Tarutung (buseronline.com) - Mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi akibat meningkatnya intensitas hujan, Bupati Tapanuli Utara (Taput) JTP Hutabarat memimpin rapat koordinasi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Aula Martua, Kantor Bupati Taput, Kamis (5/11/2026).
Rapat tersebut digelar untuk memperkuat kesiapsiagaan seluruh unsur terkait dalam menghadapi potensi bencana, terutama menjelang puncak musim penghujan yang diperkirakan berlangsung pada November hingga Desember.
Kegiatan itu dihadiri Dandim 0210/TU, Kapolres Tapanuli Utara, Kepala Kejaksaan Negeri Tapanuli Utara, Kepala BMKG Silangit, serta sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Taput.
Dalam rapat disampaikan bahwa Kabupaten Tapanuli Utara merupakan salah satu daerah yang memiliki kerawanan terhadap bencana hidrometeorologi. Kondisi tersebut membutuhkan langkah antisipasi melalui koordinasi dan sinergi seluruh pemangku kepentingan.
Bupati JTP Hutabarat dalam arahannya menegaskan, pengalaman bencana hidrometeorologi yang terjadi pada 2025 harus menjadi pembelajaran penting untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan memperkuat upaya pencegahan.
"Kita sudah memiliki pengalaman dari kejadian bencana tahun 2025. Bencana hidrometeorologi dapat mengakibatkan tanah longsor, pohon tumbang dan berbagai dampak lainnya. Keterlambatan dalam melakukan antisipasi dapat mengakibatkan kerugian yang lebih besar. Prinsip kita adalah lebih baik melakukan pencegahan dan penanganan sejak dini daripada bertindak setelah bencana terjadi," tegasnya.
Untuk itu, Bupati menginstruksikan BPBD agar meningkatkan kesiapan personel, sarana dan prasarana pendukung, serta melakukan pemetaan wilayah rawan bencana guna memastikan penanganan cepat dan tepat ketika terjadi keadaan darurat.
Ia juga meminta dukungan penuh TNI dan Polri dalam pengamanan serta penanganan bencana, termasuk kesiapan personel untuk membantu masyarakat apabila terjadi bencana.
Selain itu, seluruh OPD, camat, dan kepala desa diminta segera memeriksa kondisi infrastruktur di wilayah masing-masing, khususnya jembatan, jalan, dan saluran drainase yang berpotensi menimbulkan persoalan saat curah hujan tinggi.
JTP menyebutkan, pada tahun sebelumnya Kabupaten Tapanuli Utara mendapat apresiasi dari Satgas karena dinilai sebagai salah satu kabupaten yang cepat tanggap dalam menangani keadaan darurat bencana.
"Harapan kita tentu tidak terjadi bencana pada tahun ini. Namun, kita tidak boleh lengah dan harus tetap siaga. Kita harus memastikan seluruh unsur sudah siap sehingga apabila terjadi keadaan darurat, penanganannya dapat dilakukan dengan cepat dan terkoordinasi," ungkapnya.
Sebagai upaya memperkuat sistem penanggulangan bencana, Pemkab Taput juga telah menyediakan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops).
Pusdalops tersebut berfungsi sebagai pusat koordinasi, pemantauan, pengendalian informasi, dan operasional dalam menghadapi situasi kebencanaan.
Melalui rapat koordinasi ini, Pemkab Taput berharap sinergi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, BMKG, dan seluruh pemangku kepentingan semakin kuat sehingga upaya mitigasi dan kesiapsiagaan bencana dapat berjalan optimal. Dengan demikian, keselamatan masyarakat serta keberlangsungan aktivitas di Kabupaten Tapanuli
Utara tetap terjaga. (Galung)
beritaTerkait
komentar