Menurutnya, gedung baru ini diharapkan mampu meningkatkan kenyamanan dan kecepatan pelayanan administrasi bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
"Hingga 31 Maret 2026, cakupan peserta JKN di
Kabupaten Bekasi telah mencapai 98,63 persen atau sebanyak 3.421.704 jiwa," ungkapnya.
Capaian tersebut didukung oleh 6.293 badan usaha, 45 fasilitas kesehatan rujukan tingkat lanjut (FKRTL), serta 208 fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP).
Direktur SDM dan Umum
BPJS Kesehatan, Vetty Yulianty Permanasari, menambahkan bahwa gedung baru ini merupakan bagian dari langkah strategis dalam mengantisipasi pertumbuhan peserta JKN di wilayah Bekasi dan sekitarnya.
Ia menyebut gedung tersebut dirancang dengan konsep ramah lingkungan (eco green office) melalui pemanfaatan pencahayaan alami, efisiensi energi, serta penerapan layanan digital untuk mengurangi penggunaan kertas.
Selain itu, fasilitas ini juga mengusung prinsip pelayanan inklusif dengan menyediakan akses ramah bagi penyandang disabilitas.
"Dengan fasilitas yang lebih representatif, kami berharap pelayanan kepada masyarakat dapat berlangsung lebih cepat, mudah, dan nyaman," ujar Vetty. (R)
beritaTerkait
komentar