Jumat, 09 Oktober 2026

Kemenkes Gandeng Jerman dan Bayer Perkuat Pasokan Suplemen Ibu Hamil

Jumat, 21 Agustus 2026 11:40 WIB
Kemenkes Gandeng Jerman dan Bayer Perkuat Pasokan Suplemen Ibu Hamil
Wakil Menteri Kesehatan RI Dante Saksono Harbuwono saat meninjau fasilitas produksi, pada 18 Agustus 2026.

Cimanggis (buseronline.com) - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menggandeng Pemerintah Federal Jerman dan PT Bayer Indonesia untuk memperkuat pasokan Suplemen Mikronutrien Ganda (Multiple Micronutrient Supplements/MMS) bagi ibu hamil.

Dilansir dari laman Kemkes, kerja sama tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah mencegah stunting sejak masa kehamilan melalui pemenuhan kebutuhan nutrisi ibu dan anak. Produksi MMS secara lokal dipusatkan di fasilitas manufaktur Bayer di Cimanggis, Depok, Jawa Barat.

Untuk mendukung pengembangan produksi, PT Bayer Indonesia menginvestasikan Rp99 miliar untuk riset dan pengembangan lini produksi. Fasilitas Bayer Cimanggis saat ini mampu memproduksi hingga 1,2 miliar tablet MMS setiap tahun.

Kapasitas tersebut ditargetkan dapat memenuhi kebutuhan sekitar 4,9 juta ibu hamil di Indonesia setiap tahunnya. Selain untuk kebutuhan dalam negeri, produksi MMS juga diproyeksikan untuk memenuhi kebutuhan ekspor ke 42 negara.

MMS merupakan suplemen khusus ibu hamil berstandar global UNIMMAP yang mengandung 15 jenis vitamin dan mineral esensial.

Pemenuhan mikronutrien sejak masa kehamilan dinilai penting untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan janin serta mencegah kekurangan gizi yang dapat berkontribusi terhadap stunting.

Wakil Menteri Kesehatan RI Dante Saksono Harbuwono menegaskan, pencegahan stunting membutuhkan kolaborasi lintas sektor.

"Kehadiran fasilitas produksi MMS lokal di Cimanggis ini adalah kunci krusial untuk memastikan setiap ibu hamil di pelosok Nusantara mendapatkan nutrisi terbaik secara konsisten," ujar Dante saat meninjau fasilitas produksi tersebut, pada 18 Agustus 2026.

Sementara itu, Menteri Federal Jerman untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan Reem Alabali Radovan mengatakan, kerja sama tersebut merupakan bentuk komitmen investasi berkelanjutan yang memberikan dampak langsung terhadap kesehatan ibu dan anak di Indonesia.

Editor
: Administrator
beritaTerkait
SATUSEHAT Raih Dua Penghargaan, Perkuat Transformasi Digital Kesehatan Indonesia
Kemenkes Bekali 4.630 Dokter dan Dokter Gigi Internsip, Tekankan Lingkungan Bebas Perundungan
Kemenkes: Keselamatan Pasien Harus Dijaga Sepanjang Perjalanan Perawatan
Kemenkes Turunkan Syarat SKP Dokter dari 250 Menjadi 160
Kemenkes: Aktivitas Influenza Meningkat, Masyarakat Diminta Tetap Waspada
Kemenkes Imbau Warga Tak Panic Buying Oseltamivir, Mayoritas Influenza Bisa Sembuh Sendiri
komentar
beritaTerbaru