Senin, 27 Juli 2026

Kemenkes Perkuat Deteksi Dini TB melalui Program Homecare di Jember

Senin, 27 Juli 2026 15:35 WIB
Kemenkes Perkuat Deteksi Dini TB melalui Program Homecare di Jember
Wakil Menteri Kesehatan RI dr Benjamin Paulus Octavianus bersama lainnya saat meresmikan Program Homecare di Kabupaten Jember, Jumat (24/7/2026).

Jember (buseronline.com) - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI terus memperkuat upaya penanggulangan Tuberkulosis (TB) melalui strategi deteksi dini, penemuan kasus secara aktif, dan perluasan akses layanan kesehatan hingga ke tingkat rumah tangga.

Dilansir dari laman Kemkes, salah satu langkah tersebut diwujudkan melalui peluncuran Program Homecare bertajuk "Mewujudkan Dokter Keluarga untuk Masyarakat Tidak Mampu" di Kabupaten Jember.

Wakil Menteri Kesehatan RI dr Benjamin Paulus Octavianus mengatakan program Homecare diharapkan mampu mendukung berbagai program prioritas Kemenkes, termasuk Cek Kesehatan Gratis (CKG) dengan pemeriksaan foto rontgen bagi kontak erat pasien TB.

Menurutnya, sinergi kedua program tersebut menjadi bagian penting dalam mempercepat penemuan kasus sekaligus memutus rantai penularan TB di masyarakat.

"Indonesia masih menjadi negara dengan jumlah kasus Tuberkulosis terbesar kedua di dunia. Karena itu kita harus melakukan langkah luar biasa. Tantangan terbesar saat ini adalah memastikan orang yang tinggal serumah atau kontak erat pasien TB ikut diperiksa sehingga penularan dapat dihentikan lebih cepat," ujar Benjamin saat meresmikan Program Homecare di Kabupaten Jember, Jumat.

Ia menjelaskan, pada 2026 Kemenkes melaksanakan Cek Kesehatan Gratis dengan pemeriksaan foto rontgen di 53.335 lokasi di seluruh Indonesia, termasuk 228 lokasi di Kabupaten Jember.

Melalui pemeriksaan tersebut, masyarakat yang diduga mengidap TB dapat segera ditemukan dan diobati, sementara kontak erat yang belum menunjukkan gejala akan mendapatkan Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) agar tidak berkembang menjadi penyakit aktif.

Benjamin menegaskan, keberhasilan eliminasi TB tidak hanya bergantung pada fasilitas pelayanan kesehatan, tetapi juga memerlukan dukungan pemerintah daerah, tenaga kesehatan, kader kesehatan, serta partisipasi aktif masyarakat dalam melakukan pemeriksaan dan menyelesaikan pengobatan hingga tuntas.

Sementara itu, Wakil Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin), Ir Iwan Sumule menilai perluasan akses layanan kesehatan hingga ke tingkat rumah tangga merupakan bagian penting dalam upaya percepatan pengentasan kemiskinan.

Menurutnya, masyarakat yang sehat akan memiliki produktivitas lebih baik sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Dukungan juga disampaikan Anggota Komisi VI DPR RI Kawendra Lukistian Ia menilai Program Homecare menjadi contoh kolaborasi yang baik antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dan mudah dijangkau masyarakat.

Bupati Jember Muhammad Fawait menjelaskan, Program Homecare lahir dari evaluasi pemerintah daerah yang menemukan masih banyak masyarakat belum memanfaatkan layanan kesehatan meski telah memiliki jaminan kesehatan. Kendala utama yang dihadapi adalah biaya transportasi dan akses menuju fasilitas kesehatan.

Melalui program tersebut, tenaga kesehatan akan melakukan kunjungan langsung ke rumah warga untuk memberikan pemeriksaan kesehatan dasar, edukasi kesehatan, serta memanfaatkan layanan telemedicine apabila diperlukan konsultasi lebih lanjut dengan dokter.

Kementerian Kesehatan berharap sinergi antara Program Homecare dan Cek Kesehatan Gratis dengan pemeriksaan foto rontgen dapat memperkuat deteksi dini, mempercepat penemuan kasus aktif, meningkatkan cakupan terapi pencegahan, serta memutus rantai penularan TB sehingga target eliminasi TB di Indonesia dapat tercapai. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Kemenkes dan Pemprov DKI Kampanyekan Gaya Hidup Sehat Melalui Jalan Sehat di CFD Rasuna Said
Kemenkes Terapkan Efisiensi Biaya Pengobatan dan Akreditasi RS Berbasis Hasil Klinis
Kemenkes, LKPP, dan Telkom Perkuat E-Katalog Kesehatan untuk Dorong Efisiensi Pengadaan Obat
Jumlah Dokter Jantung Intervensi Meningkat 3,2 Kali Lipat, Kemenkes Percepat Pemerataan Layanan Jantung
Kemenkes Tarik Investasi Takeda, Perkuat Hilirisasi Industri Kesehatan Nasional
CKG Jangkau 59,6 Juta Peserta, Kini Berlanjut ke Tahap Pengobatan Penyakit Kronis
komentar
beritaTerbaru