Jakarta (buseronline.com) - Kementerian Pertanian (Kementan) mempercepat upaya mewujudkan swasembada bawang putih nasional melalui pembangunan ekosistem terintegrasi yang mencakup seluruh rantai produksi, mulai dari penyediaan benih hingga pemasaran untuk konsumsi.
Dilansir dari laman
Kementan, pemerintah menargetkan Indonesia mampu memenuhi kebutuhan bawang putih secara mandiri dalam tiga tahun ke depan.
Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman mengatakan pemerintah akan memberikan dukungan penuh kepada petani melalui penyediaan benih, sarana produksi, alat mesin pertanian (alsintan), jaminan harga, serta penguatan peran BUMN pangan dalam penyerapan hasil produksi.
Pernyataan tersebut disampaikan Amran saat menggelar pertemuan bersama petani penangkar, PTPN, ID Food, Bulog, dan sejumlah pemangku kepentingan di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta, Rabu.
Menurut Amran, langkah tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto yang menginginkan Indonesia tidak lagi bergantung pada impor bawang putih.
"Bapak Presiden ingin swasembada. Karena itu ekosistemnya kita bangun dari benih sampai konsumsi. Dulu pendekatannya parsial sehingga tidak jalan. Sekarang kita kawal bersama, tiga tahun insyaallah bisa swasembada," ujar Amran.
Ia menjelaskan, fokus utama pemerintah saat ini adalah memperkuat sektor perbenihan sebagai fondasi peningkatan produksi nasional.
Untuk mendukung hal tersebut, pemerintah akan menyalurkan bantuan benih dan alsintan, sekaligus menyiapkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) bawang putih basah guna memberikan kepastian usaha bagi petani.
"Kita support petani. HPP bawang putih basah disiapkan supaya petani tidak rugi. Pemerintah hadir sebagai trigger untuk menggerakkan produksi bawang putih nasional. Swasta, kami kawal. Dan impor kita tekan kerannya," tegasnya.
Dalam skema yang disiapkan, benih hasil produksi petani, swasta, dan PTPN akan diserap oleh ID Food dan Bulog. Benih tersebut kemudian didistribusikan kembali untuk memperluas areal tanam sehingga tercipta siklus produksi yang berkelanjutan.
Amran menambahkan, pemerintah juga akan membantu penyediaan alat mesin pertanian seperti kultivator yang dapat digunakan secara bergilir oleh kelompok tani. Dengan sistem tersebut, bantuan pemerintah diharapkan dapat dimanfaatkan secara lebih luas dan berkesinambungan.
Di sisi lain, petani penangkar bawang putih asal Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Bedjo Supriyanto menyambut positif komitmen pemerintah dalam membangun ekosistem bawang putih nasional.
Menurut Bedjo, dukungan menyeluruh dari pemerintah menjadi angin segar bagi petani yang selama ini berjuang meningkatkan produksi di tengah ketergantungan pasar terhadap produk impor.
"Alhamdulillah, ini menjadi momentum yang sangat ditunggu petani bawang putih. Selama lebih dari 20 tahun kami bertani, baru sekarang bawang putih mendapat panggung. Dengan adanya kepastian harga, pembeli, dan dukungan dari hulu sampai hilir, petani akan lebih semangat meningkatkan produksi," ujarnya.
Bedjo optimistis sinergi antara pemerintah, petani, dan pelaku usaha akan menjadi kunci dalam mewujudkan kemandirian bawang putih nasional.
Ia meyakini, dengan dukungan yang konsisten, kebutuhan bawang putih dalam negeri suatu saat dapat dipenuhi sepenuhnya dari hasil produksi petani Indonesia. (R)
beritaTerkait
komentar