Rabu, 02 September 2026

Pengangguran di Kota Bandung Masih 7,24 Persen, Pemko Perkuat Pelatihan dan Penempatan Kerja

Jumat, 17 Juli 2026 16:25 WIB
Pengangguran di Kota Bandung Masih 7,24 Persen, Pemko Perkuat Pelatihan dan Penempatan Kerja
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan memberikan kata sambutan dimomen acara Rembuk Kota di Hotel Aryaduta Bandung, Rabu (15/7/2026).

Bandung (buseronline.com) - Pemerintah Kota (Pemko) Bandung terus berupaya menekan angka pengangguran dan mengantisipasi meningkatnya pemutusan hubungan kerja (PHK) melalui berbagai program ketenagakerjaan.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengungkapkan, tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kota Bandung saat ini masih berada di angka 7,24 persen. Kondisi tersebut diperparah dengan tingginya angka PHK serta banyaknya pencari kerja dari luar daerah yang datang ke Kota Bandung.

"Tantangan ketenagakerjaan di Kota Bandung adalah tingkat pengangguran terbuka kita masih di atas 7 persen. Di saat yang sama, tingkat PHK cukup tinggi sementara banyak orang dari luar Kota Bandung datang untuk mencari pekerjaan," kata Farhan pada acara Rembuk Kota di Hotel Aryaduta Bandung, Rabu.

Menurut Farhan, penanganan persoalan ketenagakerjaan tidak bisa dilakukan oleh pemerintah semata, tetapi memerlukan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan untuk menghasilkan solusi yang komprehensif.

Ia menilai, kunci utama dalam menciptakan lapangan kerja adalah dengan membangun iklim usaha yang sehat sehingga dunia usaha dapat bertahan dan terus membuka peluang kerja baru. Saat ini, sektor pendidikan dinilai menjadi salah satu peluang investasi terbesar di Kota Bandung.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Bandung Yayan Ahmad Brilyana mengatakan pihaknya telah menyiapkan sejumlah strategi untuk menghadapi potensi meningkatnya PHK akibat dinamika ekonomi global.

Salah satu program yang diperkuat adalah pelatihan berbasis kompetensi yang disesuaikan dengan kebutuhan dunia industri dan dilengkapi sertifikasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

"Pelatihannya harus presisi sesuai kebutuhan industri agar peserta memiliki daya saing saat masuk ke dunia kerja," ujar Yayan dilansir dari laman Jabarprov.

Selain pelatihan, Disnaker Kota Bandung juga memperluas program padat karya sebagai upaya mengurangi dampak PHK sekaligus mendukung penataan kota.

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Disarpus Bandung Perluas Literasi, Hadirkan Program Digital hingga Wisata Edukasi
Dua Serdik Sespimma Bantu Amankan Sopir Grab yang Diduga Dianiaya Penumpang di Lembang
Bandung Great Sale 2026 Hampir Tembus 8.000 Pengunjung, Transaksi Ditargetkan Capai Rp1,5 Miliar
10 Pelajar Bandung Wakili Indonesia di Youth Leadership Camp Malaysia
Satpol PP Kota Bandung Tindak 145 Pelanggaran Perda, Denda Capai Rp176,6 Juta
Jabar Perkuat Pendidikan Kesetaraan untuk Dongkrak IPM
komentar
beritaTerbaru