Minggu, 27 September 2026

Kemenkes Percepat Pengembangan Bedah Robotik, Siapkan 40 Unit untuk RS Pemerintah

Rabu, 29 Juli 2026 17:56 WIB
Kemenkes Percepat Pengembangan Bedah Robotik, Siapkan 40 Unit untuk RS Pemerintah
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin saat menghadiri peringatan hampir 1.000 tindakan bedah robotik di Rumah Sakit Bunda Jakarta, Senin (27/7/2026).

Jakarta (buseronline.com) - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mempercepat transformasi layanan kesehatan melalui pengembangan teknologi bedah robotik.

Dilansir dari laman Kemkes, pemerintah menyiapkan pengadaan 40 unit robot bedah untuk rumah sakit pemerintah sekaligus membangun ekosistem kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI), memperluas pelatihan dokter, dan mendorong transfer teknologi guna memperkuat industri alat kesehatan nasional.

Komitmen tersebut disampaikan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin saat menghadiri peringatan hampir 1.000 tindakan bedah robotik di Rumah Sakit Bunda Jakarta, Senin.

Pada kesempatan itu juga diluncurkan kolaborasi strategis antara Kementerian Kesehatan, Rumah Sakit Bunda, dan Institut Teknologi Bandung (ITB).

Menurut Budi, robotik menjadi salah satu dari tiga teknologi kesehatan prioritas Kementerian Kesehatan bersama kecerdasan artifisial dan bioteknologi.

"Robotik adalah tren global. Teknologi ini memberikan kualitas layanan yang lebih baik bagi pasien, operasi lebih presisi, nyeri lebih ringan, dan masa rawat lebih singkat. Tugas pemerintah adalah memastikan layanan ini semakin mudah diakses, berkualitas, dan biayanya semakin terjangkau," ujar Budi.

Ia mengakui pemanfaatan bedah robotik di Indonesia masih tertinggal dibandingkan sejumlah negara di kawasan, seperti Singapura, Thailand, Malaysia, dan Vietnam.

Karena itu, pemerintah membentuk Komite Robotik Kementerian Kesehatan untuk menyusun arah pengembangan teknologi robotik nasional, mulai dari standar pelayanan hingga strategi perluasan akses masyarakat.

Selain itu, Kemenkes juga tengah mengkaji skema pembiayaan melalui BPJS Kesehatan agar tindakan bedah robotik dapat masuk ke dalam sistem pembiayaan nasional sehingga lebih banyak masyarakat dapat menikmati layanan tersebut.

Sebagai langkah awal, Kemenkes memperkuat layanan bedah minimal invasif melalui program nasional pelatihan operasi laparoskopi bagi dokter bedah di 514 kabupaten dan kota.

Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan kompetensi dokter sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap operasi modern.

"Kita ingin semakin banyak dokter Indonesia memiliki kompetensi bedah minimal invasif dan robotik. Jangan sampai kemampuan ini hanya dimiliki kelompok tertentu atau hanya tersedia di kota-kota besar," katanya.

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Kemenkes Gandeng Kejagung Kawal Pembangunan Infrastruktur Kesehatan
Cegah Dampak Hoaks, Kemenkes Gandeng Lintas Sektor Perkuat Respons
Kemenkes Ungkap 41 Persen Anak Sekolah Alami Karies Gigi dari Hasil CKG
Kemenkes Luncurkan Playbook Respons Cepat Tangani Hoaks Kesehatan
Kemenkes Dorong Kemitraan Kesehatan Bertransformasi Menjadi Dampak Nyata
Kemenkes Temukan PM2,5 di Bandara Soekarno-Hatta Masih di Atas Batas Aman
komentar
beritaTerbaru