Minggu, 27 September 2026

Kemenkes Perkuat Upaya Menuju Indonesia Bebas Malaria 2030

Sabtu, 01 Agustus 2026 13:50 WIB
Kemenkes Perkuat Upaya Menuju Indonesia Bebas Malaria 2030
Wakil Menteri Kesehatan RI Dante Saksono Harbuwono sambutan dalam Puncak Peringatan Hari Malaria Sedunia 2026 yang digelar di Auditorium Siwabessy, Gedung Prof Dr Sujudi, Kementerian Kesehatan, Jakarta, Selasa (28/7/2026).

Jakarta (buseronline.com) - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI terus memperkuat komitmen mewujudkan Indonesia Bebas Malaria 2030 melalui kolaborasi lintas sektor dan penguatan upaya pencegahan di berbagai daerah.

Dilansir dari laman Kemkes, komitmen tersebut ditegaskan dalam Puncak Peringatan Hari Malaria Sedunia 2026 yang digelar di Auditorium Siwabessy, Gedung Prof Dr Sujudi, Kementerian Kesehatan, Jakarta, Selasa.

Pada kesempatan itu, Wakil Menteri Kesehatan RI, Dante Saksono Harbuwono menyerahkan sertifikat eliminasi malaria kepada dua provinsi dan tujuh kabupaten sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan daerah memutus penularan malaria sekaligus mendorong percepatan eliminasi di seluruh Indonesia.

Dalam sambutannya, Dante mengatakan malaria masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat, baik di tingkat nasional maupun global. Hingga Juli 2026, Indonesia mencatat sebanyak 346.866 kasus malaria. Sementara secara global, pada 2024 terdapat sekitar 282 juta kasus dengan 610 ribu kematian.

Untuk mencapai target Indonesia Bebas Malaria 2030, pemerintah terus memperkuat implementasi Peta Jalan Eliminasi Malaria 2025-2045 melalui berbagai strategi, seperti program Temukan, Obati, Kendalikan (TOKEN), Pemberian Obat Massal (Mass Drug Administration/MDA), Targeted Drug Administration (TDA), serta Intermittent Preventive Treatment (IPTf) bagi kelompok berisiko.

"Pertahankan daerah yang telah eliminasi, percepat daerah yang belum, dan bersama kita wujudkan Indonesia Bebas Malaria Tahun 2030," ujar Dante.

Ia juga mengapresiasi pemerintah daerah, tenaga kesehatan, organisasi profesi, serta seluruh mitra pembangunan yang telah berkontribusi dalam pengendalian malaria. Menurutnya, kepemimpinan daerah dan kolaborasi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan eliminasi malaria di Indonesia.

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Kemenkes Gandeng Kejagung Kawal Pembangunan Infrastruktur Kesehatan
Cegah Dampak Hoaks, Kemenkes Gandeng Lintas Sektor Perkuat Respons
Kemenkes Ungkap 41 Persen Anak Sekolah Alami Karies Gigi dari Hasil CKG
Kemenkes Luncurkan Playbook Respons Cepat Tangani Hoaks Kesehatan
Kemenkes Dorong Kemitraan Kesehatan Bertransformasi Menjadi Dampak Nyata
Kemenkes Temukan PM2,5 di Bandara Soekarno-Hatta Masih di Atas Batas Aman
komentar
beritaTerbaru