Luis Enrique Ukir Sejarah Setelah Antar PSG Juara Liga Champions
Pusks (buseronline.com) Paris SaintGermain (PSG) kembali menegaskan dominasi mereka di Eropa setelah sukses menjuarai UEFA Champions Le
Olahraga 35 menit lalu
Jakarta (buseronline.com) - Pemerintah terus memperkuat Program Imunisasi Nasional sebagai upaya melindungi anak Indonesia dari Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi (PD3I) sekaligus mencegah terjadinya Kejadian Luar Biasa (KLB).
Hingga pertengahan Desember 2025, cakupan imunisasi bayi lengkap secara nasional tercatat baru mencapai 68,6 persen, sementara cakupan imunisasi lengkap 14 antigen berada di angka 66,2 persen. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya percepatan dan pemerataan layanan imunisasi di seluruh wilayah Indonesia.
Direktur Imunisasi Direktorat Jenderal Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan, dr Indri Yogyaswari, menegaskan bahwa imunisasi merupakan hak dasar setiap anak yang dijamin oleh peraturan perundang-undangan dan menjadi fondasi penting dalam pembangunan kesehatan nasional.
“Imunisasi adalah hak setiap anak yang wajib dipenuhi. Imunisasi tidak hanya melindungi individu dari penyakit berbahaya, tetapi juga melindungi masyarakat dengan mencegah penularan penyakit menular,” ujar dr Indri dalam Media Briefing Program Imunisasi Nasional di Jakarta, Jumat.
Ia menjelaskan, selama lebih dari 50 tahun pelaksanaan program imunisasi, Indonesia telah mencatat berbagai capaian penting, di antaranya keberhasilan eradikasi cacar, sertifikasi bebas virus polio liar, serta eliminasi tetanus maternal dan neonatal.
Saat ini, pemerintah telah memasukkan 14 antigen ke dalam Program Imunisasi Nasional, termasuk introduksi vaksin Pneumococcal Conjugate Vaccine (PCV), Rotavirus, Human Papillomavirus (HPV), hingga vaksin kombinasi heksavalen yang telah diterapkan di sejumlah provinsi.
Sementara itu, Ketua Indonesia Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI), Prof Sri Rezeki Hadinegoro, menjelaskan bahwa imunisasi bekerja dengan melatih sistem kekebalan tubuh untuk membentuk antibodi dan sel memori sejak dini.
“Jika imunisasi diberikan sesuai jadwal, tubuh akan membentuk sel memori yang siap melawan virus atau bakteri penyebab penyakit. Dengan demikian, anak terhindar dari infeksi berat dan risiko penularan kepada orang lain dapat dicegah,” jelasnya.
Prof Sri Rezeki juga menegaskan bahwa pemberian berbagai jenis vaksin sejak bayi aman dan tidak menyebabkan kelebihan beban pada sistem imun.
“Tidak ada bukti ilmiah bahwa vaksin menyebabkan sistem imun bayi mengalami overload. Sejak lahir, bayi sudah terpapar ribuan antigen secara alami dalam kehidupan sehari-hari,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya kekebalan kelompok atau herd immunity sebagai kunci utama pencegahan wabah PD3I. Penyakit dengan tingkat penularan tinggi, menurutnya, membutuhkan cakupan imunisasi yang tinggi, merata, dan berkesinambungan.
“Kekebalan kelompok hanya dapat tercapai bila cakupan imunisasi tinggi dan merata. Jika cakupan rendah, risiko penularan meningkat dan dapat memicu Kejadian Luar Biasa dengan dampak kesakitan dan kematian yang lebih besar,” ujarnya.
Sejalan dengan upaya tersebut, Kementerian Kesehatan terus memperkuat berbagai aspek pendukung program imunisasi, mulai dari penyediaan vaksin dan logistik imunisasi, penguatan rantai dingin, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan dan kader, pengembangan sistem pencatatan dan pelaporan elektronik, hingga kolaborasi lintas sektor dengan tokoh masyarakat, tokoh agama, organisasi profesi, dan media.
Pemerintah menargetkan cakupan imunisasi bayi lengkap mencapai 80 persen pada 2025 dan meningkat menjadi 85 persen pada 2026, guna memperkuat kekebalan komunitas serta melindungi anak-anak Indonesia dari ancaman PD3I.
Menutup pernyataannya, Prof Sri Rezeki mengajak orang tua dan seluruh lapisan masyarakat untuk berperan aktif mendukung keberhasilan program imunisasi nasional.
“Orang tua yang melengkapi imunisasi anaknya tidak hanya melindungi anaknya sendiri, tetapi juga ikut melindungi anak-anak lain yang belum atau tidak dapat diimunisasi. Inilah wujud nyata gotong royong di bidang kesehatan,” ujarnya. (R)
Pusks (buseronline.com) Paris SaintGermain (PSG) kembali menegaskan dominasi mereka di Eropa setelah sukses menjuarai UEFA Champions Le
Olahraga 35 menit lalu
Jakarta (buseronline.com) Timnas Indonesia U19 resmi menetapkan daftar 23 pemain untuk menghadapi Piala AFF U19 2026 yang akan berlang
Olahraga satu jam lalu
Medan (buseronline.com) Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polrestabes Medan berhasil mengungkap keberadaan 136 unit kendaraan bermotor
Hukum & Peristiwa 14 jam lalu
Medan (buseronline.com) Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) berhasil meningkatkan derajat kesehatan masyarakat sepanjang ta
Kesehatan 15 jam lalu
Jakarta (buseronline.com) Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri melakukan penjemputan paksa terhadap dua figu
Hukum & Peristiwa 16 jam lalu
Teluk Bintuni (buseronline.com) Pemerintah terus memperkuat komitmen menghadirkan pendidikan bermutu hingga wilayah Terdepan, Terpencil, d
Pendidikan 17 jam lalu
Jakarta (buseronline.com) Menteri Agama RI Nasaruddin Umar mengajak umat Buddha menjadikan peringatan Hari Tri Suci Waisak 2570 Buddhis se
Regional 17 jam lalu
Puskás (buseronline.com) Paris SaintGermain kembali menorehkan sejarah di sepak bola Eropa. Les Parisiens sukses menjuarai Liga Champions
Olahraga 17 jam lalu
Medan (buseronline.com) Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menegaskan keberadaan 255 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota
Kesehatan 18 jam lalu
Pekalongan (buseronline.com) Korban kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kota Pekalongan kini dapat menyampaikan pengaduan secara lang
Hukum & Peristiwa 19 jam lalu