Jumat, 19 Juni 2026

Kementan Pastikan Rekrutmen Petugas Sensus Pertanian 2026 yang Beredar di Medsos Adalah Hoaks

Jumat, 19 Juni 2026 19:00 WIB
Kementan Pastikan Rekrutmen Petugas Sensus Pertanian 2026 yang Beredar di Medsos Adalah Hoaks
Kementan pastikan rekrutmen petugas sensus pertanian 2026 yang beredar di medsos adalah hoaks.

Jakarta (buseronline.com) - Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan bahwa informasi mengenai rekrutmen "Petugas Sensus Pertanian 2026" yang beredar luas di media sosial dan aplikasi percakapan merupakan informasi palsu atau hoaks.

Dilansir dari laman Kementan, informasi tersebut mencatut nama Kementerian Pertanian dan menggunakan foto Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman untuk menawarkan lowongan pekerjaan bagi lulusan SMA/sederajat.

Dalam unggahan yang beredar, pelamar dijanjikan gaji sebesar Rp5 juta hingga Rp8 juta per bulan serta diarahkan untuk mendaftar melalui tautan tertentu.

Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Pertanian, Moch Arief Cahyono menegaskan bahwa Kementan tidak pernah menerbitkan pengumuman rekrutmen tersebut maupun bekerja sama dengan pihak mana pun untuk melakukan perekrutan melalui tautan yang beredar.

"Informasi mengenai rekrutmen Petugas Sensus Pertanian 2026 yang beredar tersebut dipastikan tidak benar atau hoaks. Kementerian Pertanian tidak pernah menerbitkan pengumuman tersebut dan tidak pernah bekerja sama dengan pihak mana pun untuk melakukan rekrutmen melalui tautan yang beredar," ujar Arief di Jakarta, Rabu.

Arief mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap berbagai modus penipuan yang mengatasnamakan instansi pemerintah. Menurutnya, tawaran pekerjaan dengan proses pendaftaran yang tidak jelas dan mengarahkan pelamar ke situs di luar kanal resmi pemerintah patut dicurigai.

Ia meminta masyarakat untuk tidak mengklik tautan yang beredar, tidak memberikan data pribadi kepada pihak yang tidak bertanggung jawab, serta tidak menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.

"Seluruh informasi resmi Kementerian Pertanian hanya disampaikan melalui website dan akun media sosial resmi Kementerian Pertanian," tegasnya.

Lebih lanjut, Arief menjelaskan bahwa pelaksanaan sensus nasional merupakan kewenangan instansi terkait dan setiap proses rekrutmen petugas sensus selalu diumumkan melalui kanal resmi pemerintah.

Sejumlah lembaga pemeriksa fakta juga telah menyatakan bahwa informasi rekrutmen Petugas Sensus Pertanian yang beredar merupakan kabar bohong yang berpotensi menjadi modus penipuan.

Menurutnya, penyebaran informasi palsu yang mencatut nama dan logo instansi pemerintah tidak hanya merugikan masyarakat, tetapi juga berisiko dimanfaatkan untuk pencurian data pribadi maupun tindak kejahatan lainnya.

Karena itu, Kementan mengajak masyarakat untuk meningkatkan literasi digital dan selalu melakukan verifikasi informasi melalui kanal resmi sebelum mempercayai atau menyebarkannya.

"Kami meminta masyarakat selalu melakukan pengecekan informasi melalui kanal resmi Kementerian Pertanian sebelum mempercayai atau menyebarkan informasi yang mengatasnamakan Kementan. Jangan mudah tergiur oleh janji gaji besar atau proses rekrutmen yang tidak jelas sumbernya," pungkas Arief. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Kementan Percepat Perbenihan Nasional untuk Wujudkan Swasembada Bawang Putih
Kementan Perkuat Strategi Hadapi Kemarau 2026, Produksi Pangan Nasional Diyakini Tetap Aman
Kementan Percepat Swasembada Bawang Putih, Bangun Ekosistem dari Benih hingga Konsumsi
Kementan: Pasokan Pangan Aman, Beras Tak Lagi Jadi Penyumbang Utama Inflasi
Kementan Lepas Enam Varietas Unggul Baru, Perkuat Daya Saing Perkebunan Nasional
Kementan Perkuat Penyerapan dan Distribusi untuk Stabilkan Harga Telur Ayam Ras
komentar
beritaTerbaru