Jumat, 17 Juli 2026

KDM: Anak Terlalu Lama Bermain Gawai Terancam Gangguan Kesehatan

Jumat, 17 Juli 2026 15:40 WIB
KDM: Anak Terlalu Lama Bermain Gawai Terancam Gangguan Kesehatan
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

Bandung (buseronline.com) - Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi mengingatkan bahaya penggunaan gawai secara berlebihan pada anak-anak. Menurutnya, kebiasaan bermain gawai dalam waktu lama membuat anak kurang bergerak sehingga berdampak pada kesehatan fisik maupun mental.

Pernyataan tersebut disampaikan Dedi Mulyadi, yang akrab disapa KDM, saat menghadiri Seminar Nasional dan Deklarasi Kedaulatan Kesehatan Indonesia 2045 bertema "Membangun Bangsa yang Sehat, Mandiri, Inovatif, dan Berdaya Saing Global" di Gedung GBI Bethel Summarecon, Kota Bandung, Rabu.

KDM mengatakan, ancaman kesehatan di masa depan tidak hanya disebabkan oleh kekurangan gizi, tetapi juga karena nutrisi yang masuk ke dalam tubuh tidak diolah menjadi energi akibat minimnya aktivitas fisik.

"Ancaman masa depan bukan hanya kekurangan gizi, tetapi nutrisi dan gizi yang tidak dikelola jadi energi," ujar KDM dilansir dari laman Jabarprov.

Ia menuturkan, kurangnya aktivitas fisik membuat anak-anak lebih rentan terserang penyakit dan memiliki tingkat emosi yang lebih tinggi. Bahkan, sejumlah penyakit yang selama ini identik dengan orang dewasa kini mulai ditemukan pada anak-anak, seperti gagal ginjal dan diabetes.

Karena itu, KDM meminta para orang tua untuk lebih memperhatikan pola hidup anak-anak dengan mengajak mereka melakukan aktivitas yang membutuhkan banyak gerak serta membatasi konsumsi makanan dan minuman yang tidak sehat, terutama yang mengandung gula tinggi.

Pada kesempatan tersebut, KDM juga mengungkapkan rencana Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk meningkatkan pemenuhan nutrisi bagi ibu hamil. Pemprov Jabar tengah merumuskan skema yang memungkinkan ibu hamil dengan kondisi tertentu memperoleh akses terhadap makanan bergizi sebagai bentuk tanggung jawab negara.

"Ketika yang hamilnya bermasalah maka dia boleh ke toko, minimarket atau ke manapun untuk mengambil makanan yang dikonsumsi selama hamil. Ini sedang kita rumuskan karena tanggung jawab negara," katanya.

Menurut KDM, negara memiliki tanggung jawab dalam menjamin ketersediaan makanan bergizi, minuman berkualitas, serta lingkungan yang sehat bagi masyarakat.

"Seluruhnya negara harus bertanggung jawab terhadap itu. Memperhatikan aspek material manusia dan perkembangannya dalam setiap waktu," pungkasnya. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
MPLS Pancawaluya 2026 Jadi Momentum Pembentukan Karakter Pelajar Jawa Barat
Wakil Wali Kota Bandung Tekankan MPLS Jadi Sarana Pembentukan Karakter, Bukan Perpeloncoan
Pemko Bandung Luncurkan Program Zero New Stunting, Fokus pada Perbaikan Sanitasi dan Lingkungan
Pemko Bandung Gelar Vaksinasi Rabies Gratis Lewat Gerakan Bangsawan
Pemprov Jabar Transformasikan Perpustakaan Gasibu Menjadi Digital
Pemko Bandung Perkuat Lingkungan dan Pelayanan Publik dalam Pertanggungjawaban APBD 2025
komentar
beritaTerbaru