Rabu, 30 September 2026

Mentan Amran: Buruh Tani Bakal Bisa Dapat Bantuan Traktor dan Alsintan

Kamis, 13 Agustus 2026 08:35 WIB
Mentan Amran: Buruh Tani Bakal Bisa Dapat Bantuan Traktor dan Alsintan
Mentan RI Andi Amran Sulaiman saat meninjau lahan pertanian yang terdampak kekeringan di Desa Munggugianti, Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Selasa (11/8/2026).

Gresik (buseronline.com) - Menteri Pertanian (Mentan) RI Andi Amran Sulaiman menyiapkan perubahan regulasi agar buruh tani di seluruh Indonesia dapat memperoleh bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan).

Dilansir dari laman Kementan, kebijakan tersebut disiapkan untuk mengatasi persoalan administratif yang selama ini membuat sebagian buruh tani tidak dapat mengakses bantuan pemerintah, meski mereka membutuhkan alat produksi untuk menggarap lahan.

Hal itu disampaikan Amran saat meninjau lahan pertanian yang terdampak kekeringan di Desa Munggugianti, Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Selasa.

Amran mengatakan masih banyak buruh tani yang membutuhkan traktor, combine harvester, alat tanam, dan berbagai jenis alsintan lainnya. Namun, mereka terkendala aturan yang berlaku.

"Banyak saudara-saudara kita buruh tani di seluruh Indonesia tidak tersentuh karena kebijakan, karena regulasi yang ada. Insyaallah kami kembali ke Jakarta, kami ubah regulasi. Buruh tani boleh dapat traktor, boleh dapat combine, alat tanam, dan seterusnya," kata Amran.

Menurut Amran, perubahan regulasi tersebut akan diarahkan untuk menyederhanakan proses pengajuan bantuan sekaligus memperluas akses bagi buruh tani.

Ia menilai bantuan pemerintah harus diberikan kepada pihak yang benar-benar membutuhkan, bukan hanya kepada mereka yang mampu memenuhi persyaratan administratif.

Untuk mempercepat proses pengajuan, Amran juga meminta agar peran Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) diperkuat. PPL dinilai lebih mengetahui kondisi dan kebutuhan petani di wilayah masing-masing.

"Tanda tangannya enggak usah ribet, cukup PPL. Kami terima tanda tangan PPL, kami terima di Jakarta, kami kirim alatnya. Mereka membutuhkan saat ini," ujarnya.

Amran menegaskan pemerintah tidak boleh membiarkan kebutuhan petani terhambat oleh birokrasi yang panjang. Menurutnya, pelayanan kepada masyarakat harus dilakukan secara cepat, terutama ketika petani menghadapi persoalan yang membutuhkan penanganan segera.

"Kalau kepentingan rakyat, Presiden perintahkan: layani, titik. Enggak usah basa-basi," tegasnya.

Dalam kunjungan tersebut, Amran juga mengecek langsung kondisi lahan pertanian dan sumber air setelah mendapat laporan mengenai kekeringan yang melanda lebih dari 200 hektare lahan.

"Kami langsung cek lapangan karena terdengar ada kekeringan 200 hektare lebih. Sekecil apa pun persoalannya, kalau kita bisa memberikan solusi di lapangan, harus kita selesaikan," kata Amran.

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Bupati Taput Salurkan 527 Alsintan kepada Kelompok Tani
Kementan Siapkan hingga 2 Juta Hektare untuk Pengembangan Bioetanol Nasional
Pemerintah Pastikan Stok Beras Aman, SPHP Ditambah 1 Juta Ton
Kementan Siapkan Rp28,02 Triliun untuk Perkuat Pertanian 2027
Janji Mentan Amran kepada Buruh Tani Karawang Langsung Terwujud, Alsintan Tiba dalam Hitungan Jam
Mentan Amran Sidak Sawah Karawang, Dorong Petani Tanam Tiga Kali Setahun
komentar
beritaTerbaru