasmen, langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten, profesional, dan berkarakter guna memenuhi meningkatnya kebutuhan tenaga perawatan lansia di berbagai negara.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI Abdul Mu'ti mengatakan fenomena aging society atau meningkatnya jumlah penduduk lanjut usia telah terjadi di sejumlah negara, seperti Jepang, Korea Selatan, Tiongkok, dan Singapura.

Kondisi tersebut membuka peluang kerja yang cukup besar bagi tenaga profesional Indonesia, khususnya lulusan SMK yang memiliki kompetensi di bidang perawatan dan pendampingan lansia.

Mu'ti mengungkapkan, peluang tersebut mulai terlihat dari keberangkatan sekitar 3.000 lulusan SMK yang sebagian besar dipersiapkan untuk bekerja di Jepang. Mayoritas lulusan akan mengisi posisi caregiver di rumah sakit maupun layanan pendampingan di rumah.

Menurutnya, menjadi seorang caregiver tidak cukup hanya memiliki keterampilan teknis. Profesi ini juga membutuhkan kemampuan komunikasi, kesabaran, empati, serta pemahaman terhadap kondisi psikologis orang yang didampingi.

"Caregiver harus mampu memberikan pelayanan tanpa membuat orang yang didampingi merasa tidak berdaya. Ada keterampilan mendengarkan, kesabaran, empati, dan kemampuan memahami kebutuhan setiap individu yang harus dibangun," ujar Mu'ti.

Ia menambahkan, pemahaman terhadap budaya, kebiasaan, dan sistem hukum negara tujuan juga menjadi bekal penting bagi lulusan SMK yang ingin bekerja di luar negeri.

Mu'ti turut menekankan bahwa warga lanjut usia tidak boleh dipandang hanya sebagai kelompok yang membutuhkan pelayanan. Sebab, banyak lansia yang masih sehat, produktif, memiliki pengalaman, serta mampu memberikan kontribusi bagi masyarakat.

Oleh karena itu, pelayanan caregiver harus tetap mengedepankan penghormatan terhadap martabat, hak, kemandirian, dan potensi setiap individu. Untuk mendukung kebutuhan tenaga kerja tersebut, Kemendikdasmen mendorong SMK memperkuat kompetensi calon caregiver melalui pelatihan yang menyeluruh.

Pembekalan mencakup keterampilan teknis, psikologis, sosial, komunikasi, hingga pemahaman lintas budaya. Selain itu, penyiapan lulusan juga diarahkan pada penempatan kerja secara profesional di rumah sakit maupun lembaga layanan yang berbadan hukum.

Melalui penguatan pendidikan vokasi, Kemendikdasmen berharap lulusan SMK Indonesia mampu bersaing dan mengambil peluang di pasar kerja global. Tidak hanya unggul dalam keterampilan, para lulusan juga diharapkan membawa karakter bangsa yang santun, sabar, peduli, dan memiliki semangat melayani. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Kemendikdasmen Revitalisasi 836 SLB, Prioritaskan Fasilitas Ramah Disabilitas
ImajiNation 2026 Masuki Babak Final, 6.800 Peserta dari 38 Provinsi Ikuti Kompetisi Koding Visual
Kemendikdasmen Perkuat Kompetensi dan Kesejahteraan Guru di Bulan Guru Nasional 2026
Mendikdasmen Ajak Sarjana UCY Berkontribusi Atasi Kesenjangan Pendidikan di Daerah 3T
Kemendikdasmen Luncurkan 16 Produk Kebahasaan dan Kesastraan, Perkuat Budaya Literasi
TKA 2026 Gelombang 1 Tuntas, Diikuti 1,6 Juta Murid SMA dan SMK
komentar
beritaTerbaru