Kamis, 27 Agustus 2026

Kemenkes Kirim 206 Relawan TCK ke Flores untuk Tangani Dampak Gempa 7,7

Kamis, 27 Agustus 2026 14:45 WIB
Kemenkes Kirim 206 Relawan TCK ke Flores untuk Tangani Dampak Gempa 7,7
Kemenkes RI mengerahkan 206 relawan TCK ke NTT untuk memperkuat penanganan krisis kesehatan pascagempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Pulau Flores.

Tangerang (buseronline.com) - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mengerahkan 206 relawan Tenaga Cadangan Kesehatan (TCK) ke Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk memperkuat penanganan krisis kesehatan pascagempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Pulau Flores.

Dilansir dari laman Kemkes, para relawan diberangkatkan, pada 24 Agustus 2026 yang dilepas langsung Sekretaris Jenderal Kemenkes RI, Kunta Wibawa Dasa Nugraha, di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang.

Mereka akan bertugas selama 14 hari di enam wilayah yang terdampak cukup parah, yakni Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka.

Gempa yang terjadi pada 15 Agustus 2026 tersebut berdampak terhadap sekitar 1,9 juta jiwa di tujuh kabupaten/kota. Data Pusat Krisis Kesehatan per 23 Agustus mencatat 91 orang meninggal dunia, ratusan warga mengalami luka-luka, sementara 161.874 orang harus mengungsi.

Bencana tersebut juga menyebabkan sejumlah fasilitas kesehatan mengalami gangguan sehingga pelayanan medis di beberapa wilayah terdampak tidak dapat berjalan secara optimal.

Dalam pelepasan relawan, Kunta mengapresiasi para tenaga kesehatan yang bersedia meninggalkan keluarga dan pekerjaan untuk membantu masyarakat yang tengah menghadapi kondisi darurat.

"Saudara meninggalkan keluarga dan pekerjaan untuk hadir ketika masyarakat sangat membutuhkan bantuan. Terima kasih atas panggilan kemanusiaan ini," ujar Kunta.

Kunta memberikan tiga arahan utama kepada para relawan. Pertama, relawan harus fokus mengidentifikasi dan menangani persoalan medis yang terjadi di lapangan.

Kedua, seluruh tenaga kesehatan diminta bekerja sebagai satu tim yang solid tanpa memandang latar belakang institusi. Ketiga, keselamatan diri harus menjadi prioritas selama menjalankan tugas.

"Saudara berangkat untuk membantu korban, bukan menjadi korban berikutnya. Jangan menganggap kelelahan sebagai tanda pengabdian," tegasnya.

Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes, Agus Jamaludin, mengatakan dari 206 relawan yang diberangkatkan, sebanyak 128 orang merupakan tenaga kesehatan yang terdiri dari dokter umum, dokter spesialis penyakit dalam, anak, bedah dan ortopedi, serta perawat, bidan dan tenaga farmasi.

Selain itu, 78 dokter internsip yang sebelumnya telah berada di Pulau Flores turut mendukung pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak.

Salah seorang relawan, Bidan Istiqomah, yang akan bertugas di Kabupaten Nagekeo, mengaku keberangkatannya kali ini merupakan pengalaman keduanya bergabung dalam TCK.

Sebelumnya, ia pernah terlibat dalam penanganan krisis kesehatan di Tamiang, Aceh, pada Desember 2025. Menurutnya, pengalaman menghadapi medan bencana justru semakin memperkuat keinginannya untuk membantu masyarakat.

"Kalau buat saya, menjadi relawan ini rasanya malah nagih. Persiapannya yang paling utama adalah fisik dan obat-obatan pribadi. Harapannya, semoga semua warga di Ende bisa kita bantu dan lekas pulih," katanya.

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Kemenkes Kerahkan 314 Tenaga Kesehatan Tangani Dampak Kabut Asap Karhutla di Tujuh Provinsi
RS Lapangan Kemenkes di Manggarai Beroperasi, Anak Korban Gempa Jalani Operasi Patah Tulang
Menkes Tinjau Pelayanan Kesehatan Korban Gempa di RSUD Ruteng
Kemenkes Bangun Rumah Sakit Lapangan di Ruteng, Siapkan 100 Tempat Tidur untuk Korban Gempa
Kemenkes Gandeng Jerman dan Bayer Perkuat Pasokan Suplemen Ibu Hamil
Polri Kerahkan 10 K9 SAR ke Flores untuk Percepat Pencarian Korban Gempa
komentar
beritaTerbaru