Selasa, 21 Juli 2026

Presiden Prabowo: Koperasi Desa Merah Putih Jadi Instrumen Strategis Perkuat Ekonomi Desa

Selasa, 21 Juli 2026 20:56 WIB
Presiden Prabowo: Koperasi Desa Merah Putih Jadi Instrumen Strategis Perkuat Ekonomi Desa
Presiden Prabowo Subianto saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (21/7/2026).

Jakarta (buseronline.com) - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan bahwa Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) menjadi salah satu instrumen strategis pemerintah dalam memperkuat ekonomi rakyat dari tingkat desa. Melalui koperasi, pemerintah ingin membangun sistem distribusi yang lebih efisien sekaligus memperkuat kendali negara terhadap rantai pasok kebutuhan pokok.

Pernyataan tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (21/7/2026). Menurutnya, keberadaan KDMP akan menjadi tonggak penting karena untuk pertama kalinya pemerintah memiliki jalur distribusi yang terintegrasi dari pusat hingga desa.

"Untuk pertama kali dalam sejarah Republik Indonesia, sekarang pemerintah akan punya jalur, akan punya suatu pegangan rantai pasok, supply chain, retail chain, dari pusat sampai ke desa. Kita sekarang tidak bisa di-blackmail, tidak bisa lagi terjadi kelangkaan atau penimbunan barang pada saat kritis," ujar Presiden Prabowo.

Presiden menjelaskan, hasil kajian pemerintah menunjukkan bahwa rantai distribusi bahan pokok yang panjang selama ini menyebabkan keuntungan lebih banyak dinikmati para perantara dibandingkan petani maupun konsumen.

Berdasarkan hasil penelitian yang disampaikan Menteri Pertanian, keuntungan yang dinikmati pihak perantara mencapai 30 hingga 40 persen atau diperkirakan senilai Rp313 triliun. Sementara petani dan konsumen masing-masing hanya memperoleh sekitar 30 persen dari nilai ekonomi yang dihasilkan.

Dengan hadirnya Koperasi Desa Merah Putih, pemerintah menargetkan margin distribusi dapat ditekan menjadi sekitar 5 hingga 10 persen sehingga manfaat ekonomi lebih banyak dirasakan petani dan masyarakat.

"Saya kira koperasi ambil 5 persen sudah cukup, berarti sisanya bisa dinikmati oleh petani dan konsumen. Ini adalah keamanan ekonomi jangka panjang," kata Prabowo.

Selain memperkuat ekonomi desa, Presiden juga menegaskan komitmen pemerintah untuk memastikan seluruh program yang berpihak kepada rakyat dijalankan secara transparan dan akuntabel. Ia menegaskan tidak akan memberi toleransi terhadap segala bentuk penyelewengan.

"Percayalah, kita tidak akan pilih kasih, kita tidak akan tebang pilih, dan tidak akan ragu bertindak terhadap penyelewengan," tegasnya.

Di akhir sambutannya, Presiden Prabowo menyatakan optimistis berbagai kebijakan strategis yang dijalankan pemerintah berada di jalur yang tepat. Menurutnya, kebijakan yang berpihak kepada rakyat dan dilaksanakan dengan tata kelola yang baik akan memperkuat perekonomian nasional sekaligus meningkatkan kepercayaan dunia terhadap Indonesia. (DKI1)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Pemerintah Percepat Pengembangan Kendaraan Listrik, Siapkan Pabrik Motor Listrik Nasional
Petani Akui Program Pemerintah Tingkatkan Produktivitas dan Ketahanan Pangan
Prabowo: Bila Perlu Anggaran Pertahanan dan Polri Dikurangi demi Hapus Kemiskinan
Presiden Prabowo Resmikan Groundbreaking LNG Abadi Masela, Perkuat Kemandirian Energi Nasional
Prabowo Beri Harga Khusus BBM Rp15.000 per Liter bagi Nelayan Kapal 30–200 GT
Bupati Taput Ikuti Rakor Pengendalian Inflasi dan Bahas Sensus Ekonomi 2026
komentar
beritaTerbaru