Sabtu, 01 Agustus 2026

Kepemimpinan Kepala Daerah Jadi Kunci Transformasi Pelayanan Kesehatan Primer

Sabtu, 01 Agustus 2026 18:35 WIB
Kepemimpinan Kepala Daerah Jadi Kunci Transformasi Pelayanan Kesehatan Primer
Wamenkes RI dr Benjamin Paulus Octavianus saat menjadi pembicara dalam sesi Leaders Talk bertajuk "Dari Komitmen ke Dampak: Praktik Kepemimpinan Daerah dalam Memperkuat Pelayanan Kesehatan Primer" pada Leimena Conference 2026 di Auditorium BRIN, Jakarta, Senin (27/7/2026).

Jakarta (buseronline.com) - Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) RI dr Benjamin Paulus Octavianus menegaskan bahwa kepemimpinan kepala daerah menjadi faktor utama dalam keberhasilan transformasi pelayanan kesehatan primer di Indonesia. Menurutnya, kebijakan pemerintah pusat hanya akan berdampak nyata jika mampu diterjemahkan menjadi layanan kesehatan yang berkualitas di daerah.

Dilansir dari laman Kemkes, pernyataan tersebut disampaikan Wamenkes saat menjadi pembicara dalam sesi Leaders Talk bertajuk "Dari Komitmen ke Dampak: Praktik Kepemimpinan Daerah dalam Memperkuat Pelayanan Kesehatan Primer" pada Leimena Conference 2026 di Auditorium BRIN, Jakarta, Senin.

Wamenkes mengatakan, Indonesia tengah mempersiapkan sumber daya manusia yang sehat dan produktif sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045. Karena itu, penguatan pelayanan kesehatan primer menjadi investasi strategis yang harus dimulai dari desa hingga Puskesmas.

Ia menegaskan, kepala daerah memiliki peran sebagai motor penggerak perubahan melalui penguatan Puskesmas, pemberdayaan Posyandu dan kader kesehatan, pembangunan kolaborasi lintas sektor, serta penyusunan kebijakan berbasis data kesehatan masyarakat.

Pemerintah juga terus memperluas akses layanan kesehatan dengan membangun rumah sakit di 66 kabupaten yang sebelumnya belum memiliki rumah sakit. Di sisi lain, implementasi Integrasi Layanan Primer (ILP) terus mengalami kemajuan.

Hingga 24 Juli 2026, sebanyak 9.000 Puskesmas atau 87,4 persen telah menerapkan ILP, sementara lebih dari 7.500 Puskesmas telah berstatus Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).

Dalam kesempatan itu, Wamenkes mengapresiasi tenaga kesehatan Puskesmas sebagai ujung tombak Program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Hingga pertengahan Juli 2026, lebih dari 66 juta masyarakat telah mengikuti program tersebut.

Menurutnya, CKG menjadi langkah penting dalam mengubah paradigma pelayanan kesehatan dari pengobatan menuju pencegahan sekaligus menjadi sumber data bagi pemerintah daerah dalam menyusun kebijakan yang lebih tepat sasaran.

Selain itu, percepatan eliminasi tuberkulosis (TB) tetap menjadi prioritas nasional. Pemerintah memperkuat strategi melalui penemuan kasus secara aktif, skrining menggunakan X-ray, pelacakan kontak, pemberian terapi pencegahan, serta penguatan kader TB di tingkat desa.

Wamenkes juga menyoroti sejumlah inovasi pelayanan kesehatan yang dikembangkan pemerintah daerah. Program Home Care Kabupaten Jember, misalnya, menghadirkan layanan kesehatan langsung ke rumah bagi masyarakat miskin, lanjut usia, dan pasien pascastroke.

Sementara Pemerintah Kota Bandung memanfaatkan data hasil CKG untuk menyusun kebijakan kesehatan, sedangkan Kabupaten Banyuwangi menghadirkan berbagai inovasi seperti Mall Orang Sehat, Bunga Desa, layanan dokter spesialis ke desa, hingga konsultasi kesehatan digital Oasis Wangi.

Menurut Wamenkes, keberhasilan pelayanan kesehatan primer tidak ditentukan oleh keseragaman program, melainkan kemampuan setiap daerah menghadirkan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakatnya.

Saat ini Indonesia memiliki lebih dari 156 ribu Posyandu siklus hidup aktif dan sekitar 1,58 juta kader kesehatan. Kementerian Kesehatan akan terus memperkuat kapasitas para kader melalui pelatihan yang lebih intensif guna mendukung transformasi layanan kesehatan primer di seluruh Indonesia.

"Transformasi kesehatan bukan perlombaan, melainkan gerakan bersama. Ukuran keberhasilan kita adalah semakin banyak masyarakat yang tetap sehat, penyakit ditemukan lebih dini, layanan semakin mudah diakses, dan kepercayaan masyarakat terhadap sistem kesehatan nasional semakin tinggi," tutup Wamenkes. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Kota Bogor Diusulkan Jadi Percontohan Nasional Penanggulangan TBC
Wamenkes: Kolaborasi Lintas Sektor Kunci Percepatan Inovasi Kesehatan Nasional
Wamenkes: One Health Jadi Kunci Kemandirian dan Kedaulatan Kesehatan Indonesia
Pemerintah Wajibkan Pelacakan 100 Persen Kontak Erat Pasien TB untuk Percepat Eliminasi 2030
Wamenkes: Obesitas Harus Dipandang sebagai Penyakit Kronis, Jadi Pemicu Utama Diabetes
Bantuan Presiden Prabowo Tiba di Pengungsian Intan Jaya, Satgas Damai Cartenz Salurkan 150 Paket Sembako
komentar
beritaTerbaru