Sabtu, 01 Agustus 2026

Kemenkes Perkuat Upaya Menuju Indonesia Bebas Malaria 2030

Sabtu, 01 Agustus 2026 13:50 WIB
Kemenkes Perkuat Upaya Menuju Indonesia Bebas Malaria 2030
Wakil Menteri Kesehatan RI Dante Saksono Harbuwono sambutan dalam Puncak Peringatan Hari Malaria Sedunia 2026 yang digelar di Auditorium Siwabessy, Gedung Prof Dr Sujudi, Kementerian Kesehatan, Jakarta, Selasa (28/7/2026).

Jakarta (buseronline.com) - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI terus memperkuat komitmen mewujudkan Indonesia Bebas Malaria 2030 melalui kolaborasi lintas sektor dan penguatan upaya pencegahan di berbagai daerah.

Dilansir dari laman Kemkes, komitmen tersebut ditegaskan dalam Puncak Peringatan Hari Malaria Sedunia 2026 yang digelar di Auditorium Siwabessy, Gedung Prof Dr Sujudi, Kementerian Kesehatan, Jakarta, Selasa.

Pada kesempatan itu, Wakil Menteri Kesehatan RI, Dante Saksono Harbuwono menyerahkan sertifikat eliminasi malaria kepada dua provinsi dan tujuh kabupaten sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan daerah memutus penularan malaria sekaligus mendorong percepatan eliminasi di seluruh Indonesia.

Dalam sambutannya, Dante mengatakan malaria masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat, baik di tingkat nasional maupun global. Hingga Juli 2026, Indonesia mencatat sebanyak 346.866 kasus malaria. Sementara secara global, pada 2024 terdapat sekitar 282 juta kasus dengan 610 ribu kematian.

Untuk mencapai target Indonesia Bebas Malaria 2030, pemerintah terus memperkuat implementasi Peta Jalan Eliminasi Malaria 2025-2045 melalui berbagai strategi, seperti program Temukan, Obati, Kendalikan (TOKEN), Pemberian Obat Massal (Mass Drug Administration/MDA), Targeted Drug Administration (TDA), serta Intermittent Preventive Treatment (IPTf) bagi kelompok berisiko.

"Pertahankan daerah yang telah eliminasi, percepat daerah yang belum, dan bersama kita wujudkan Indonesia Bebas Malaria Tahun 2030," ujar Dante.

Ia juga mengapresiasi pemerintah daerah, tenaga kesehatan, organisasi profesi, serta seluruh mitra pembangunan yang telah berkontribusi dalam pengendalian malaria. Menurutnya, kepemimpinan daerah dan kolaborasi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan eliminasi malaria di Indonesia.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit, Andi Saguni melaporkan bahwa hingga Juli 2026 sebanyak 414 kabupaten/kota atau sekitar 94,1 persen dari target nasional telah berhasil mencapai status eliminasi malaria.

"Capaian eliminasi terus menunjukkan kemajuan dengan 414 kabupaten/kota telah berhasil mencapai eliminasi malaria," katanya.

Selain penyerahan sertifikat eliminasi malaria kepada Provinsi Sumatera Selatan, Daerah Istimewa Yogyakarta, serta tujuh kabupaten yakni Langkat, Kepulauan Mentawai, Timor Tengah Selatan, Sumba Tengah, Purworejo, Halmahera Utara, dan Bintan, Kemenkes juga memberikan penghargaan kepada para pemenang Kejuaraan Nasional Mikroskopis Malaria yang diselenggarakan bersama Persatuan Ahli Teknologi Laboratorium Medik Indonesia (PATELKI).

Mewakili daerah penerima sertifikat, Bupati Sumba Tengah, Paulus Limu, menyatakan komitmen pemerintah daerah untuk mempertahankan status eliminasi malaria melalui penguatan kerja sama lintas sektor, peningkatan surveilans, penguatan layanan diagnosis dan pengobatan, pemberdayaan masyarakat, serta penyediaan tenaga kesehatan, sarana prasarana, dan dukungan anggaran secara berkelanjutan.

Dengan berbagai langkah tersebut, pemerintah optimistis target Eliminasi Malaria Nasional pada 2030 dapat tercapai melalui sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan seluruh elemen masyarakat. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Kemenkes Percepat Pengembangan Bedah Robotik, Siapkan 40 Unit untuk RS Pemerintah
Pemkab Garut dan Kemenkes Percepat Pengembangan Klinik Rotinsulu Menjadi Rumah Sakit
Kemenkes dan Pemprov DKI Kampanyekan Gaya Hidup Sehat Melalui Jalan Sehat di CFD Rasuna Said
Kemenkes Perkuat Deteksi Dini TB melalui Program Homecare di Jember
Kemenkes Terapkan Efisiensi Biaya Pengobatan dan Akreditasi RS Berbasis Hasil Klinis
Kemenkes, LKPP, dan Telkom Perkuat E-Katalog Kesehatan untuk Dorong Efisiensi Pengadaan Obat
komentar
beritaTerbaru