Karanganyar (buseronline.com) - Ratusan kader dan anggota Tim Penggerak PKK Desa Plumbon, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, mendapatkan pelatihan pengolahan ikan lele dan budidaya ikan dalam ember (budikdamber) dalam kegiatan Pemanfaatan Lahan Pekarangan untuk Pemenuhan Pangan Keluarga dengan Protein Ikan di Balai Desa Plumbon, Selasa.
Dilansir dari laman Jatengprov, kegiatan yang diikuti sekitar 100 peserta tersebut juga melibatkan Tim Penggerak
PKK Provinsi Jawa Tengah sebagai upaya meningkatkan konsumsi ikan sekaligus memperkuat ketahanan pangan keluarga.
Dalam pelatihan tersebut, narasumber dari Kelompok Pengolah dan Pemasar (Poklahsar) Lele Legend, Mohamad Hendrik, membagikan sejumlah teknik mengolah ikan lele agar tidak amis, mudah dikonsumsi, serta menghasilkan tekstur yang lebih baik saat dimasak.
Menurut Hendrik, proses pengolahan lele sebaiknya diawali dengan menaburkan garam langsung pada tubuh ikan. Cara tersebut efektif menghilangkan lendir, mengurangi bau amis, sekaligus membuat ikan tetap lurus saat digoreng. "Dengan cara ini, ikan kalau digoreng bisa lurus. Selain itu, lendirnya juga bisa cepat hilang," ujarnya.
Ia juga menyarankan agar ikan lele difilet sebelum diolah untuk mengurangi gangguan duri saat dikonsumsi. Proses fileting dilakukan dengan memotong kepala ikan lalu menyayat bagian punggung mengikuti arah tulang hingga rangka utama dapat dilepaskan.
"Untuk menyiasati duri di bagian dada, ikan bisa digoreng kering. Atau jika ingin digoreng tepung, goreng setengah matang terlebih dahulu sebelum dilumuri tepung," jelasnya.
Selain pengolahan filet lele, peserta juga mendapatkan pelatihan pembuatan bakso ikan lele dari Poklahsar Terampil Mandiri. Narasumber Titik Sayekti menjelaskan, kunci menghasilkan bakso lele yang lezat dan tidak amis adalah menggunakan filet tanpa kulit yang terlebih dahulu diberi perasan jeruk nipis atau cuka sebelum dicampur bumbu.
"Tanpa kulit biar warnanya lebih cantik. Setelah diberi perasan jeruk nipis atau cuka, ikan dibilas, kemudian dicampur bawang putih, telur, garam, merica, tepung tapioka, kaldu bubuk, dan es batu sebelum dibentuk menjadi bakso," terangnya.
Sementara itu, Ketua I Bidang Pembinaan Karakter Keluarga TP PKK Jawa Tengah, Indah Sumarno, yang mewakili Ketua TP PKK Jawa Tengah Nawal Arafah Yasin, mengatakan bahwa konsumsi ikan perlu terus ditingkatkan karena kandungan protein, omega-3, vitamin, dan mineralnya sangat penting bagi pertumbuhan dan perkembangan anak.
Menurutnya, TP
PKK Jawa Tengah bersama Dinas Kelautan dan Perikanan, Bank Indonesia, serta Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) terus menggalakkan Gerakan Gemar Makan Ikan (Gemarikan) di berbagai daerah, termasuk Kabupaten
Karanganyar yang tingkat konsumsi ikannya masih berada di bawah rata-rata provinsi.
Indah menambahkan, meskipun Karanganyar bukan daerah pesisir, masyarakat tetap dapat memenuhi kebutuhan protein ikan melalui budidaya lele di pekarangan rumah dengan metode budikdamber.
"Budikdamber atau budidaya ikan dalam ember ini mudah dilakukan siapa saja. Cocok untuk lahan sempit dan dapat menjadi sumber pangan keluarga. Jadi kalau ingin makan ikan, tinggal panen lele dari pekarangan sendiri," ujarnya.
Ia berharap bantuan dan pendampingan yang diberikan melalui program tersebut dapat berkembang dan dimanfaatkan masyarakat secara berkelanjutan, sehingga mampu meningkatkan konsumsi ikan sekaligus memperkuat ketahanan pangan keluarga di tingkat rumah tangga. (R)
beritaTerkait
komentar