Sementara itu, Kepala BPOM Prof Taruna Ikrar menegaskan bahwa kemandirian obat dan vaksin merupakan bagian dari ketahanan nasional. Untuk itu, riset dan inovasi perlu terus diperkuat agar Indonesia mampu menghasilkan produk kesehatan berkualitas yang memenuhi standar global.
Dekan FKUI Prof Anna Rozaliyani menambahkan bahwa peluncuran Ekosistem One Health Indonesia merupakan bentuk komitmen FKUI dalam memperkuat hilirisasi riset dan kolaborasi strategis.
Menurutnya, keberhasilan dunia akademik tidak hanya diukur dari jumlah publikasi ilmiah, tetapi juga dari dampak nyata hasil penelitian terhadap peningkatan derajat kesehatan masyarakat.
Melalui Ekosistem One Health Indonesia, seluruh pemangku kepentingan diharapkan dapat memperkuat sinergi untuk mempercepat inovasi kesehatan, meningkatkan ketahanan kesehatan nasional, serta mendukung terwujudnya visi Indonesia Emas 2045. (R)
beritaTerkait
komentar