Jumat, 24 Juli 2026

Kementan Percepat Swasembada Gula, Target Tercapai dalam Dua Tahun

Jumat, 24 Juli 2026 08:40 WIB
Kementan Percepat Swasembada Gula, Target Tercapai dalam Dua Tahun
Mentan RI Andi Amran Sulaiman saat memimpin Rapat Percepatan Swasembada Gula bersama jajaran manajemen PT SGN di Surabaya, Selasa (22/7/2026).

Surabaya (buseronline.com) - Pemerintah terus mempercepat langkah menuju swasembada gula putih nasional sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

Kementerian Pertanian (Kementan) RI menargetkan swasembada gula putih dapat terwujud dalam dua tahun melalui program peremajaan kebun tebu, peningkatan produktivitas, modernisasi budidaya, hingga transformasi industri gula nasional.

Komitmen tersebut ditegaskan Menteri Pertanian (Mentan) RI Andi Amran Sulaiman saat memimpin Rapat Percepatan Swasembada Gula bersama jajaran manajemen PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) di Surabaya, Selasa.

Menurut Amran, arahan Presiden Prabowo sangat jelas, yakni mewujudkan swasembada gula putih paling lambat dalam dua tahun. Karena itu, Kementan akan mempercepat peremajaan tanaman tebu yang sudah tidak lagi produktif.

"Tanaman ratoon yang sudah berumur tujuh tahun, bahkan ada yang mencapai 12 hingga 15 tahun, akan kita bongkar dan diremajakan. Anggarannya sudah kami siapkan," kata Amran dilansir dari laman Kementan.

Ia menjelaskan, pembongkaran tanaman ratoon menjadi langkah penting untuk meningkatkan produktivitas tebu nasional. Seluruh biaya peremajaan akan ditanggung pemerintah sehingga petani tidak terbebani dalam mengganti tanaman yang telah melewati masa produktif.

Selain program bongkar ratoon, Kementan juga mengalokasikan anggaran sekitar Rp9 triliun untuk sektor perkebunan. Dana tersebut akan digunakan untuk penyediaan bibit unggul gratis, pengolahan lahan, serta berbagai program peningkatan produktivitas. Pemerintah juga berencana menambah bantuan alat dan mesin pertanian, termasuk traktor bagi petani plasma.

Dalam upaya percepatan swasembada, Kementan bersama SGN menyiapkan berbagai program strategis, di antaranya peremajaan sekitar 298 ribu hektare lahan tebu, pembangunan sistem irigasi pompa, modernisasi alat dan mesin pertanian, penyediaan pupuk, revitalisasi pabrik gula melalui elektrifikasi, penataan varietas dan pola tanam, hingga penerapan teknologi untuk meningkatkan rendemen gula.

Tak hanya di sektor budidaya, pemerintah juga akan memperkuat tata kelola industri gula dari hulu hingga hilir. Langkah tersebut meliputi penguatan regulasi kemitraan antara petani dan pabrik gula, implementasi Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) Gula, serta pemanfaatan tetes tebu sebagai bahan baku bioetanol untuk mendukung transisi energi nasional.

Amran mengatakan Indonesia masih memiliki potensi pengembangan lahan tebu yang sangat luas di Sumatera, Jawa, Sulawesi, hingga Maluku. Potensi tersebut akan dimaksimalkan untuk meningkatkan produksi gula nasional yang ditargetkan mencapai 3 juta ton pada 2029.

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Kementan dan IFAD Nilai Garut Berhasil Kembangkan Komoditas Kentang Lewat Program UPLAND
Kementan dan Pemkab Kendal Gelar Gerdal Tikus, Jaga Produksi Pangan Nasional
Sumut Jadi Kontributor Utama Swasembada Pangan
Kementan Pastikan Rekrutmen Petugas Sensus Pertanian 2026 yang Beredar di Medsos Adalah Hoaks
Kementan Percepat Perbenihan Nasional untuk Wujudkan Swasembada Bawang Putih
Kementan Perkuat Strategi Hadapi Kemarau 2026, Produksi Pangan Nasional Diyakini Tetap Aman
komentar
beritaTerbaru