Kualitas Udara Memburuk, Dinkes Sumut Imbau Warga Kurangi Aktivitas di Luar Rumah
Medan (buseronline.com) Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara (Dinkes Sumut) mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar rumah keti
Kesehatan 8 jam lalu
Jakarta (buseronline.com) - Pemerintah terus memperkuat Program Imunisasi Nasional sebagai upaya melindungi anak Indonesia dari Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi (PD3I) sekaligus mencegah terjadinya Kejadian Luar Biasa (KLB).
Hingga pertengahan Desember 2025, cakupan imunisasi bayi lengkap secara nasional tercatat baru mencapai 68,6 persen, sementara cakupan imunisasi lengkap 14 antigen berada di angka 66,2 persen. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya percepatan dan pemerataan layanan imunisasi di seluruh wilayah Indonesia.
Direktur Imunisasi Direktorat Jenderal Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan, dr Indri Yogyaswari, menegaskan bahwa imunisasi merupakan hak dasar setiap anak yang dijamin oleh peraturan perundang-undangan dan menjadi fondasi penting dalam pembangunan kesehatan nasional.
“Imunisasi adalah hak setiap anak yang wajib dipenuhi. Imunisasi tidak hanya melindungi individu dari penyakit berbahaya, tetapi juga melindungi masyarakat dengan mencegah penularan penyakit menular,” ujar dr Indri dalam Media Briefing Program Imunisasi Nasional di Jakarta, Jumat.
Ia menjelaskan, selama lebih dari 50 tahun pelaksanaan program imunisasi, Indonesia telah mencatat berbagai capaian penting, di antaranya keberhasilan eradikasi cacar, sertifikasi bebas virus polio liar, serta eliminasi tetanus maternal dan neonatal.
Saat ini, pemerintah telah memasukkan 14 antigen ke dalam Program Imunisasi Nasional, termasuk introduksi vaksin Pneumococcal Conjugate Vaccine (PCV), Rotavirus, Human Papillomavirus (HPV), hingga vaksin kombinasi heksavalen yang telah diterapkan di sejumlah provinsi.
Sementara itu, Ketua Indonesia Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI), Prof Sri Rezeki Hadinegoro, menjelaskan bahwa imunisasi bekerja dengan melatih sistem kekebalan tubuh untuk membentuk antibodi dan sel memori sejak dini.
“Jika imunisasi diberikan sesuai jadwal, tubuh akan membentuk sel memori yang siap melawan virus atau bakteri penyebab penyakit. Dengan demikian, anak terhindar dari infeksi berat dan risiko penularan kepada orang lain dapat dicegah,” jelasnya.
Prof Sri Rezeki juga menegaskan bahwa pemberian berbagai jenis vaksin sejak bayi aman dan tidak menyebabkan kelebihan beban pada sistem imun.
“Tidak ada bukti ilmiah bahwa vaksin menyebabkan sistem imun bayi mengalami overload. Sejak lahir, bayi sudah terpapar ribuan antigen secara alami dalam kehidupan sehari-hari,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya kekebalan kelompok atau herd immunity sebagai kunci utama pencegahan wabah PD3I. Penyakit dengan tingkat penularan tinggi, menurutnya, membutuhkan cakupan imunisasi yang tinggi, merata, dan berkesinambungan.
“Kekebalan kelompok hanya dapat tercapai bila cakupan imunisasi tinggi dan merata. Jika cakupan rendah, risiko penularan meningkat dan dapat memicu Kejadian Luar Biasa dengan dampak kesakitan dan kematian yang lebih besar,” ujarnya.
Sejalan dengan upaya tersebut, Kementerian Kesehatan terus memperkuat berbagai aspek pendukung program imunisasi, mulai dari penyediaan vaksin dan logistik imunisasi, penguatan rantai dingin, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan dan kader, pengembangan sistem pencatatan dan pelaporan elektronik, hingga kolaborasi lintas sektor dengan tokoh masyarakat, tokoh agama, organisasi profesi, dan media.
Pemerintah menargetkan cakupan imunisasi bayi lengkap mencapai 80 persen pada 2025 dan meningkat menjadi 85 persen pada 2026, guna memperkuat kekebalan komunitas serta melindungi anak-anak Indonesia dari ancaman PD3I.
Menutup pernyataannya, Prof Sri Rezeki mengajak orang tua dan seluruh lapisan masyarakat untuk berperan aktif mendukung keberhasilan program imunisasi nasional.
“Orang tua yang melengkapi imunisasi anaknya tidak hanya melindungi anaknya sendiri, tetapi juga ikut melindungi anak-anak lain yang belum atau tidak dapat diimunisasi. Inilah wujud nyata gotong royong di bidang kesehatan,” ujarnya. (R)
Medan (buseronline.com) Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara (Dinkes Sumut) mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar rumah keti
Kesehatan 8 jam lalu
Batang (buseronline.com) Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meraih penghargaan Detik JatengJogja Award 2026 kategori Investasi dan Penguat
Ekonomi 9 jam lalu
Jakarta (buseronline.com) Komandan Pasukan Gegana Korbrimob Polri Brigjen Pol Mulyadi menghadiri pembukaan NCT APAC 2026, konferensi dan p
Hukum & Peristiwa 10 jam lalu
Medan (buseronline.com) Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) terus mempercepat pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG
Kesehatan 10 jam lalu
Medan (buseronline.com) Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution mengapresiasi keberhasilan Polri bersama sejumlah instansi terkait
Hukum & Peristiwa 11 jam lalu
Medan (buseronline.com) Pemerintah Kota (Pemko) Medan menyalurkan bantuan biaya pendidikan kepada 214 mahasiswa dari keluarga prasejahtera
Pendidikan 12 jam lalu
Sleman (buseronline.com) Upaya pencegahan stunting dan pemenuhan gizi ibu hamil serta balita terus diperkuat melalui integrasi pelayanan P
Kesehatan 13 jam lalu
Jakarta (buseronline.com) Polri bersama Kementerian Pariwisata memperkuat sistem keamanan dan keselamatan destinasi wisata di Indonesia me
Hukum & Peristiwa 13 jam lalu
Medan (buseronline.com) Neraca beras Sumatera Utara (Sumut) pada Oktober 2026 mencatat surplus sebesar 27.633 ton. Produksi beras yang men
Ekonomi 14 jam lalu
Medan (buseronline.com) Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution meluncurkan program Teras Pelajar Sumut Berkah sebagai wadah bagi s
Pendidikan 15 jam lalu