Minggu, 03 Mei 2026

Mentan Temukan Ketidaksesuaian Program Pembibitan Kelapa di Manado, Minta Pengawasan Diperketat

Minggu, 03 Mei 2026 16:05 WIB
Mentan Temukan Ketidaksesuaian Program Pembibitan Kelapa di Manado, Minta Pengawasan Diperketat
Mentan Andi Amran Sulaiman menemukan sejumlah ketidaksesuaian dalam pelaksanaan program pembibitan kelapa di Desa Bengkol, Kecamatan Mapanget, Kota Manado, Sulawesi Utara. Temuan tersebut diperoleh saat inspeksi langsung, Jumat (1/5/2026).

Manado (buseronline.com) - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menemukan sejumlah ketidaksesuaian dalam pelaksanaan program pembibitan kelapa di Desa Bengkol, Kecamatan Mapanget, Kota Manado, Sulawesi Utara. Dilansir dari laman Kementan, temuan tersebut diperoleh saat inspeksi langsung, Jumat.

Dalam peninjauan itu, Mentan Amran menyoroti kualitas bibit yang dinilai tidak layak serta adanya perbedaan data antara laporan administrasi dan kondisi di lapangan. "Ada bibit kecil yang tidak layak. Benihnya saja sudah tidak layak. Kami suruh ganti," ujarnya.

Selain itu, ia mengungkapkan adanya selisih signifikan antara data laporan dan hasil temuan di lapangan. Laporan menyebutkan sebanyak 48 ribu bibit, namun yang ditemukan hanya sekitar 17 ribu. "Laporannya 48 ribu. Kami temukan ternyata hanya kurang lebih 17 ribu. Ini harus ditambah," tegasnya.

Mentan juga menilai pengelolaan dan pemeliharaan kebun belum sesuai standar, sehingga berpotensi menghambat keberhasilan program.

Atas temuan tersebut, ia meminta aparat penegak hukum, termasuk Polres, untuk melakukan pemeriksaan secara terbuka. Ia menegaskan pentingnya transparansi dalam pelaksanaan program pemerintah. "Kami minta kepada reskrim, polres. Ini diperiksa. Kita harus berani membuka diri," katanya.

Ia menegaskan bahwa setiap bentuk penyimpangan akan ditindak tegas, termasuk pemecatan bagi pihak yang terlibat.

"Kalau ada yang menyimpang, bawa ke saya. Aku pecat," ujarnya.

Mentan Amran menjelaskan bahwa program pembibitan ini merupakan bagian dari agenda nasional penanaman komoditas perkebunan seperti kelapa, tebu, pala, lada, kakao, kopi, dan mete dengan target luas hingga sekitar 1 juta hektare di seluruh Indonesia.

Program tersebut juga disebut memiliki potensi menyerap hingga sekitar 3 juta tenaga kerja. Pemerintah mengalokasikan anggaran sekitar Rp9,95 triliun untuk penyediaan bibit unggul gratis bagi masyarakat.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan program membutuhkan kerja sama berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, TNI, dan Polri. "Sukses itu tidak bisa berdiri sendiri. Ini hasil kerja kita semua, bukan saya," katanya.

Di akhir kunjungan, Mentan mengingatkan seluruh pelaksana program agar bekerja secara profesional dan tidak menyalahgunakan anggaran negara. "Tidak ada setor fee. Kalau saya temukan, akan saya blacklist dan pidanakan," tegasnya.

Pemerintah memastikan program pembibitan ini akan terus diperkuat dan diawasi untuk mendukung peningkatan produksi pertanian serta kesejahteraan petani di Indonesia. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
TNI Jadi Kunci Penguatan Ketahanan Pangan Nasional, Mentan Amran Apresiasi Sinergi Lapangan
Mendikdasmen Resmikan 106 Sekolah di Minahasa
Produksi Melonjak, Indonesia Dipastikan Capai Swasembada Beras
Cadangan Beras RI Tembus 5 Juta Ton, Tertinggi Sepanjang Sejarah
Indonesia-Polandia Perkuat Kerja Sama Pertanian, Dorong Ketahanan Pangan Global
Mentan Amran Konsolidasikan 170 Bupati, Fokus Perkuat Irigasi dan Perkebunan
komentar
beritaTerbaru