Sabtu, 09 Mei 2026

Disdik Jabar dan ITB Siapkan Strategi Tingkatkan Kemampuan Matematika

Sabtu, 09 Mei 2026 15:46 WIB
Disdik Jabar dan ITB Siapkan Strategi Tingkatkan Kemampuan Matematika
Peluncuran hasil Pemetaan Kompetensi Matematika Siswa se-Jawa Barat yang berlangsung di Aula Dewi Sartika Kantor Disdik Jabar, Bandung, Selasa (5/5/2026).

Bandung (buseronline.com) - Institut Teknologi Bandung (ITB) bersama Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat menegaskan pentingnya peningkatan kompetensi matematika siswa secara menyeluruh mulai dari tingkat SD hingga SMA.

Hal itu disampaikan Ketua Tim Pemetaan Kompetensi Matematika Siswa SMA se-Jawa Barat dari FMIPA ITB, Edy Tri Baskoro usai peluncuran hasil Pemetaan Kompetensi Matematika Siswa se-Jawa Barat yang berlangsung di Aula Dewi Sartika Kantor Disdik Jabar, Bandung, Selasa.

Dilansir dari laman Jabarprov, menurut Prof Edy matematika merupakan kompetensi dasar yang sangat penting karena menjadi fondasi bagi berbagai bidang ilmu, termasuk sains dan teknik.

"Matematika merupakan core competency yang harus dikuasai oleh semua siswa dari semua level. Matematika adalah fondasi untuk memahami perkembangan bidang-bidang lain, science, engineering, semuanya," ujarnya.

Ia menilai hasil pemetaan tersebut mempertegas kondisi kemampuan matematika siswa Indonesia yang masih rendah sebagaimana tercermin dalam Tes Kemampuan Akademik (TKA).

Pemetaan dilakukan melalui platform online testing MathERA dengan melibatkan 3.046 siswa dari 157 SMA negeri dan swasta di 27 kabupaten/kota di Jawa Barat. Hasilnya, skor rata-rata provinsi berada di angka 500 atau setara rerata skala PISA internasional.

Data menunjukkan sebanyak 39,40 persen siswa berada di level I atau pemahaman konseptual dasar dan 35,78 persen berada di level II atau kemampuan prosedural. Dengan demikian, lebih dari 75 persen siswa masih berada pada kemampuan dasar dan hanya mampu menyelesaikan soal-soal rutin.

Sementara itu, 23,70 persen siswa mencapai level III yang mencerminkan kemampuan penalaran dan argumentasi matematis.

Hanya 1,12 persen atau 34 siswa yang mampu mencapai level IV, yakni kemampuan problem solving tingkat tinggi yang menjadi standar minimum dalam UTBK maupun asesmen internasional seperti PISA dan TIMSS.

Dalam bidang studi, kemampuan siswa dinilai relatif baik pada materi bilangan serta data dan peluang. Namun capaian pada bidang aljabar, geometri dan pengukuran, serta matematika lanjut dan kalkulus masih menjadi titik lemah.

Dari sisi wilayah, tujuh daerah mencatat performa tinggi dan konsisten, yakni Pangandaran, Purwakarta, Bekasi, Sukabumi, Tasikmalaya, Bogor, dan Bandung.

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Dedi Mulyadi Serahkan Bantuan PIP di SLBN Cicendo, Pengawasan Dana Pendidikan Diperkuat
Puslitbang Polri Teliti SPPG Gianyar 1, Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis
Kejuaraan Panjat Tebing Korps Brimob Polri Triwulan I 2026 Resmi Ditutup di Bogor
KITB Batang Serap 18.390 Tenaga Kerja, Dorong Ekonomi Jawa Tengah
Pemprov Jabar Beri Beasiswa Siswa Kurang Mampu ke Sekolah Unggulan Industri
Wagub Jabar Haru Temui Siswa Putus Sekolah di Sumedang, Pastikan Bantuan Pendidikan
komentar
beritaTerbaru