Selasa, 21 Juli 2026

Wamenkes: Kolaborasi Lintas Sektor Kunci Percepatan Inovasi Kesehatan Nasional

Senin, 20 Juli 2026 13:40 WIB
Wamenkes: Kolaborasi Lintas Sektor Kunci Percepatan Inovasi Kesehatan Nasional
Wamenkes RI dr Benjamin Paulus Octavianus saat menghadiri pembukaan Medical Expo FKUI 2026 yang dirangkaikan dengan peluncuran Ekosistem One Health Indonesia, Center of Excellence for Indonesia Health, serta vaksin tifoid Bio-TCV hasil kolaborasi FK UI dan PT Bio Farma di Kampus FKUI Salemba, Jakarta, Kamis (16/7/2026).

Jakarta (buseronline.com) - Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) RI dr Benjamin Paulus Octavianus menegaskan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, industri, dan regulator dalam mempercepat lahirnya inovasi kesehatan sekaligus memperkuat kemandirian farmasi nasional.

Hal tersebut disampaikan Wamenkes saat menghadiri pembukaan Medical Expo FKUI 2026 yang dirangkaikan dengan peluncuran Ekosistem One Health Indonesia, Center of Excellence for Indonesia Health, serta vaksin tifoid Bio-TCV hasil kolaborasi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) dan PT Bio Farma di Kampus FKUI Salemba, Jakarta, Kamis.

Dilansir dari laman Kemkes, menurut Benjamin, pemerintah mendorong perguruan tinggi tidak hanya menjadi institusi pendidikan, tetapi juga berkembang sebagai pusat riset dan inovasi yang mampu menghasilkan produk kesehatan strategis bagi Indonesia.

"Saya berharap setiap fakultas kedokteran tidak hanya menjadi institusi pendidikan, tetapi juga menjadi pusat inovasi yang menghasilkan produk kesehatan untuk bangsa. Kita membutuhkan riset yang mampu diterjemahkan menjadi solusi nyata," ujarnya.

Ia menambahkan, pengembangan vaksin tuberkulosis (TB) menjadi salah satu prioritas nasional mengingat Indonesia masih menjadi negara dengan beban TB yang tinggi. Karena itu, diperlukan sinergi yang kuat antara pemerintah, perguruan tinggi, BRIN, industri, dan regulator untuk mempercepat pengembangan vaksin nasional.

"Kita harus bekerja secara luar biasa untuk mengatasi TB. Selain pengobatan, penguatan skrining, pelacakan kontak, terapi pencegahan, hingga pengembangan vaksin nasional harus berjalan bersama," katanya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Prof Taruna Ikrar mengatakan kemandirian obat dan vaksin merupakan bagian penting dari ketahanan nasional.

Menurutnya, BPOM akan terus mendukung inovasi vaksin dalam negeri melalui pengawalan proses pengembangan, uji klinik, hingga percepatan perizinan.

Ia menegaskan, seluruh produk inovasi dalam negeri tetap harus memenuhi standar keamanan, mutu, dan khasiat agar mampu bersaing di tingkat global.

Komitmen memperkuat ekosistem inovasi tersebut juga ditandai dengan peluncuran vaksin tifoid Bio-TCV hasil kolaborasi FKUI dan PT Bio Farma.

Direktur Utama PT Bio Farma, Shadiq Akasya menyebut Bio-TCV menjadi bukti kemampuan Indonesia dalam mengembangkan vaksin secara mandiri melalui kolaborasi lintas sektor.

Sementara itu, Ketua Panitia Medical Expo FKUI 2026 Mohammad Kurniawan mengatakan kegiatan tersebut menjadi wadah yang mempertemukan akademisi, pemerintah, industri, dan masyarakat untuk memperkuat ekosistem inovasi kesehatan di Indonesia.

Melalui kolaborasi yang semakin erat, diharapkan lebih banyak hasil riset dapat dihilirisasikan menjadi produk kesehatan yang bermanfaat bagi masyarakat, sekaligus memperkuat ketahanan kesehatan nasional dan meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Wamenkes: One Health Jadi Kunci Kemandirian dan Kedaulatan Kesehatan Indonesia
Pemerintah Wajibkan Pelacakan 100 Persen Kontak Erat Pasien TB untuk Percepat Eliminasi 2030
Wamenkes: Obesitas Harus Dipandang sebagai Penyakit Kronis, Jadi Pemicu Utama Diabetes
Bantuan Presiden Prabowo Tiba di Pengungsian Intan Jaya, Satgas Damai Cartenz Salurkan 150 Paket Sembako
Kemenkes Perkuat Upaya Wujudkan Lansia Sehat dan Mandiri di HLUN 2026
Deteksi Dini dan Sinergi Lintas Sektor Jadi Kunci Pengamanan Kesehatan Jemaah Haji
komentar
beritaTerbaru