Sabtu, 05 September 2026

Polri Siapkan 420 Personel Hadapi Ancaman Karhutla 2026

Kamis, 13 Agustus 2026 19:10 WIB
Polri Siapkan 420 Personel Hadapi Ancaman Karhutla 2026
Polri memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman Karhutla dengan menggelar Apel Gelar Pasukan Tahun Anggaran 2026 secara serentak di seluruh Polda jajaran, Selasa (11/8/2026).

Jakarta (buseronline.com) - Polri memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dengan menggelar Apel Gelar Pasukan Tahun Anggaran 2026 secara serentak di seluruh Polda jajaran, Selasa.

Dilansir dari laman Humas Polri, apel terpusat digelar di Lapangan Apel Korps Sabhara Baharkam Polri, Jakarta, dan dipimpin Kakorsabhara Baharkam Polri Irjen Pol Dr M Nazly Harahap SIK MH MM. Sebanyak 420 personel gabungan diterjunkan dalam kegiatan tersebut.

Personel yang terlibat terdiri dari 360 anggota Polri, 20 personel Basarnas, 20 personel Damkar Kota Depok, serta 20 personel BPBD.

Nazly mengatakan, apel tersebut menjadi momentum untuk memastikan kesiapan personel dan sarana prasarana dalam menghadapi potensi Karhutla sekaligus memperkuat koordinasi antarinstansi.

"Apel ini merupakan bentuk kesiapsiagaan dan komitmen bersama dalam menghadapi Karhutla. Penanganan Karhutla membutuhkan respons yang cepat, tepat, dan terkoordinasi," ujar Nazly di Jakarta.

Ia menyebutkan, luas areal kebakaran hutan dan lahan di Indonesia sepanjang Januari hingga Juni 2026 telah mencapai lebih dari 107 ribu hektare. Kebakaran terjadi di sejumlah wilayah, termasuk Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Jawa, dan daerah lainnya.

Menurut Nazly, cuaca panas, kekeringan, angin kencang, serta aktivitas manusia yang membuka lahan dengan cara membakar menjadi sejumlah faktor yang dapat memicu Karhutla.

Karena itu, ia meminta seluruh jajaran tidak menunggu hingga kebakaran meluas. Deteksi dini, patroli, pencegahan, edukasi masyarakat, dan respons cepat harus menjadi prioritas.

"Kita tidak boleh menunggu api membesar. Deteksi dini, patroli, pencegahan, edukasi kepada masyarakat, serta respons cepat harus menjadi langkah utama dalam penanganan Karhutla," tegasnya.

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Kemenkes dan CEPI Uji Kesiapan Indonesia Hadapi Ancaman Pandemi Baru
Bareskrim Geledah Toko Emas di Cikini, Ungkap Dugaan Penyelundupan Emas hingga Dubai
Kemenkes Luncurkan 25 Prodi PPDS Hospital-Based, 54 Peserta Batch IV Mulai Pendidikan
Korlantas Polri Perkuat Kamseltibcarlantas Berbasis Data dan Teknologi
Bareskrim Ungkap Jaringan Judi Daring Manfaatkan AI untuk Hindari Pemblokiran
Perputaran Dana Judi Online Turun Drastis
komentar
beritaTerbaru