Program magang bersubsidi yang bekerja sama dengan industri perhotelan, restoran, dan kafe juga terus diperkuat. Dalam program tersebut, peserta mendapatkan uang transportasi, konsumsi, serta pengalaman kerja selama dua hingga tiga bulan.
Menurut Yayan, sebagian besar peserta magang akhirnya terserap ke dunia kerja, bahkan ada yang berhasil membuka usaha sendiri.
Tak hanya membuka peluang kerja di dalam negeri, Pemkot Bandung juga mendorong penempatan tenaga kerja ke luar negeri, khususnya ke Jepang yang saat ini membutuhkan tenaga kerja di sektor caregiver, perhotelan, dan manufaktur.
Pemerintah memberikan subsidi pelatihan bahasa Jepang sebesar Rp10 juta hingga Rp15 juta bagi peserta yang telah dinyatakan siap berangkat. Dalam waktu dekat, sekitar 50 orang dijadwalkan diberangkatkan ke Jepang.
Selain itu, Disnaker Kota Bandung juga menjalin kerja sama dengan Universitas Teknologi Bandung (UTB) untuk membuka kesempatan bagi mahasiswa bekerja di Jepang sambil melanjutkan pendidikan. (R)
beritaTerkait
komentar