Senin, 20 Juli 2026

Wamenkes: One Health Jadi Kunci Kemandirian dan Kedaulatan Kesehatan Indonesia

Minggu, 19 Juli 2026 15:16 WIB
Wamenkes: One Health Jadi Kunci Kemandirian dan Kedaulatan Kesehatan Indonesia
Wamenkes RI dr Benjamin Paulus Octavianus saat menghadiri peluncuran Ekosistem One Health Indonesia dan Center of Excellence for Indonesia Health yang digelar FKUI di Jakarta, Kamis (16/7/2026).

Jakarta (buseronline.com) - Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) RI dr Benjamin Paulus Octavianus menegaskan bahwa pendekatan One Health menjadi fondasi utama dalam mewujudkan kemandirian dan kedaulatan kesehatan Indonesia.

Dilansir dari laman Kemkes, melalui kolaborasi lintas sektor, pemerintah menargetkan Indonesia mampu mandiri dalam penyediaan obat, vaksin, alat kesehatan, hingga pelayanan kesehatan.

Pernyataan tersebut disampaikan Wamenkes saat menghadiri peluncuran Ekosistem One Health Indonesia dan Center of Excellence for Indonesia Health yang digelar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) di Jakarta, Kamis.

"One Health bukan lagi sebuah pilihan, melainkan kebutuhan. Kita ingin Indonesia mampu mandiri dalam penyediaan obat, vaksin, alat kesehatan, dan pelayanan kesehatan. Untuk itu dibutuhkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, perguruan tinggi, lembaga riset, industri, dan regulator," ujar Benjamin.

Ia mengatakan Indonesia memiliki modal besar berupa keanekaragaman hayati, bonus demografi, perkembangan teknologi digital, serta sumber daya manusia yang terus berkembang.

Potensi tersebut, menurutnya, harus dimanfaatkan untuk menjadikan Indonesia tidak hanya sebagai pengguna ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai pusat inovasi kesehatan yang berkontribusi di tingkat global.

Wamenkes juga mendorong seluruh fakultas kedokteran di Indonesia agar tidak hanya berfokus pada pendidikan tenaga medis, tetapi juga menjadi pusat inovasi yang mampu menghasilkan solusi nyata bagi berbagai persoalan kesehatan nasional.

Sebagai contoh, Benjamin menyoroti pengembangan vaksin tuberkulosis (TB) yang menjadi salah satu prioritas nasional.

Menurutnya, keberhasilan pengembangan vaksin tersebut memerlukan sinergi antara perguruan tinggi, BRIN, Bio Farma, BPOM, dan Kementerian Kesehatan.

Peluncuran Ekosistem One Health Indonesia menjadi bagian dari upaya memperkuat kerja sama antara pemerintah, akademisi, industri, lembaga riset, organisasi profesi, dan masyarakat dalam mengintegrasikan kesehatan manusia, kesehatan hewan, serta kesehatan lingkungan.

Deputi Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Kementerian PPN/Bappenas, Pungkas Bahjuri Ali mengatakan pendekatan One Health menjadi semakin penting karena sebagian besar ancaman kesehatan berasal dari keterkaitan antara manusia, hewan, dan lingkungan.

Ia menyebut sekitar 60 persen penyakit infeksi pada manusia berasal dari hewan, sementara 75 persen penyakit infeksi baru merupakan penyakit zoonosis.

Karena itu, kolaborasi lintas sektor dinilai menjadi kunci dalam pengendalian penyakit, termasuk zoonosis, resistensi antimikroba, keamanan pangan, dan kesehatan lingkungan.

"Pemerintah saat ini juga tengah menyusun regulasi nasional One Health sebagai acuan koordinasi lintas kementerian dan lembaga," kata Pungkas.

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Pemerintah Wajibkan Pelacakan 100 Persen Kontak Erat Pasien TB untuk Percepat Eliminasi 2030
Wamenkes: Obesitas Harus Dipandang sebagai Penyakit Kronis, Jadi Pemicu Utama Diabetes
Bantuan Presiden Prabowo Tiba di Pengungsian Intan Jaya, Satgas Damai Cartenz Salurkan 150 Paket Sembako
Kemenkes Perkuat Upaya Wujudkan Lansia Sehat dan Mandiri di HLUN 2026
Deteksi Dini dan Sinergi Lintas Sektor Jadi Kunci Pengamanan Kesehatan Jemaah Haji
Wamenkes Dante Dorong Deteksi Dini Lewat Cek Kesehatan Gratis Mitra Gojek
komentar
beritaTerbaru