Minggu, 27 September 2026

Kemenkes Perkuat Deteksi Dini TB melalui Program Homecare di Jember

Senin, 27 Juli 2026 15:35 WIB
Kemenkes Perkuat Deteksi Dini TB melalui Program Homecare di Jember
Wakil Menteri Kesehatan RI dr Benjamin Paulus Octavianus bersama lainnya saat meresmikan Program Homecare di Kabupaten Jember, Jumat (24/7/2026).

Jember (buseronline.com) - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI terus memperkuat upaya penanggulangan Tuberkulosis (TB) melalui strategi deteksi dini, penemuan kasus secara aktif, dan perluasan akses layanan kesehatan hingga ke tingkat rumah tangga.

Dilansir dari laman Kemkes, salah satu langkah tersebut diwujudkan melalui peluncuran Program Homecare bertajuk "Mewujudkan Dokter Keluarga untuk Masyarakat Tidak Mampu" di Kabupaten Jember.

Wakil Menteri Kesehatan RI dr Benjamin Paulus Octavianus mengatakan program Homecare diharapkan mampu mendukung berbagai program prioritas Kemenkes, termasuk Cek Kesehatan Gratis (CKG) dengan pemeriksaan foto rontgen bagi kontak erat pasien TB.

Menurutnya, sinergi kedua program tersebut menjadi bagian penting dalam mempercepat penemuan kasus sekaligus memutus rantai penularan TB di masyarakat.

"Indonesia masih menjadi negara dengan jumlah kasus Tuberkulosis terbesar kedua di dunia. Karena itu kita harus melakukan langkah luar biasa. Tantangan terbesar saat ini adalah memastikan orang yang tinggal serumah atau kontak erat pasien TB ikut diperiksa sehingga penularan dapat dihentikan lebih cepat," ujar Benjamin saat meresmikan Program Homecare di Kabupaten Jember, Jumat.

Ia menjelaskan, pada 2026 Kemenkes melaksanakan Cek Kesehatan Gratis dengan pemeriksaan foto rontgen di 53.335 lokasi di seluruh Indonesia, termasuk 228 lokasi di Kabupaten Jember.

Melalui pemeriksaan tersebut, masyarakat yang diduga mengidap TB dapat segera ditemukan dan diobati, sementara kontak erat yang belum menunjukkan gejala akan mendapatkan Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) agar tidak berkembang menjadi penyakit aktif.

Benjamin menegaskan, keberhasilan eliminasi TB tidak hanya bergantung pada fasilitas pelayanan kesehatan, tetapi juga memerlukan dukungan pemerintah daerah, tenaga kesehatan, kader kesehatan, serta partisipasi aktif masyarakat dalam melakukan pemeriksaan dan menyelesaikan pengobatan hingga tuntas.

Sementara itu, Wakil Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin), Ir Iwan Sumule menilai perluasan akses layanan kesehatan hingga ke tingkat rumah tangga merupakan bagian penting dalam upaya percepatan pengentasan kemiskinan.

Menurutnya, masyarakat yang sehat akan memiliki produktivitas lebih baik sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Kemenkes Gandeng Kejagung Kawal Pembangunan Infrastruktur Kesehatan
Cegah Dampak Hoaks, Kemenkes Gandeng Lintas Sektor Perkuat Respons
Kemenkes Ungkap 41 Persen Anak Sekolah Alami Karies Gigi dari Hasil CKG
Kemenkes Luncurkan Playbook Respons Cepat Tangani Hoaks Kesehatan
Kemenkes Dorong Kemitraan Kesehatan Bertransformasi Menjadi Dampak Nyata
Kemenkes Temukan PM2,5 di Bandara Soekarno-Hatta Masih di Atas Batas Aman
komentar
beritaTerbaru