Kamis, 30 Juli 2026

Kemenkes Percepat Pengembangan Bedah Robotik, Siapkan 40 Unit untuk RS Pemerintah

Rabu, 29 Juli 2026 17:56 WIB
Kemenkes Percepat Pengembangan Bedah Robotik, Siapkan 40 Unit untuk RS Pemerintah
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin saat menghadiri peringatan hampir 1.000 tindakan bedah robotik di Rumah Sakit Bunda Jakarta, Senin (27/7/2026).

Jakarta (buseronline.com) - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mempercepat transformasi layanan kesehatan melalui pengembangan teknologi bedah robotik.

Dilansir dari laman Kemkes, pemerintah menyiapkan pengadaan 40 unit robot bedah untuk rumah sakit pemerintah sekaligus membangun ekosistem kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI), memperluas pelatihan dokter, dan mendorong transfer teknologi guna memperkuat industri alat kesehatan nasional.

Komitmen tersebut disampaikan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin saat menghadiri peringatan hampir 1.000 tindakan bedah robotik di Rumah Sakit Bunda Jakarta, Senin.

Pada kesempatan itu juga diluncurkan kolaborasi strategis antara Kementerian Kesehatan, Rumah Sakit Bunda, dan Institut Teknologi Bandung (ITB).

Menurut Budi, robotik menjadi salah satu dari tiga teknologi kesehatan prioritas Kementerian Kesehatan bersama kecerdasan artifisial dan bioteknologi.

"Robotik adalah tren global. Teknologi ini memberikan kualitas layanan yang lebih baik bagi pasien, operasi lebih presisi, nyeri lebih ringan, dan masa rawat lebih singkat. Tugas pemerintah adalah memastikan layanan ini semakin mudah diakses, berkualitas, dan biayanya semakin terjangkau," ujar Budi.

Ia mengakui pemanfaatan bedah robotik di Indonesia masih tertinggal dibandingkan sejumlah negara di kawasan, seperti Singapura, Thailand, Malaysia, dan Vietnam.

Karena itu, pemerintah membentuk Komite Robotik Kementerian Kesehatan untuk menyusun arah pengembangan teknologi robotik nasional, mulai dari standar pelayanan hingga strategi perluasan akses masyarakat.

Selain itu, Kemenkes juga tengah mengkaji skema pembiayaan melalui BPJS Kesehatan agar tindakan bedah robotik dapat masuk ke dalam sistem pembiayaan nasional sehingga lebih banyak masyarakat dapat menikmati layanan tersebut.

Sebagai langkah awal, Kemenkes memperkuat layanan bedah minimal invasif melalui program nasional pelatihan operasi laparoskopi bagi dokter bedah di 514 kabupaten dan kota.

Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan kompetensi dokter sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap operasi modern.

"Kita ingin semakin banyak dokter Indonesia memiliki kompetensi bedah minimal invasif dan robotik. Jangan sampai kemampuan ini hanya dimiliki kelompok tertentu atau hanya tersedia di kota-kota besar," katanya.

Budi menambahkan, pengembangan robotik juga menjadi fondasi bagi pengembangan AI di sektor kesehatan. Pemerintah saat ini membangun tiga basis data nasional yang terintegrasi, yakni data kependudukan, data klinis, dan data genomik.

Nantinya, data tindakan bedah robotik juga akan dihimpun untuk mendukung pengembangan AI yang membantu dokter meningkatkan akurasi tindakan operasi.

Dalam pengadaan robot bedah, Kemenkes mewajibkan adanya transfer teknologi, khususnya produksi komponen habis pakai (consumables) di dalam negeri.

Kebijakan tersebut diharapkan dapat menekan biaya layanan bedah robotik sekaligus memperkuat industri alat kesehatan nasional.

Rektor ITB Prof Tatacipta Dirgantara menyatakan kolaborasi antara akademisi dan tenaga medis menjadi kunci lahirnya inovasi teknologi kesehatan yang sesuai dengan kebutuhan Indonesia.

Sementara itu, Presiden Komisaris PT Bundamedik Tbk dr Ivan Rizal Sini mengatakan pencapaian hampir 1.000 tindakan bedah robotik di Rumah Sakit Bunda merupakan hasil pengembangan layanan bedah minimal invasif selama lebih dari satu dekade.

Menurutnya, pengalaman tersebut akan terus dibagikan melalui pengembangan pusat pelatihan dan transfer pengetahuan kepada dokter dari berbagai daerah.

Melalui sinergi pemerintah, perguruan tinggi, rumah sakit, dan industri, Kementerian Kesehatan menargetkan Indonesia menjadi salah satu pusat pengembangan teknologi bedah robotik di kawasan serta memperkuat kemandirian industri alat kesehatan nasional. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Pemkab Garut dan Kemenkes Percepat Pengembangan Klinik Rotinsulu Menjadi Rumah Sakit
Kemenkes dan Pemprov DKI Kampanyekan Gaya Hidup Sehat Melalui Jalan Sehat di CFD Rasuna Said
Kemenkes Perkuat Deteksi Dini TB melalui Program Homecare di Jember
Kemenkes Terapkan Efisiensi Biaya Pengobatan dan Akreditasi RS Berbasis Hasil Klinis
Kemenkes, LKPP, dan Telkom Perkuat E-Katalog Kesehatan untuk Dorong Efisiensi Pengadaan Obat
Jumlah Dokter Jantung Intervensi Meningkat 3,2 Kali Lipat, Kemenkes Percepat Pemerataan Layanan Jantung
komentar
beritaTerbaru