Jumat, 21 Agustus 2026

Kemenkes Gandeng Jerman dan Bayer Perkuat Pasokan Suplemen Ibu Hamil

Jumat, 21 Agustus 2026 11:40 WIB
Kemenkes Gandeng Jerman dan Bayer Perkuat Pasokan Suplemen Ibu Hamil
Wakil Menteri Kesehatan RI Dante Saksono Harbuwono saat meninjau fasilitas produksi, pada 18 Agustus 2026.

Cimanggis (buseronline.com) - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menggandeng Pemerintah Federal Jerman dan PT Bayer Indonesia untuk memperkuat pasokan Suplemen Mikronutrien Ganda (Multiple Micronutrient Supplements/MMS) bagi ibu hamil.

Dilansir dari laman Kemkes, kerja sama tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah mencegah stunting sejak masa kehamilan melalui pemenuhan kebutuhan nutrisi ibu dan anak. Produksi MMS secara lokal dipusatkan di fasilitas manufaktur Bayer di Cimanggis, Depok, Jawa Barat.

Untuk mendukung pengembangan produksi, PT Bayer Indonesia menginvestasikan Rp99 miliar untuk riset dan pengembangan lini produksi. Fasilitas Bayer Cimanggis saat ini mampu memproduksi hingga 1,2 miliar tablet MMS setiap tahun.

Kapasitas tersebut ditargetkan dapat memenuhi kebutuhan sekitar 4,9 juta ibu hamil di Indonesia setiap tahunnya. Selain untuk kebutuhan dalam negeri, produksi MMS juga diproyeksikan untuk memenuhi kebutuhan ekspor ke 42 negara.

MMS merupakan suplemen khusus ibu hamil berstandar global UNIMMAP yang mengandung 15 jenis vitamin dan mineral esensial.

Pemenuhan mikronutrien sejak masa kehamilan dinilai penting untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan janin serta mencegah kekurangan gizi yang dapat berkontribusi terhadap stunting.

Wakil Menteri Kesehatan RI Dante Saksono Harbuwono menegaskan, pencegahan stunting membutuhkan kolaborasi lintas sektor.

"Kehadiran fasilitas produksi MMS lokal di Cimanggis ini adalah kunci krusial untuk memastikan setiap ibu hamil di pelosok Nusantara mendapatkan nutrisi terbaik secara konsisten," ujar Dante saat meninjau fasilitas produksi tersebut, pada 18 Agustus 2026.

Sementara itu, Menteri Federal Jerman untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan Reem Alabali Radovan mengatakan, kerja sama tersebut merupakan bentuk komitmen investasi berkelanjutan yang memberikan dampak langsung terhadap kesehatan ibu dan anak di Indonesia.

"Melalui kebijakan pembangunan ini, kami ingin terus membangun jembatan kerja sama yang memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat di tingkat tapak," katanya.

Head of Bayer Supply Center Healthcare Cimanggis Priscilla Silvan Praritza memastikan fasilitas tersebut siap menyediakan MMS dengan standar dunia. Selain memperkuat kapasitas produksi, Bayer juga menerapkan konsep operasional yang ramah lingkungan.

Fasilitas Bayer Cimanggis telah dilengkapi panel surya atap seluas 1,66 hektare. Instalasi energi bersih tersebut mampu memenuhi sekitar 43 persen kebutuhan energi operasional pabrik dan mengurangi emisi karbon hingga 2.073 ton per tahun.

Pemerintah berharap ketersediaan MMS berkualitas dapat menjangkau seluruh ibu hamil di Indonesia secara merata. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi memperkuat kesehatan ibu dan anak sekaligus mencegah stunting sejak periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Kemenkes Percepat Pemulihan Layanan Kesehatan Pascagempa di NTT
Kemenkes Perluas Skrining TB Berbasis AI ke Pesantren dan Permukiman Padat
Integrasi SATUSEHAT-SIAK Permudah Penerbitan Akta Kelahiran Secara Digital
Operasi Katarak Gratis Bantu Masyarakat Kembali Produktif dan Mandiri
Kemenkes dan Gavi Perkuat Kepercayaan Masyarakat terhadap Imunisasi Lewat Forum Pembelajaran Internasional
Kemenkes Perluas Program Cek Kesehatan Gratis ke Perkantoran, 235 Pegawai Bakom RI Ikut Pemeriksaan
komentar
beritaTerbaru