Bandung (buseronline.com) - Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi mengingatkan bahaya penggunaan gawai secara berlebihan pada anak-anak. Menurutnya, kebiasaan bermain gawai dalam waktu lama membuat anak kurang bergerak sehingga berdampak pada kesehatan fisik maupun mental.
Pernyataan tersebut disampaikan
Dedi Mulyadi, yang akrab disapa KDM, saat menghadiri Seminar Nasional dan Deklarasi Kedaulatan Kesehatan Indonesia 2045 bertema "Membangun Bangsa yang Sehat, Mandiri, Inovatif, dan Berdaya Saing Global" di Gedung GBI Bethel Summarecon, Kota Bandung, Rabu.
KDM mengatakan, ancaman kesehatan di masa depan tidak hanya disebabkan oleh kekurangan gizi, tetapi juga karena nutrisi yang masuk ke dalam tubuh tidak diolah menjadi energi akibat minimnya aktivitas fisik.
"Ancaman masa depan bukan hanya kekurangan gizi, tetapi nutrisi dan gizi yang tidak dikelola jadi energi," ujar KDM dilansir dari laman Jabarprov.
Ia menuturkan, kurangnya aktivitas fisik membuat anak-anak lebih rentan terserang penyakit dan memiliki tingkat emosi yang lebih tinggi. Bahkan, sejumlah penyakit yang selama ini identik dengan orang dewasa kini mulai ditemukan pada anak-anak, seperti gagal ginjal dan diabetes.
Karena itu, KDM meminta para orang tua untuk lebih memperhatikan pola hidup anak-anak dengan mengajak mereka melakukan aktivitas yang membutuhkan banyak gerak serta membatasi konsumsi makanan dan minuman yang tidak sehat, terutama yang mengandung gula tinggi.
beritaTerkait
komentar