Kamis, 13 Agustus 2026

Disdik Jabar dan ITB Siapkan Strategi Tingkatkan Kemampuan Matematika

Sabtu, 09 Mei 2026 15:46 WIB
Disdik Jabar dan ITB Siapkan Strategi Tingkatkan Kemampuan Matematika
Peluncuran hasil Pemetaan Kompetensi Matematika Siswa se-Jawa Barat yang berlangsung di Aula Dewi Sartika Kantor Disdik Jabar, Bandung, Selasa (5/5/2026).

Bandung (buseronline.com) - Institut Teknologi Bandung (ITB) bersama Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat menegaskan pentingnya peningkatan kompetensi matematika siswa secara menyeluruh mulai dari tingkat SD hingga SMA.

Hal itu disampaikan Ketua Tim Pemetaan Kompetensi Matematika Siswa SMA se-Jawa Barat dari FMIPA ITB, Edy Tri Baskoro usai peluncuran hasil Pemetaan Kompetensi Matematika Siswa se-Jawa Barat yang berlangsung di Aula Dewi Sartika Kantor Disdik Jabar, Bandung, Selasa.

Dilansir dari laman Jabarprov, menurut Prof Edy matematika merupakan kompetensi dasar yang sangat penting karena menjadi fondasi bagi berbagai bidang ilmu, termasuk sains dan teknik.

"Matematika merupakan core competency yang harus dikuasai oleh semua siswa dari semua level. Matematika adalah fondasi untuk memahami perkembangan bidang-bidang lain, science, engineering, semuanya," ujarnya.

Ia menilai hasil pemetaan tersebut mempertegas kondisi kemampuan matematika siswa Indonesia yang masih rendah sebagaimana tercermin dalam Tes Kemampuan Akademik (TKA).

Pemetaan dilakukan melalui platform online testing MathERA dengan melibatkan 3.046 siswa dari 157 SMA negeri dan swasta di 27 kabupaten/kota di Jawa Barat. Hasilnya, skor rata-rata provinsi berada di angka 500 atau setara rerata skala PISA internasional.

Data menunjukkan sebanyak 39,40 persen siswa berada di level I atau pemahaman konseptual dasar dan 35,78 persen berada di level II atau kemampuan prosedural. Dengan demikian, lebih dari 75 persen siswa masih berada pada kemampuan dasar dan hanya mampu menyelesaikan soal-soal rutin.

Sementara itu, 23,70 persen siswa mencapai level III yang mencerminkan kemampuan penalaran dan argumentasi matematis.

Hanya 1,12 persen atau 34 siswa yang mampu mencapai level IV, yakni kemampuan problem solving tingkat tinggi yang menjadi standar minimum dalam UTBK maupun asesmen internasional seperti PISA dan TIMSS.

Dalam bidang studi, kemampuan siswa dinilai relatif baik pada materi bilangan serta data dan peluang. Namun capaian pada bidang aljabar, geometri dan pengukuran, serta matematika lanjut dan kalkulus masih menjadi titik lemah.

Dari sisi wilayah, tujuh daerah mencatat performa tinggi dan konsisten, yakni Pangandaran, Purwakarta, Bekasi, Sukabumi, Tasikmalaya, Bogor, dan Bandung.

Sebaliknya, lima wilayah dengan capaian terendah yakni Cirebon, Tasikmalaya, Bandung Barat, Kuningan, dan Majalengka.

Prof Edy menegaskan peningkatan kompetensi matematika harus difokuskan pada siswa dan guru. Ia juga menyoroti masih adanya guru matematika yang tidak memiliki latar belakang pendidikan matematika.

"Guru memegang kendali dalam pembelajaran. Tapi tidak sedikit guru matematika yang latar belakangnya bukan matematika. Ada yang dari sains, bahkan sosial. Ini yang perlu kita perbaiki, baik kemampuan mengajarnya maupun kemampuan matematikanya itu sendiri," katanya. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Pemprov Jabar Salurkan Bantuan Peternakan ke Kelompok Ternak di Bandung Barat
Pemko Bandung Usut Tuntas Penebangan 35 Pohon di Empat Lokasi
Kampoeng Rajoet Binong Jati Ubah Botol Plastik Jadi Benang
KPK dan MA Perkuat Integritas Aparatur Peradilan, 33 Hakim Pernah Terjerat Korupsi
Dedi Mulyadi Usulkan Batas Gaji Orangtua Penerima KIP Kuliah Naik Jadi Rp10 Juta
Kakorbinmas Baharkam Polri Tinjau Satkamling di Cimahi, Perkuat Keamanan Berbasis Masyarakat
komentar
beritaTerbaru